“Jembatan Gantung Kirana Membentang, Kini Anak-Anak Galaherang Tak Perlu Menyeberang Sungai Lagi”
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sen, 27 Okt 2025
- visibility 126
- comment 0 komentar

Img 20251027 202642
sabakuningannews.com.KUNINGAN — Warga Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, kini bisa tersenyum lega. Setelah sekian lama harus melintasi sungai untuk beraktivitas, kini sebuah jembatan megah bernama Jembatan Gantung Kirana resmi membentang indah di atas aliran sungai Citarum
Serah terima jembatan sepanjang 120 meter ini digelar dengan penuh haru dan kebanggaan. Hadir dalam acara tersebut wakil bupati Kabupaten Kuningan, Tuti Andriani ,Yayasan Harmoni Nusa, Yayasan 10 11 X Putra Peduli, serta masyarakat Desa Galaherang yang antusias menyambut peresmian infrastruktur yang telah lama dinanti.
Kepala Desa Galaherang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terwujudnya jembatan ini.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung penuh pembangunan ini, juga kepada Yayasan 10 11X dan Harmoni Nusa yang luar biasa membantu kami. Insya Allah jembatan ini membawa manfaat besar, terutama untuk meningkatkan ketahanan pangan desa kami. Saya sangat bahagia,” ungkapnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Kirana diinisiasi oleh Yayasan Harmoni Nusa bersama Yayasan 10 11 X Putra Peduli sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan terhadap masyarakat pelosok yang masih minim akses infrastruktur.
Ketua Yayasan 10 11 X Putra Peduli, Erik, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini murni berlandaskan semangat kemanusiaan.

“Visi misi kami adalah memperbaiki kehidupan rakyat melalui pembangunan yang melampaui batas. Tidak ada agenda politik di balik proyek ini. Semua murni dari donatur dan teman-teman yang peduli,” ujarnya.
“Hari ini kami serahkan jembatan Kirana kepada pemerintah desa dan warga sekitar. Kami berharap jembatan ini dijaga dan dirawat agar terus bermanfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Iip Saepul Bahri dari Yayasan Harmoni Nusa menjelaskan bahwa meski pembangunan belum rampung 100%, jembatan sepanjang 120 meter ini sudah bisa digunakan masyarakat dengan aman
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif sosial yang dilakukan kedua yayasan tersebut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Harmoni Nusa dan Yayasan 10 11 X Putra Peduli atas kontribusinya melalui CSR pembangunan Jembatan Gantung Kirana,” ujar Tuti.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung dua titik, tapi juga penghubung harapan, semangat, dan masa depan. Kini anak-anak bisa lebih aman berangkat ke sekolah, petani lebih mudah membawa hasil panen, dan akses ekonomi masyarakat pun semakin terbuka,” tambahnya.
Beliau menekankan bahwa pembangunan ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia swasta, yang mampu menghadirkan perubahan positif di tengah keterbatasan anggaran.
Jembatan Gantung Kirana menjadi simbol pencerahan dan kebangkitan bagi masyarakat Desa Galaherang. Dengan terbukanya akses antarwilayah, aktivitas pendidikan, pertanian, dan ekonomi warga kini semakin lancar.
Lebih dari sekadar infrastruktur, Jembatan Kirana adalah penghubung masa depan — membawa cahaya harapan bagi generasi yang akan datang di pelosok Kuningan. Ri
- Penulis: sabakuningannews


Saat ini belum ada komentar