Biaya Retreat Kepala Desa Di Pastikan Tak Pakai Dana Desa, Ini Penjelasan Ketua APDESI πππ
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- comment 13 komentar
- print Cetak

Ketua Apdesi Merah Putih Kab. Kuningan
sabakuningannews com.KUNINGAN β Rencana pelaksanaan kegiatan retreat bagi para kepala desa di Kabupaten Kuningan dipastikan tidak akan menggunakan anggaran dana desa. Ketua APDESI Merah Putih Kabupaten Kuningan, Hj. Henny Rosdiana, S.H., S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa sumber pendanaan kegiatan sepenuhnya berasal dari dana pribadi peserta dan partisipasi
βSeiring adanya perubahan regulasi, kegiatan retreat ini tidak diperbolehkan menggunakan Dana Desa (DD). Oleh karena itu, seluruh pembiayaan berasal dari kontribusi pribadi masing-masing peserta, tanpa menggunakan anggaran dana desa,β kan setiap desa pasti nya punya PAdes,jelasnya.
Meski bersifat sukarela, kehadiran seluruh kepala desa diupayakan maksimal. Namun, bagi yang berhalangan hadir atau memiliki keterbatasan kondisi fisik, diperkenankan untuk mendelegasikan keikutsertaan kepada perangkat desa.
Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi kepala desa, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang juga melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Tahun ini, fokus peserta dipersempit guna meningkatkan efektivitas pelatihan.
Adapun pelaksanaan retreat direncanakan berlangsung selama tiga hari dan dijadwalkan setelah Hari Raya Idul Adha 2026. Lokasi kegiatan akan digelar di kawasan Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan.
Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan kerja sama dengan Kodim 0615/Kuningan serta menghadirkan berbagai narasumber dari sejumlah instansi terkait.
Hj. Henny menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membentuk mental yang kuat, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat koordinasi antar kepala desa dan lintas instansi.
βMelalui kegiatan ini, diharapkan para kepala desa memiliki ketahanan mental, kedisiplinan tinggi, serta mampu membangun sinergi yang lebih solid dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,β pungkasnya.
Dengan konsep pelatihan yang lebih terarah dan mandiri, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan desa tanpa membebani keuangan negara, sekaligus menjadi contoh penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel.(RI)
- Penulis: sabakuningannews



