” SAH , Dapur MBG di Cilebak Segera Beroperasi, Wabup Tuti Resmi Me Launching, Dilanjut Tradisi Kumandangkan Adzan Bersama
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sab, 21 Feb 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar

Img 20260222 045610
sabakuningannews.com.CILEBAK – Penantian panjang tujuh desa terpencil di Kecamatan Cilebak akhirnya terjawab. Program strategis Presiden Prabowo Subianto melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) kini resmi hadir di wilayah tersebut. Dapur MBG Cilebak secara resmi dilaunching oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH., M.Kn., dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.
Kehadiran dapur MBG ini menjadi angin segar bagi para siswa, balita, lansia, hingga masyarakat di tujuh desa yang selama ini menantikan akses program pemenuhan gizi tersebut. Pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan kecamatan terus berupaya mencari lokasi strategis yang representatif. Berkat kolaborasi dan dukungan masyarakat, eks bangunan Kantor Kecamatan Cilebak yang sudah lama tidak difungsikan akhirnya disulap menjadi dapur MBG.
Berlokasi di titik Bengkok Desa Cilebak, bangunan tersebut kini resmi difungsikan sebagai pusat pengolahan makanan bergizi gratis bagi warga.
Kepala Desa Cilebak, Sapja, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya kepada Wakil Bupati Tuti Andriani yang telah meresmikan dapur MBG di wilayahnya.

“Ini yang sudah lama kami nantikan. Dengan hadirnya MBG, kami yakin asupan gizi anak-anak kami akan lebih terpenuhi dan berdampak baik bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tuti Andriani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan kecamatan yang telah menyediakan tempat serta mendukung penuh realisasi program tersebut.
“Terima kasih atas kolaborasi semua pihak. Ketika dapur ini mulai berjalan, mohon perhatian serius terhadap pengelolaan limbah, sampah, dan IPAL. Kualitas makanan juga harus terus dijaga. Semoga kehadiran dapur MBG ini mempererat keguyuban warga Desa Cilebak,” pesannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yayasan selaku pengelola dapur yang telah berkontribusi mewujudkan program ini.
Pemilik yayasan, Kang Dani, turut mengungkapkan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah.
“Tanpa kerja sama semua pihak, dapur MBG ini tidak akan terwujud. Kami berharap keberadaan dapur ini juga dapat menjadi tambahan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta memberi dampak positif bagi Kecamatan Cilebak,” ungkapnya.
Prosesi launching berlangsung penuh makna. Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan tradisi mengumandangkan adzan secara bersama-sama, kemudian sholat berjamaah dan sholat tarawih. Momen tersebut menjadi simbol bahwa program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan juga wujud kebersamaan dan ikhtiar kolektif membangun generasi sehat dan kuat dari pelosok desa.
Dengan resmi beroperasinya Dapur MBG Cilebak, harapan baru tumbuh di wilayah terpencil ini—bahwa akses gizi yang layak bukan lagi impian, melainkan kenyataan yang mulai dinikmati masyarakat. (RI)
- Penulis: sabakuningannews



Saat ini belum ada komentar