Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kembali Ke Laku Patanjala ” Amanat Galunggung” Leuweung Larangan, Kawasan Hutan Yang Harus Di Jaga

Kembali Ke Laku Patanjala ” Amanat Galunggung” Leuweung Larangan, Kawasan Hutan Yang Harus Di Jaga

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
  • visibility 220
  • comment 0 komentar

sabakuningannews.com.Sebelum lahir konsep mengenai batas-batas kawasan hutan konservasi, kita telah mengenal sistem serupa yang berbasis kearifan lokal. Patanjala, salah satunya.

Patanjala mengajarkan manusia agar menjaga kawasan aliran sungai. Hal itu pun terus dilestarikan sekelompok orang hingga kini demi kelangsungan hidup.

Patanjala adalah kearifan lokal Sunda yang telah tertulis dalam naskah kuno Amanat Galunggung, ditemukan di Situs Ciburuy di kaki Gunung Cikuray, Kabupaten Garut.

Berdasarkan catatan sejarah Kerajaan Sunda, naskah-naskah Amanat Galunggung itu dibuat oleh Eyang Prabu Darmasiksa, raja di Kerajaan Sunda, abad ke-13

Patanjala berasal dari kata “patan” yang berarti air, dan “jala” yaitu sungai atau wilayah yang harus dijaga sebagai kabuyutan (situs leluhur).

Leluhur Sunda telah membagi wilayah sungai menjadi empat kawasan, yaitu walungan (sungai induk), wahangan, solokan, dan susukan atau sungai-sungai kecil.Kawasan hutan alam juga dibagi menjadi leuweung larangan, leuweung tutupan, serta leuweung baladahan.

Leuweung (hutan) larangan dan leuweung tutupan adalah area hutan yang tidak boleh dirambah untuk kepentingan apa pun. Sementara, hanya lahan baladahan yang boleh dijadikan area untuk budidaya pertanian.Dalam tradisi Sunda, kabuyutan adalah situs yang harus dipelihara dan dilestarikan.

Dalam naskah Galunggung disebutkan, siapa yang tidak bisa memelihara kabuyutan, derajatnya lebih buruk dari kulit musang yang dibuang di tempat sampah.

Menjaga kelestarianPrinsip menjaga kelestarian itu dijunjung tinggi sejumlah pegiat Patanjala saat ini. para penggiat patanjala berusaha tetap menjaga kawasan leuweung larangan, leuweung tutupan, dan lahan baladahan di seluruh wilayah khusus nya Jawa barat

Leuweung larangan adalah kawasan yang tidak perlu diintervensi oleh manusia. “Dalam konsep Patanjala, leuweung larangan ini akan pulih sendiri tanpa diurusi oleh manusia. Tugas kita adalah menjaga agar kawasan itu tidak dicampuri tangan manusia,” ungkapnya.

Leuweung larangan dan leuweung tutupan punya fungsi sebagai penghasil sumber air yang berkelanjutan selain pengendali iklim mikro.Meski begitu, pada sejumlah area yang ditetapkan leuweung larangan kerap terjadi aktivitas perambahan.

Gondrong menjelaskan, kondisi itu dalam konsep Patanjala dikenal sebagai lara atau kritis.Gondrong berpandangan bahwa dengan batas kewilayahan dari Patanjala, dirinya jadi sadar tentang hak-hak manusia di wilayah hutan alam.

Konsep hutan alam, manusia, dan makhluk di sekitarnya, harus berjalan selaras dan tidak saling mengganggu. “Dari Patanjala, kita tahu sebenarnya hak manusia itu ada di mana. Ketika manusia berusaha menyelaraskan diri dengan alam, maka alam pun akan kembali mengasihi. Saling memberi secara timbal-balik, menjadi keseimbangan dan keselarasan,” jelas gondrong

Gondrong berprinsip menjaga lingkungan sebagai bentuk kesadaran, Keseimbangan alam itu perlu dijaga karena apa yang terjadi di alam juga akan memengaruhi masyarakat.“Jika alam tidak seimbang, pada akhirnya itu juga akan menjadi penyakit di masyarakat. Bisa jadi (penyakitnya) kembali ke masyarakat dalam bentuk bencana banjir atau musibah kekeringan,” ujarnya.

