Mendagri Tito ” Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kuningan Melonjak Dua Digit, Terbaik di Pulau Jawa
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Kam, 30 Okt 2025
- visibility 89
- comment 0 komentar

925d9a8a7e0799d16b63d59c32ed4c7811ef38d2bbd6776d42b74e0dc1fb4ea5.0
sabakuningannews.com.KUNINGAN– Kabupaten Kuningan kembali mencuri perhatian nasional. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara khusus memberikan apresiasi atas capaian luar biasa daerah berjuluk “Kota Kuda” itu, yang mencatat pertumbuhan ekonomi menembus dua digit dan menjadi yang terbaik di Pulau Jawa.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan menunjukkan, laju pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 9,76 persen pada Triwulan I dan meningkat menjadi 10,09 persen pada Triwulan II (c-to-c) tahun 2025. Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Kuningan tumbuh 10,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 — menempatkannya di posisi teratas dalam kawasan Ciayumajakuning.
Apresiasi Mendagri Tito disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi, Senin (27/10), di mana ia menyoroti kiprah Kuningan sebagai daerah dengan kinerja ekonomi paling progresif di Jawa.
Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat
Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Akhir Rumah Tangga (RT) menjadi motor utama penggerak ekonomi. Kontribusinya mencapai 6,64 persen pada Triwulan I dan 5,72 persen pada Triwulan II (c-to-c). Secara tahunan, konsumsi rumah tangga juga tumbuh solid — 8,73 persen dan 6,22 persen masing-masing pada Triwulan I dan II.
Tren positif ini mencerminkan daya beli masyarakat Kuningan yang tetap tangguh, didukung oleh stabilnya harga kebutuhan pokok dan meningkatnya aktivitas perdagangan lokal. Meski terjadi sedikit perlambatan di triwulan kedua, konsumsi masyarakat tetap menjadi pondasi kokoh perekonomian daerah.
Investasi Mulai Bergairah, Kepercayaan Investor Menguat
Tak hanya konsumsi, aktivitas investasi juga menunjukkan geliat positif. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 1,91 persen pada Triwulan I dan 2,20 persen pada Triwulan II (c-to-c), dengan pertumbuhan tahunan mencapai 8,15 persen dan 10,90 persen.
Kinerja ini menandakan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Kuningan. Sektor konstruksi, perdagangan, serta UMKM menjadi penopang utama. Selain itu, proyek infrastruktur publik dan sektor properti turut memperkuat arus investasi di daerah.
Belanja Pemerintah Masih Terbatas, Tapi Diproyeksikan Meningkat
Meski mencatat kontraksi -0,78 persen pada Triwulan I dan -0,75 persen pada Triwulan II, konsumsi pemerintah diproyeksikan meningkat pada semester kedua 2025. Rendahnya realisasi belanja di awal tahun dipicu oleh proses penyesuaian program dan mekanisme anggaran. Namun, percepatan belanja publik di paruh kedua tahun ini diyakini akan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.
Ekspor dan Produksi Lokal Menguat
Komponen ekspor netto dan perubahan inventori juga tumbuh signifikan. Dari 26,02 persen pada Triwulan I menjadi 39,11 persen pada Triwulan II (Y-on-Y). Kinerja ini menunjukkan perbaikan perdagangan luar daerah dan peningkatan kapasitas produksi pelaku usaha lokal.
Program 100 Hari Kerja Dorong Ekonomi Daerah
Salah satu faktor penting di balik lonjakan pertumbuhan ekonomi ini adalah implementasi Program 100 Hari Kerja Bupati Kuningan, yang terbukti memberi dampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Program tersebut mencakup perbaikan infrastruktur jalan, subsidi pupuk, distribusi benih padi gratis, penebaran bibit ikan, operasi pangan murah, stabilisasi harga, bantuan stimulan bagi PKL, hingga penciptaan lapangan kerja baru. Langkah cepat ini berhasil menggerakkan ekonomi rakyat dan memperkuat kepercayaan pelaku usaha.
Bupati Dian: “Kita Tidak Mengejar Statistik, Tapi Kesejahteraan”
Menanggapi capaian gemilang ini, Bupati Kuningan Dian menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mempercepat belanja publik dan memperkuat sektor riil.
“Kita tidak sedang mengejar statistik, tapi kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi yang sejati adalah ketika rakyatnya tersenyum, bukan hanya grafiknya yang naik,” tegas Bupati Dian dengan semangat.
Prospek Cerah Hingga Akhir Tahun
BPS memperkirakan tren positif ini akan berlanjut hingga akhir 2025. Dengan meningkatnya realisasi proyek infrastruktur daerah dan masuknya investasi baru, perekonomian Kuningan diyakini akan terus berada di jalur ekspansif.
Dengan kinerja mengesankan tersebut, Kabupaten Kuningan kini bukan hanya menjadi contoh sukses pemulihan ekonomi di Jawa Barat, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi daerah di Indonesia.(*)
- Penulis: sabakuningannews


Saat ini belum ada komentar