Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kembali Ke Laku Patanjala ” Amanat Galunggung” Leuweung Larangan, Kawasan Hutan Yang Harus Di Jaga

Kembali Ke Laku Patanjala ” Amanat Galunggung” Leuweung Larangan, Kawasan Hutan Yang Harus Di Jaga

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
  • visibility 336
  • comment 0 komentar

sabakuningannews.com.Sebelum lahir konsep mengenai batas-batas kawasan hutan konservasi, kita telah mengenal sistem serupa yang berbasis kearifan lokal. Patanjala, salah satunya.

Patanjala mengajarkan manusia agar menjaga kawasan aliran sungai. Hal itu pun terus dilestarikan sekelompok orang hingga kini demi kelangsungan hidup.

Patanjala adalah kearifan lokal Sunda yang telah tertulis dalam naskah kuno Amanat Galunggung, ditemukan di Situs Ciburuy di kaki Gunung Cikuray, Kabupaten Garut.

Berdasarkan catatan sejarah Kerajaan Sunda, naskah-naskah Amanat Galunggung itu dibuat oleh Eyang Prabu Darmasiksa, raja di Kerajaan Sunda, abad ke-13

Patanjala berasal dari kata “patan” yang berarti air, dan “jala” yaitu sungai atau wilayah yang harus dijaga sebagai kabuyutan (situs leluhur).

Leluhur Sunda telah membagi wilayah sungai menjadi empat kawasan, yaitu walungan (sungai induk), wahangan, solokan, dan susukan atau sungai-sungai kecil.Kawasan hutan alam juga dibagi menjadi leuweung larangan, leuweung tutupan, serta leuweung baladahan.

Leuweung (hutan) larangan dan leuweung tutupan adalah area hutan yang tidak boleh dirambah untuk kepentingan apa pun. Sementara, hanya lahan baladahan yang boleh dijadikan area untuk budidaya pertanian.Dalam tradisi Sunda, kabuyutan adalah situs yang harus dipelihara dan dilestarikan.

Dalam naskah Galunggung disebutkan, siapa yang tidak bisa memelihara kabuyutan, derajatnya lebih buruk dari kulit musang yang dibuang di tempat sampah.

Menjaga kelestarianPrinsip menjaga kelestarian itu dijunjung tinggi sejumlah pegiat Patanjala saat ini. para penggiat patanjala berusaha tetap menjaga kawasan leuweung larangan, leuweung tutupan, dan lahan baladahan di seluruh wilayah khusus nya Jawa barat

Leuweung larangan adalah kawasan yang tidak perlu diintervensi oleh manusia. “Dalam konsep Patanjala, leuweung larangan ini akan pulih sendiri tanpa diurusi oleh manusia. Tugas kita adalah menjaga agar kawasan itu tidak dicampuri tangan manusia,” ungkapnya.

Leuweung larangan dan leuweung tutupan punya fungsi sebagai penghasil sumber air yang berkelanjutan selain pengendali iklim mikro.Meski begitu, pada sejumlah area yang ditetapkan leuweung larangan kerap terjadi aktivitas perambahan.

Gondrong menjelaskan, kondisi itu dalam konsep Patanjala dikenal sebagai lara atau kritis.Gondrong berpandangan bahwa dengan batas kewilayahan dari Patanjala, dirinya jadi sadar tentang hak-hak manusia di wilayah hutan alam.

Konsep hutan alam, manusia, dan makhluk di sekitarnya, harus berjalan selaras dan tidak saling mengganggu. “Dari Patanjala, kita tahu sebenarnya hak manusia itu ada di mana. Ketika manusia berusaha menyelaraskan diri dengan alam, maka alam pun akan kembali mengasihi. Saling memberi secara timbal-balik, menjadi keseimbangan dan keselarasan,” jelas gondrong

Gondrong berprinsip menjaga lingkungan sebagai bentuk kesadaran, Keseimbangan alam itu perlu dijaga karena apa yang terjadi di alam juga akan memengaruhi masyarakat.“Jika alam tidak seimbang, pada akhirnya itu juga akan menjadi penyakit di masyarakat. Bisa jadi (penyakitnya) kembali ke masyarakat dalam bentuk bencana banjir atau musibah kekeringan,” ujarnya.

