Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Suara Lantang Penyangga Hutan || Kami Yang jaga Hutan, Kami Yang Tanam ,Kami Yang Rawat,Kami Bukan Penjahat !!!

Suara Lantang Penyangga Hutan || Kami Yang jaga Hutan, Kami Yang Tanam ,Kami Yang Rawat,Kami Bukan Penjahat !!!

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

sabakuninganews.com.Kuningan – Slogan “Kuningan konservasi” yang kerap digaungkan di ruang-ruang resmi, suara warga desa penyangga hutan justru terdengar lirih. Mereka bukan penonton, bukan pula pengganggu kawasan. Mereka adalah penanam, penjaga, sekaligus perawat hutan. Namun hari ini, mereka merasa dipersulit di tanah yang mereka rawat sendiri.

Setelah menunggu beberapa jam hasil pertemuan Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi dengan perwakilan Kepala Desa dan Kelompok Tani Hutan di pendopo, Rabu, (25/02), Dodo Darsa seorang petani getah pinus yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH), tak mampu lagi menyembunyikan kelelahan yang ia dan rekan-rekannya rasakan. Dengan nada getir, ia menyampaikan apa yang selama ini dipendam.

“Di Kuningan ini semua tahu, Kuningan disebut kabupaten konservasi. Tapi kami yang di desa penyangga ini pelaku, pelaku konservasi di sekitar Ciremai. Kami menanam, kami yang jaga, kami yang rawat. Bahkan kalau ada kebakaran, kami pantang pulang sebelum api padam,” ujarnya.

Bagi Dodo, hutan bukan hanya hamparan pekat vegetasi pepohonan. Hutan adalah bagian dari kehidupan warga desa penyangga. Ia dan warga lainnya selama ini menanam di area eks karhutla, menjaga hutan dari kebakaran, merawatnya bertahun-tahun.

Bahkan banyak pohon pinus menyimpan sejarah, ternyata sebagian pinus di tanam warga di masa lalu. Saat kemitraan antara Pengelola Ciremai yaitu Perhutani dan Warga Desa Penyangga berjalan sangat harmonis. Namun ketika tiba waktunya meminta hak getah, mereka justru dihadapkan pada persoalan hukum yang tak kunjung jelas, ditambah stigma negarif hingga provokasi bertahun-tahun.

“Salahkah ketika kami mengambil hak getah (HHBK)? Kami yang nanam, kami yang jaga, kami yang rawat. Cuma karena ada aturan negara yang mengikat, ya tolong kasih kami baju. Baju itu apa? PKS,” tegasnya.

PKS atau Perjanjian Kerja Sama kemitraan konservasi menjadi harapan yang terus ditunggu. Dokumen itu bukan sekadar administrasi, melainkan perlindungan hukum agar masyarakat bisa bekerja tanpa rasa takut. Namun hingga kini, proses yang diajukan ke meja BTNGC berulang kali belum juga membuahkan hasil.

“Sudah terlalu lama. Kami lelah, kami capek. PKS yang kami ajukan terus-menerus belum juga jadi. Kami merasakan marah, kami emosi dengan berbagai provokasi, tapi kami bisa bersabar sampai titik ini,” ungkap Dodo berkaca-kaca.

Ia tak menampik, tak bisa berbuat banyak dengan status gantung HHBK di zona yang disediakan. Di sisi lain, kebutuhan hidup tak bisa ditunda. Penyadapan Getah Pinus di Zona Tradisional adalah satu satunya mata pencaharian, supaya ekonomi rumah tangga berjalan. Perlu diingat, ada banyak petani lain bernasib seperti Dodo Darsa tergabung sebagai anggota KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning.

“Kalau aturannya jelas dan ada, kami patuh. Tapi kalau dipersulit terus, kami harus bagaimana? Kenapa susah sekali memberikan PKS saja? Ada apa dengan TNGC? Mereka seharusnya mitra kami,” katanya, merujuk pada aturan pengelola kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Dodo menyebut, masyarakat yang bergantung pada penyadapan getah pinus bukan hanya satu dua orang. Ada sekitar 28 desa penyangga di Kuningan dan Majalengka, dengan ratusan kepala keluarga menggantungkan nafkah dari hasil hutan bukan kayu tersebut.

“Pinus itu sudah ada sebelum TNGC. Mereka (pengelola baru) tidak pernah nanam pinus. Kami yang nanam, kami yang jaga, kami yang rawat. Kenapa kami malah seperti diposisikan sebagai masalah?” ucapnya.

