Program Penanaman Pohon Pisang Sangat Menjanjikan ” Ini Kata Wakil Bupati Tuti Andriani 👉👉👉
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- visibility 669
- comment 3 komentar

Img 20251218 Wa0039
sabakuninganews.com. KUNINGAN – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menjawab kebutuhan penyediaan bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG), mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya BSD berkolaborasi dengan CV Berkah Jaya Banana melakukan pertemuan dan diskusi (sounding) bersama Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, guna menggali potensi pengembangan komoditas pisang di Kabupaten Kuningan.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa Prasetiya Mulya memaparkan hasil temuan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menunjukkan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki lahan produktif yang sangat cocok untuk budidaya pisang skala besar.
Mahasiswa Prasetiya Mulya BSD, Eloy, menyampaikan bahwa pihaknya melihat peluang besar pengembangan pisang sebagai bagian dari program ketahanan pangan daerah sekaligus penopang kebutuhan MBG.
“Berdasarkan hasil temuan KKN kami, Kabupaten Kuningan memiliki potensi lahan yang sangat cocok untuk ditanami pisang. Hari ini kami berdiskusi dengan Wakil Bupati Kuningan untuk membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Daerah, dengan sasaran utama pengembangan melalui BUMDes,” ujar Eloy.
Ia menjelaskan, komoditas pisang dinilai strategis karena dapat menjadi bagian dari rantai pasok ketahanan pangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Dari hasil diskusi tersebut, mahasiswa dan mitra mendapatkan respons positif dari Wakil Bupati.

“Alhamdulillah ada titik terang. Ibu Wakil Bupati Tuti Andriani sangat mendukung program ini, bahkan beliau menyatakan siap membuka lahan pribadinya untuk ditanami pohon pisang,” ungkap Eloy.
Tak hanya itu, Wakil Bupati Kuningan juga berkomitmen membantu mensosialisasikan program ini kepada BUMDes agar memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk penanaman pisang, sehingga ke depan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi BUMDes sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Sementara itu, Direktur Utama CV Berkah Jaya Banana, Antonius Tono, mengungkapkan bahwa hasil pertemuan tersebut memberikan dukungan konkret bagi pengembangan pisang sebagai komoditas unggulan ketahanan pangan di Kuningan.
“Kami mendapatkan dukungan penuh dari Wakil Bupati Kuningan, khususnya untuk penanaman pisang. Apalagi kebutuhan dapur MBG di Kabupaten Kuningan saat ini mencapai sekitar 50 ton pisang per minggu, sementara kapasitas lahan yang ada baru sekitar 40 hektare dan baru bisa panen pada Januari tahun depan,” jelas Antonius.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kuningan masih membutuhkan penanaman pisang dalam skala yang jauh lebih besar agar mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus menjadikan Kuningan sebagai ikon dan pemasok pisang terbesar.
Ia menambahkan, Wakil Bupati juga berencana mengajak BUMDes-BUMDes potensial untuk duduk bersama merancang program penanaman pisang yang akan dimasukkan dalam perencanaan tahun anggaran 2026.
Dalam kerja sama ini, CV Berkah Jaya Banana akan berperan sebagai penyedia bibit, pendampingan teknis penanaman hingga masa panen, serta menjamin pembelian hasil panen.
“Petani dan BUMDes tidak perlu lagi khawatir soal pasar. Kami siap membeli hasil panen secara transaksional. Kami ingin petani fokus menanam dan meningkatkan kualitas produksi,” tegas Antonius.
Kolaborasi antara mahasiswa, dunia usaha, dan pemerintah daerah ini diharapkan menjadi model sinergi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan desa, serta mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kuningan.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menyatakan Pemerintah Kabupaten Kuningan sangat mendukung kolaborasi antara mahasiswa, pelaku usaha, dan BUMDes dalam penguatan ketahanan pangan daerah.
“Kabupaten Kuningan memiliki potensi lahan yang sangat baik untuk pengembangan komoditas pisang. Ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional dan kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus kita siapkan secara berkelanjutan,” ujar Tuti Andriani.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap membuka ruang kerja sama, termasuk mendorong BUMDes agar memanfaatkan lahan produktif yang dimiliki.
“Saya mendukung penuh program ini dan bahkan siap membuka lahan pribadi untuk penanaman pisang. Ke depan, kami juga akan mengajak BUMDes-BUMDes yang potensial untuk duduk bersama merencanakan pengembangan pisang secara terstruktur pada tahun anggaran 2026,” tegasnya.
Menurutnya, pengembangan pisang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi peluang peningkatan pendapatan desa dan ekonomi masyarakat.
“Jika dikelola dengan baik dari hulu ke hilir, pisang bisa menjadi komoditas unggulan Kuningan dan mendukung kebutuhan MBG secara konsisten,” pungkasnya. (RI)
- Penulis: sabakuningannews



That’s a solid point about game accessibility! Seeing platforms like philwin ph club prioritize easy signup (like that instant verification!) & multiple deposit options is huge for Filipino players. Great analysis!
27 Desember 2025 8:16 pmNeed your trực tiếp gà chọi c1 fix now? This site has got you covered! Always reliable streaming and quick updates. Stop wasting time and start watching at trực tiếp gà chọi c1.
23 Desember 2025 12:09 amInteresting analysis! It’s smart to look beyond just luck in these games. Platforms like phlwim vip are changing the game with data-driven approaches – KYC & security are key, too! Definitely a shift towards informed play.
22 Desember 2025 6:48 pm