Dinkes Kuningan Sabet Dua Penghargaan Nasional, Bukti Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Penyakit Emerging
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Jum, 27 Feb 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar

Retouch 2026022708360078 750x375 1
sabakuningannews.com.KUNINGAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan berhasil meraih dua penghargaan bergengsi tingkat nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Kamis (26/2/2026).
Penghargaan pertama diberikan atas capaian 100 persen kelengkapan dokumen rekomendasi Pemetaan Risiko Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Sementara penghargaan kedua diraih sebagai kabupaten/kota dengan capaian Pemetaan Risiko PIE terbaik Tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan oleh Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, ketepatan, dan kualitas pelaksanaan pemetaan risiko yang dilakukan secara sistematis dan komprehensif.

“Penyakit Infeksi Emerging merupakan kelompok penyakit yang kemunculannya sering terjadi secara tiba-tiba, memiliki tingkat penularan cepat, serta berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa bahkan pandemi,” ungkap dr. Edi.
Ia mencontohkan sejumlah penyakit yang masuk kategori tersebut, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), COVID-19, Polio, dan Difteri. Ancaman penyakit-penyakit ini menuntut kesiapsiagaan, deteksi dini, serta langkah pencegahan yang terencana dan terukur.
Menurutnya, kegiatan pemetaan risiko menjadi langkah strategis dalam sistem kewaspadaan dini kesehatan masyarakat. Melalui pemetaan tersebut, Dinas Kesehatan mampu mengidentifikasi potensi risiko, wilayah rentan, faktor penyebab, hingga kapasitas respons yang tersedia.
“Data dan analisis yang dihasilkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan intervensi, serta penguatan sistem surveilans di daerah,” jelasnya.

Keberhasilan Kabupaten Kuningan dalam melakukan pemetaan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu dinilai tidak lepas dari kuatnya koordinasi lintas sektor, profesionalisme sumber daya manusia, serta dukungan berbagai pihak. Kolaborasi antara perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, unsur pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem pencegahan dan kewaspadaan dini yang efektif.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan atas capaian membanggakan tersebut.
Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memperkuat sistem surveilans kesehatan serta meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap potensi ancaman penyakit infeksi emerging.
“Keberhasilan ini mencerminkan sinergi seluruh tenaga kesehatan dalam melakukan identifikasi, pemetaan, serta penyusunan rekomendasi risiko secara komprehensif dan terukur, sehingga mampu memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memperkuat ketahanan daerah. Dengan komitmen berkelanjutan, Kabupaten Kuningan diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik dalam perlindungan kesehatan masyarakat di tingkat nasional. (*)
- Penulis: sabakuningannews



Saat ini belum ada komentar