Begitu pula kawasan hutan alam yang berfungsi menjadi sistem penyangga kehidupan. Kearifan lokal itu perlu dijaga sebagai pengetahuan bersama sehingga kawasan hutan tetap terjaga. ( RI)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 14fbfee5f953e23820c0a572576647c0a6532ecca0dc814d8f5d95dff52c7992.0

    7 Pejabat Tinggi’ Alih Tugas” Bukan Zona Nyaman’ Tapi Butuh Kecepatan,Keberanian, Keputusan Yang Berpihak Pada Rakyat

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 236
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan kembali melakukan alih tugas/rotasi bagi pejabat pimpinan tinggi pratama. Sebanyak tujuh pejabat resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam Apel Pagi di Halaman Setda Kabupaten Kuningan, Senin (14/07/2025). Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 821.22/KPTS.738/BKPSDM/2025 tentang Alih Tugas Jabatan Pimpinan […]

  • Img 20250829 060851

    Semarak Kemerdekaan RI Ke-80,” Ratusan Masyarakat Tumpah Ruah Di Halaman Kecamatan Cipicung

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 161
    • 3Komentar

    sabakuningannews.com. CIPICUNG – Semarak kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Cipicung berlangsung meriah. Ratusan masyarakat tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar Pemerintah Kecamatan Cipicung.Rabu (20/08/2025). Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn. Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat yang antusias memeriahkan hari kemerdekaan melalui kegiatan positif […]

  • Img 20250915 054753

    Kejurkab PBSI Kuningan 2025 Di Tutup Bupati Dian || Ajaib/ZAM ZAM pool/ Woodland Sukses Kan Acara Ini

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 148
    • 10Komentar

    ssbakuningannews.comKUNINGAN – Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) PBSI Kuningan 2025 resmi di tutup Bupati Kuningan Dr.H.Dian Rachmat Yanuar .M.,Si,Kegiatan ini dengan mengusung tema “Bersatu Meraih Prestasi & Sehat Berbulu Tangkis Menuju Kuningan Melesat”. Ajang bergengsi ini berhasil menarik 250 atlet dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kuningan yang berlaga dalam 7 kategori pertandingan, termasuk 2 kategori dewasa. Dalam laporannya, […]

  • 73ef62a7 0c6d 43a8 Bf15 F970e5c7111c

    Wabup Tuti Berikan Dukungan Semangat Pada 211 Anggota Baru Tapak Suci

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 184
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Tapak Suci Pimpinan Daerah 143 Putera Muhammadiyah Kuningan menggelar kegiatan pelantikan Siswa Tapak Suci baru se-Kabupaten Kuningan, Minggu (25/05/2025). Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH., Mkn memberikan semangat serta dukungan bagi sekitar 211 anggota baru Tapak Suci yang bergabung bersama Putera Muhammadiyah, yang berasal di berbagai Sekolah tingkat SD/MI, SMP/Mts dan SMA/MA se-Kabupaten […]

  • Img 20251020 145213

    Gugum Pimpin NPCI Kuningan, Bupati Dian: “Semoga Lahir Atlet-Atlet Tangguh dan Inspiratif”

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 95
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com | KUNINGAN – Wibawa Gumbira, S.Sos., M.Pd. atau yang akrab disapa Kang Gugum, resmi memimpin National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Kuningan periode 2025–2030. Ia dilantik bersama jajaran pengurus oleh Ketua NPCI Provinsi Jawa Barat, Hari Susanto, di Aula Bank BJB Kuningan, Senin (20/10/2025), disaksikan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, […]

  • Img 20250820 063916

    Dalam Rangka HUT RI ke-80,” Ratusan Warga Binaan Lapas Kuningan Terima Remisi

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 103
    • 2Komentar

    sabakuninganews.com.KUNINGAN – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan mendapatkan pengurangan masa hukuman atau remisi. Penyerahan remisi berlangsung pada Minggu (17/8/2025) dan diberikan secara simbolis oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Julianto Budhi […]

expand_less