GPM Padaringan Edisi Ke-4 Digelar di Babakanreuma, Wabup Tuti: Stabilitas Harga Harus Hadir hingga Desa
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Kam, 26 Feb 2026
- visibility 25
- comment 1 komentar

Img 20260226 122408
sabakuningannews.com.KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Padaringan edisi ke-4 di Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung. Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan selama bulan suci Ramadan serta menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wahyu Hidayah, Camat Sindangagung Devi Ardeni, unsur perangkat daerah, distributor, petani, hingga masyarakat setempat yang tampak antusias memanfaatkan pasar murah tersebut.
Dalam sambutannya, Wabup Tuti menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam menghadapi dinamika harga pangan, terutama saat Ramadan di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
“Stabilitas harga bukan hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga harus hadir di desa-desa. Daya beli masyarakat harus tetap terjaga agar Ramadan dapat dijalani dengan tenang dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, GPM Padaringan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta para petani dan pelaku usaha lokal. Sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga intervensi yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.
“Ini bukan dibagikan gratis, tetapi dijual dengan harga adil dan terjangkau. Kita ingin menjaga keseimbangan pasar sekaligus menjaga martabat masyarakat,” tegasnya.
Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah MELESAT yang menitikberatkan pada sistem pangan terencana, pemberdayaan pelaku usaha lokal, keberlanjutan rantai pasok, penguatan nilai keagamaan, serta ketangguhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wahyu Hidayah mengungkapkan bahwa Babakanreuma menjadi titik keempat pelaksanaan GPM Padaringan. Ia memaparkan selisih harga yang cukup signifikan dibanding harga pasar.
Telur ayam dijual Rp29.500 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar sekitar Rp32.000. Daging sapi dijual Rp120.000 per kilogram, sementara harga pasar menyentuh Rp150.000 per kilogram.
“Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Biasanya menjelang Ramadan harga mulai merangkak naik. Maka pemerintah hadir memberikan stimulan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Selama Ramadan, Pemkab Kuningan merencanakan sedikitnya 15 kali pelaksanaan GPM di 15 kecamatan secara bergiliran. Bahkan, satu titik tambahan akan digelar di Pendopo pada 12 Maret mendatang guna menjangkau masyarakat yang belum terlayani.
Kepala Desa Babakanreuma, H. Dajat, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Babakanreuma, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Mudah-mudahan kegiatan pasar murah ini benar-benar memberi manfaat bagi warga kami,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Gerakan Pangan Murah Padaringan diharapkan menjadi instrumen nyata pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan daya beli masyarakat Kabupaten Kuningan selama Ramadan. (*)
- Penulis: sabakuningannews



That’s a great point about accessibility in game design! It’s cool to see tools like AI Nano Banana making powerful image editing available on any device – truly democratizing creative control. Simplifying complex tasks is key!
1 Maret 2026 9:12 am