Ironis, perjuangan mereka, kata Dodo, sudah melewati tiga periode kepemimpinan Bupati di Kuningan. Harapan demi harapan datang dan pergi, namun kepastian hukum belum juga terbit.

“Kami sudah lelah. Sudah tiga bupati. Sampai kapan kewajiban negara mau diberikan ke kami? Kami ini bukan penjahat. Kami penjaga hutan,” tuturnya.

Bagi warga desa penyangga, konservasi bukan sekadar jargon. Mereka hidup berdampingan dengan hutan, menjaga tanpa diminta, memadamkan api tanpa diperintah. Yang mereka minta bukan keistimewaan, melainkan pengakuan dan perlindungan.

Kini, harapan kembali dititipkan pada komitmen pemerintah daerah untuk mengawal kepastian hukum petani getah pinus. Apakah negara hadir untuk mereka, atau justru menjauh ketika rakyat kecil memohon perlindungan? (*)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4b62281a0e7013bb657603c82c0b46e54d204e53b27f46a27fd4ab5ecc7d7626.0

    Upaya Cegah Stunting ” dr.Agah ” Bagikan 226.337 Saset Susu Pada Balita

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 113
    • 4Komentar

    sabakuningannews.com. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Kesehatan terus menguatkan komitmen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program pemeriksaan kesehatan terpadu dan pembagian susu khusus bagi balita stunting usia 1–5 tahun. Program ini menargetkan sebanyak 3.775 balita stunting dan dilaksanakan secara bertahap mulai 3 November hingga […]

  • Img 1243

    Potensi Kuningan ” Tampil Di Festival Saung Rahayat 2025

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 145
    • 1Komentar

    sabakuninganews.com.KUNINGAN — Festival Saung Rahayat kembali menyemarakkan Kabupaten Kuningan sebagai ruang temu kolaborasi antara akademisi, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Beragam camilan khas, kopi lokal, aneka kue, hingga permainan tradisional tersaji dalam festival yang menjadi simbol penguatan ekonomi rakyat berbasis komunitas. Festival Saung Rahayat resmi dibuka oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., […]

  • 2025070823463064

    Waspada ” Musim Pancaroba” Siklus Nyamuk Aedes Aegypti Meningkat ” Kabid SDK Dinkes Afif ‘Berikan Tips !

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 301
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN-Musim pancaroba seperti saat ini, sangat rentan dengan berbagai macam penyakit, salah satunya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Menyikapi hal itu,Kabid SDK Dinkes Kabupaten Kuningan ‘ Afif’ Menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatan kewaspadaan terhadap penyakit DBD Jadi di musim pancaroba ini harus kita giat kan lagi bahwa dengan […]

  • Img 20251212 063915

    BAZNas Kuningan Salurkan Zis Rp .5,733 M” Untuk 5.267 Mustahiq

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 143
    • 2Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN- BAZNas Kabupaten Kuningan terus menunjukkan kinerja positif dalam penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di dinas, lembaga, hingga sekolah, penyaluran ZIS tahun 2024–2025 meningkat signifikan dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketua BAZNas Kuningan, KH. Yayan, menyampaikan bahwa peran UPZ sangat strategis dalam memperluas jangkauan layanan. Tahun […]

  • Img 20250624 080052

    Promosi Wisata Lewat Video Cerita Film, Strategi Efektif Gaet Wisatawan

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 418
    • 2Komentar

    sabakuningannews com.Kuningan – Inovasi promosi pariwisata di Kabupaten Kuningan semakin kreatif. Terbaru, Anak Langit Ciremai Kolaborasi Dengan COVIDKU ( Community Video Kreatif Kuningan ) akan meluncurkan video promosi wisata yang dikemas dalam bentuk cerita film pendek. Strategi ini efektif dalam menarik perhatian masyarakat, khususnya wisatawan Video berdurasi sekitar 10 menit ini menampilkan keindahan alam Kuningan […]

  • Img 20260123 141141

    Di Gembleng Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Kepala Puskesmas, Labkesda dan Gudang Farmasi Ikuti Retreat

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 70
    • 3Komentar

    sabakuningannews.com – KUNINGANKomitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus diperkuat. Puluhan Kepala UPTD Puskesmas, Kepala Labkesda, serta pengelola Gudang Farmasi mengikuti Workshop Penguatan Sinergitas Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dikemas dalam bentuk retreat. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Buper Pasir […]

expand_less