Masa Depan Jawa Barat ” Kuningan Siap Sebagai Penopang Hijau Kawasan Rebana
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Jum, 27 Feb 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar

Img 20260227 Wa0053 750x500 1
sabakuningannews.com.BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya sebagai wilayah penopang hijau dalam pengembangan Kawasan Rebana. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama tujuh kepala daerah dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/2/2026).
Kehadiran Bupati Dian dalam forum strategis tersebut menandai posisi penting Kabupaten Kuningan sebagai bagian dari tujuh daerah penopang Kawasan Rebana, bersama Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Sumedang.
Kawasan Rebana diproyeksikan menjadi koridor ekonomi masa depan Jawa Barat dengan potensi pengembangan industri lebih dari 43 ribu hektare. Dukungan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Kertajati semakin memperkuat kawasan ini sebagai magnet investasi global sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Namun di tengah derasnya arus industrialisasi, Kuningan hadir dengan karakter berbeda: sebagai daerah konservasi dan paru-paru kawasan timur Jawa Barat. Hal tersebut bahkan disinggung langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi dalam sambutannya.
“Saya tahu jumlah pohonnya lebih banyak daripada jumlah uangnya. Tapi lebih baik jumlah pohonnya lebih banyak. Nanti suatu saat jumlah uang akan sama dengan jumlah pohon,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta forum.
Pernyataan tersebut menegaskan peran vital Kuningan sebagai wilayah penyangga ekologis. Bupati Dian menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen menjaga kelestarian hutan dari praktik illegal logging dan perambahan, sekaligus memastikan pembangunan tetap berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Menjaga Ciremai dan kawasan hutan adalah tanggung jawab kami. Pembangunan boleh tumbuh, tetapi hutan dan sumber air harus tetap lestari. Itulah fondasi masa depan Kuningan dan Rebana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan arah pembangunan daerah difokuskan pada pengembangan industri ramah lingkungan, penguatan agroindustri, pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami menyiapkan SDM yang kompeten melalui penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja. Masyarakat Kuningan harus menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi Rebana,” tambahnya.
Sejauh ini, Kawasan Rebana telah mencatatkan realisasi investasi bernilai puluhan triliun rupiah dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Dengan sinergi yang terbangun antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Kabupaten Kuningan optimistis mampu berperan aktif mewujudkan keseimbangan antara akselerasi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Rebana pun diharapkan tumbuh bukan hanya sebagai pusat industri, tetapi juga sebagai model pembangunan hijau berkelanjutan di Jawa Barat — di mana pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam berjalan beriringan. (*)
- Penulis: sabakuningannews



Saat ini belum ada komentar