Jaga Sumber Mata Air Di Hulu Cai Cilimus ” 1000 Pohon Di Tanam Di lereng Gunung Ciremai
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Jum, 13 Feb 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar

Img 20260213 084024
sabakuningannews.com. SETIANEGARA– Upaya menjaga kelestarian alam terus digelorakan. Sebanyak 1.000 pohon ditanam di lereng , tepatnya di wilayah Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (12/2/2026).
Penanaman dilakukan di beberapa titik strategis yakni Kapunduan, Curug Ceret, Hulu Cai Cilimus, dan Manggung. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemdes Setianegara, mahasiswa KKN 17 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sapu Jagat Setianegara, Paguyuban Silihwangi Majakuning, serta unsur TNI.
Kepala Desa Setianegara, Nani Sumarni, menyampaikan bahwa pohon yang ditanam merupakan jenis pohon endemik dan pohon buah-buahan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar Gunung Ciremai tetap lestari. Di lokasi tersebut terdapat sumber mata air yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ketua KKN 17 UGJ, Cerina Salsabila, didampingi Wakil Ketua Adrian Fahrio, menjelaskan bahwa kegiatan reboisasi di sekitar mata air merupakan salah satu program kerja tematik mahasiswa.
“Harapan kami, kehadiran mahasiswa bisa membantu masyarakat Setianegara, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KTH Sapu Jagat Setianegara, Japar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program lanjutan yang berkelanjutan.
“Ini bentuk kepedulian kita terhadap hutan. Kita punya kewajiban melakukan regenerasi penghijauan agar manfaatnya bisa dirasakan banyak orang. Kami memilih kawasan Curug Ceret karena di sana terdapat sumber mata air yang menghidupi tiga desa,” jelasnya.

“Kalau orang Sunda bilang, kalau berbasis proyek mah pasti ‘jeblur’, pohon tidak akan hidup. Kami berkomitmen untuk pemeliharaan jangka panjang,” tegasnya.
Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, Mandar Jumat Arif, S.Hut, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukti kepedulian generasi muda dalam menjaga dan melestarikan hutan. Di kawasan terdapat fungsi pengawetan, perlindungan, dan pemanfaatan yang harus dijaga bersama,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap kelestarian alam
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Dadan Taufiq F., S.Hut., S.H., M.H., M.Kn, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama (MoU) antara UGJ dan KTH Sapu Jagat.
“Ini bagian dari program kerja tematik mahasiswa UGJ di Setianegara. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi lintas elemen dalam penanaman di sekitar mata air. Terima kasih kepada KTH Sapu Jagat yang telah membimbing mahasiswa kami dalam kegiatan bertema lingkungan ini,” tuturnya.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, penanaman 1.000 pohon ini diharapkan menjadi langkah nyata menjaga kelestarian lereng Gunung Ciremai sekaligus memastikan sumber mata air tetap mengalir untuk generasi kini dan mendatang.(RI)
- Penulis: sabakuningannews



Saat ini belum ada komentar