Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Ini Hasil Pertemuan Tertutup Bupati dan Kades Penyangga ” Bahas Zona Tradisional

Ini Hasil Pertemuan Tertutup Bupati dan Kades Penyangga ” Bahas Zona Tradisional

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar

sabakunigannews.com.KUNINGAN – Menggantungnya Kepastian Hukum Petani Getah Pinus di zona tradisional kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai akhirnya sampai di meja Bupati Kuningan.

Selasa, 24 Februari 2026, puluhan petani didampingi Kepala Desa penyangga bergerak menuju pendopo, memenuhi undangan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, pertemuan ini diagendakan berlangsung mulai pukul 14:00 WIB.

Bagi petani, ini merupakan kesempatan langka untuk menyuarakan aspirasi, harapan terbentuknya Perjanjian Kerjasama (PKS) Konservasi dan pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) getah, yang tersendat di meja Balai TNGC sekitar 5 tahun terakhir.

Semangat puluhan petani getah untuk mengadukan kepastian hukum secara langsung kepada Bupati, terbatas oleh waktu dan tempat. Sehingga hanya 10 perwakilan yang dizinkan masuk, yaitu perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) HHBK getah pinus, dan 5 Kepala Desa dari 13 KTH se-Kuningan.

Pertemuan berlangsung tertutup, sekira 2 jam aspirasi ini disampaikan, berakhir hingga sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Sejumlah awak media menunggu hasil pertemuan tertutup ini. Namun sayang, tak ada sesi wawancara bersama Bupati setelah pertemuan itu. Padatnya agenda Dr H Dian Rachmat Yanuar, membuat orang nomor satu di Kuningan ini segera beranjak menuju agenda lain.

Meski demikian, konferensi pers bisa digelar bersama perwakilan Kepala Desa, mereka tampil sebagai juru bicara, menyampaikan hasil diskusi sekaligus meluruskan berbagai isu yang berkembang. Termasuk isu ada Demo di pendopo, itu tidak benar!. Kehadiran puluhan petani duduk menunggu diteras bangunan bersejarah tersebut, merupakan bentuk kesabaran warga, dan harapan hasil diskusi membawa kabar menggembirakan.

Dari sudut pandang para kepala desa, kedatangan mereka bukan untuk menekan pemerintah, tetapi memastikan negara hadir, memberi kepastian hukum kepada masyarakatnya.

Kepala Desa Puncak, Tatang Mustofa, menyebut pertemuan itu sebagai langkah awal yang konstruktif.

“Alhamdulillah kami diterima dengan baik. Insyaallah Pak Bupati akan sama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tentu keputusan mengikuti regulasi dari pusat sampai kementerian. Kami berharap PKS ini bisa segera terbit,” ujarnya.

Menurut Tatang, para kepala desa hadir karena menerima undangan resmi. Mereka ingin menyampaikan langsung bahwa yang diperjuangkan bukan perluasan aktivitas, melainkan legalitas atas praktik yang sudah berjalan turun-temurun.

Kepala Desa Pasawahan, Nurpin, mengungkapkan dalam pertemuan tersebut Bupati menegaskan posisinya berada di tengah pro dan kontra yang berkembang, ‘NETRAL’.

“Beliau menyampaikan posisinya netral karena memang ada pro dan kontra. Tapi beliau siap mengawal apabila PKS itu turun. Domain keputusan ada di kementerian melalui Balai TNGC, dan beliau akan mengawal prosesnya,” kata Nurpin.

Ia juga telah menyuarakan seluruh prosedur administratif telah ditempuh, termasuk surat rekomendasi dari Desa kepada Petani yang telah diverifikasi.

“Menurut kami ini sudah di titik akhir. Kami tinggal menunggu PKS saja. Semua tahapan regulasi sudah kami lalui bersama teman-teman KTH,” tegasnya.

Lebih jauh, Nurpin menyebut Bupati berencana melakukan komunikasi langsung dengan pihak TNGC untuk meminta kejelasan progres. Langkah itu dinilai penting agar tidak terjadi konflik horizontal di tengah masyarakat penyangga.

Kepala Desa Cisantana, Ano Suratno, memandang persoalan ini bukan sekadar urusan administratif, tetapi juga soal stabilitas sosial.

“Prinsipnya pemerintah daerah akan mengawal proses ini sampai masyarakat mendapatkan kepastian hukum. Jangan sampai ada ruang abu-abu yang menimbulkan gesekan antara pemerintah, penggiat lingkungan, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ano, kondisi abu-abu itulah yang selama ini memicu stigma negatif terhadap penyadap getah. Padahal, aktivitas tersebut berada di zona tradisional yang secara regulasi memang mengakomodasi hak masyarakat penyangga.