Begitu pula kawasan hutan alam yang berfungsi menjadi sistem penyangga kehidupan. Kearifan lokal itu perlu dijaga sebagai pengetahuan bersama sehingga kawasan hutan tetap terjaga. ( RI)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Img 20250817 Wa0054

    Upacara HUT RI ke-80 Pemdes Bojong Berlangsung Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 319
    • 3Komentar

    sabakuningannews.com – CILIMUS. Semangat kebersamaan begitu terasa pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang digelar Pemerintah Desa Bojong, Kecamatan Cilimus.Minggu (17/8/2025). Kepala Desa Bojong, Nurul Komariyah, S.Sos memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang hadir dengan penuh antusias mengikuti jalannya upacara.“Alhamdulillah, warga Bojong sangat kompak dan penuh semangat. Ini bukti […]

  • Img 20250724 175631

    Kades Sindang Jawa’ Oom ‘ Ungkap Rasa Syukur ‘ Desa Nya Jadi Tempat TMMD ke-125

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 223
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Skala Nasional Tahun 2025 resmi dibuka pada Rabu (23/7/2025), bertempat di Lapangan Sepak Bola “Putra Mayana” Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan. Pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dengan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan […]

  • MIMPI KE DEPAN PGRI HARUS MENJADIKAN ANGGOTANYA GURU YANG PROFESIONAL, BERMARTABAT, SEJAHTERA DAN TERLINDUNGI

    MIMPI KE DEPAN PGRI HARUS MENJADIKAN ANGGOTANYA GURU YANG PROFESIONAL, BERMARTABAT, SEJAHTERA DAN TERLINDUNGI

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 395
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com. KUNINGAN. Pemilihan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan periode 2025–2030 yang akan berlangsung pada 15–16 Juni 2025, sedang ramai di perbincangkan di lingkungan PGRI bahkan di media sosial Isu yang mencuat di publik ada beberapa bursa calon yang ber edar, salah satu nya bursa calon tersebut yaitu Surya., S.,pd., M.M, kami ( […]

  • Img 20250614 211616

    Isu Penjualan Bantuan Traktor Dibantah Tegas” Pemdes Susukan & UPTD Pertanian Cipicung Angkat Bicara” Ini Jawaban Nya”

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 319
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menyalurkan sebanyak 63 unit traktor dan pompa air kepada kelompok tani di berbagai wilayah, termasuk kelompok tani Desa Susukan, Kecamatan Cipicung, yang mengelola lahan pertanian seluas 95 hektare. Namun, penyaluran pada Senin (19/5/2025) tersebut sempat diwarnai rumor tak sedap. Beredar kabar bahwa salah satu traktor bantuan […]

  • Img 20250810 164019

    Peternak Entok Asal Linggajati Ngefans Berat Sama KDM, Ingin Sekali Bertemu

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 342
    • 12Komentar

    sabakuningannews.com, CILIMUS – Menjelang purna bakti sebagai perangkat Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Fajar memilih untuk fokus menggeluti usaha beternak entok. Usaha ini ia jalani sebagai kegiatan di masa tua yang tetap bisa menghasilkan, meskipun tidak besar.Peternak Entok Asal Linggajati Ngefans Berat Sama KDM, Ingin Sekali Bertemu Awalnya, Fajar hanya memelihara beberapa ekor entok. […]

  • Kades H.Mulyadin’ Lantik Pengurus BUMDes Andayasari Yang Baru

    Kades H.Mulyadin’ Lantik Pengurus BUMDes Andayasari Yang Baru

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 371
    • 1Komentar

    sabakuningannews.com.Pemerintah Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, secara resmi melantik pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Andayasari pada hari Rabu, 21 Mei 2025, bertempat di Gedung Sacawana Balai Desa Cilimus. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Cilimus, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, Pendamping Desa serta undangan lainnya.Pelantikan ini menandai dimulainya masa kerja […]

expand_less