Ia juga mengajak semua pihak menjaga kondusivitas. Pihaknya berterimakasih kepada petani yang sudah bersabar menghadapi gelombang penolakan dari pihak luar, petani tak termakan provokasi seperti itu.

“Kita semua harus bersabar dan mengikuti aturan yang ada. Kami berharap media memberitakan secara berimbang agar tidak ada pihak yang merasa disudutkan,” katanya.

Secara argumentatif, persoalan ini memperlihatkan tantangan klasik tata kelola kawasan konservasi, bagaimana menjaga kelestarian tanpa memutus mata pencaharian yang telah mengakar secara historis. Para kepala desa menegaskan, jumlah penyadap tidak besar dan aktivitasnya berada dalam kerangka kemitraan konservasi, bukan eksploitasi liar.

Pertemuan tertutup di Pendopo diharapkan menjadi sinyal, pemerintah daerah mulai mengambil peran sebagai penengah. Meski keputusan akhir berada di tingkat kementerian melalui BTNGC, komitmen pengawalan dari kepala daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat keputusan Perjanjian Kerjasama.

Diberitakan sebelumnya, Kemitraan Konservasi bersama masyarakat di TNGC, memiliki landasan hukum yang jelas dan kuat jika dilaksanakan. Yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.43/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 Tahun 2017 tentang Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Kemudian Peraturan Direktur Jenderal KSDAE Nomor P.6/KSDAE/SET/KUM.1/6/2018 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Aturan juga diperkuat dengan keberadaan Zona Tradisional di Ciremai. (*)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Img 20251022 114319

    Hari Santri 2025, ” Bupati Dian Beri Kado Istimewa || 5000 Santri Dapat Beasiswa

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 247
    • 4Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Ribuan santri dengan sarung dan peci memenuhi halaman Setda Kabupaten Kuningan, Rabu (22/10/2025). Nuansa religius dan kebanggaan tampak menyelimuti udara saat Kabupaten Kuningan memperingati Hari Santri Nasional 2025. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bertindak sebagai pemimpin upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen […]

  • Img 20260303 204851

    SPPG Gunung Keling Layak Jadi Percontohan IPAL Dapur MBG, Komitmen Jaga Lingkungan

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 44
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.CIGUGUR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) gunung Keling kecamatan cigugur dinilai layak menjadi percontohan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk dapur Program Makan Bergizi (MBG). Keberadaan sistem IPAL yang tertata rapi dan berfungsi optimal menjadi bukti keseriusan pengelola dalam menjaga standar kebersihan sekaligus kelestarian lingkungan. Di lokasi dapur MBG gunung Keling , tampak tangki […]

  • Img 20260216 122800

    Musda XVII KNPI Kuningan Dorong Regenerasi Berkualitas dan Kepemimpinan Solutif

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 42
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN — Musyawarah Daerah (Musda) XVII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan menjadi momentum strategis dalam mendorong regenerasi kepemimpinan pemuda yang lebih berkualitas, solutif, dan berbasis data. Forum tertinggi organisasi kepemudaan ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin lima tahunan, tetapi menjadi titik tolak penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah. Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) […]

  • Img 20251221 Wa0052

    Libur Nataru, Obyek Wisata Woodland Diserbu Wisatawan Lokal hingga Mancanegara

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 121
    • 1Komentar

    sabakuninganews.com.CILIMUS – Masa libur sekolah yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Kuningan. Salah satu destinasi favorit, Obyek Wisata Woodland yang berlokasi di Jalan Raya Ragasakti, Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, tampak dipadati pengunjung dari berbagai daerah sejak pagi hari. Antrean panjang kendaraan dan pengunjung terlihat di pintu masuk […]

  • Img 20250615 072833

    Kotoran Hewan Jadi Masalah ” Ini Solusi Pemkab Kuningan”

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 341
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan mengambil langkah strategis dalam mengatasi persoalan lingkungan akibat limbah kotoran hewan (kohe) sapi. Sabtu (14/6/2025), Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si meninjau langsung operasional pabrik pengolahan kohe menjadi pupuk organik di Desa Cihideunghilir, Kecamatan Cidahu. Kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Peternakan […]

  • 925d9a8a7e0799d16b63d59c32ed4c7811ef38d2bbd6776d42b74e0dc1fb4ea5.0

    Mendagri Tito ” Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kuningan Melonjak Dua Digit, Terbaik di Pulau Jawa

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 194
    • 2Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN– Kabupaten Kuningan kembali mencuri perhatian nasional. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara khusus memberikan apresiasi atas capaian luar biasa daerah berjuluk “Kota Kuda” itu, yang mencatat pertumbuhan ekonomi menembus dua digit dan menjadi yang terbaik di Pulau Jawa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan menunjukkan, laju pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 9,76 […]

expand_less