Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kembali Ke Laku Patanjala ” Amanat Galunggung” Leuweung Larangan, Kawasan Hutan Yang Harus Di Jaga

Kembali Ke Laku Patanjala ” Amanat Galunggung” Leuweung Larangan, Kawasan Hutan Yang Harus Di Jaga

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
  • visibility 221
  • comment 0 komentar

sabakuningannews.com.Sebelum lahir konsep mengenai batas-batas kawasan hutan konservasi, kita telah mengenal sistem serupa yang berbasis kearifan lokal. Patanjala, salah satunya.

Patanjala mengajarkan manusia agar menjaga kawasan aliran sungai. Hal itu pun terus dilestarikan sekelompok orang hingga kini demi kelangsungan hidup.

Patanjala adalah kearifan lokal Sunda yang telah tertulis dalam naskah kuno Amanat Galunggung, ditemukan di Situs Ciburuy di kaki Gunung Cikuray, Kabupaten Garut.

Berdasarkan catatan sejarah Kerajaan Sunda, naskah-naskah Amanat Galunggung itu dibuat oleh Eyang Prabu Darmasiksa, raja di Kerajaan Sunda, abad ke-13

Patanjala berasal dari kata “patan” yang berarti air, dan “jala” yaitu sungai atau wilayah yang harus dijaga sebagai kabuyutan (situs leluhur).

Leluhur Sunda telah membagi wilayah sungai menjadi empat kawasan, yaitu walungan (sungai induk), wahangan, solokan, dan susukan atau sungai-sungai kecil.Kawasan hutan alam juga dibagi menjadi leuweung larangan, leuweung tutupan, serta leuweung baladahan.

Leuweung (hutan) larangan dan leuweung tutupan adalah area hutan yang tidak boleh dirambah untuk kepentingan apa pun. Sementara, hanya lahan baladahan yang boleh dijadikan area untuk budidaya pertanian.Dalam tradisi Sunda, kabuyutan adalah situs yang harus dipelihara dan dilestarikan.

Dalam naskah Galunggung disebutkan, siapa yang tidak bisa memelihara kabuyutan, derajatnya lebih buruk dari kulit musang yang dibuang di tempat sampah.

Menjaga kelestarianPrinsip menjaga kelestarian itu dijunjung tinggi sejumlah pegiat Patanjala saat ini. para penggiat patanjala berusaha tetap menjaga kawasan leuweung larangan, leuweung tutupan, dan lahan baladahan di seluruh wilayah khusus nya Jawa barat

Leuweung larangan adalah kawasan yang tidak perlu diintervensi oleh manusia. “Dalam konsep Patanjala, leuweung larangan ini akan pulih sendiri tanpa diurusi oleh manusia. Tugas kita adalah menjaga agar kawasan itu tidak dicampuri tangan manusia,” ungkapnya.

Leuweung larangan dan leuweung tutupan punya fungsi sebagai penghasil sumber air yang berkelanjutan selain pengendali iklim mikro.Meski begitu, pada sejumlah area yang ditetapkan leuweung larangan kerap terjadi aktivitas perambahan.

Gondrong menjelaskan, kondisi itu dalam konsep Patanjala dikenal sebagai lara atau kritis.Gondrong berpandangan bahwa dengan batas kewilayahan dari Patanjala, dirinya jadi sadar tentang hak-hak manusia di wilayah hutan alam.

Konsep hutan alam, manusia, dan makhluk di sekitarnya, harus berjalan selaras dan tidak saling mengganggu. “Dari Patanjala, kita tahu sebenarnya hak manusia itu ada di mana. Ketika manusia berusaha menyelaraskan diri dengan alam, maka alam pun akan kembali mengasihi. Saling memberi secara timbal-balik, menjadi keseimbangan dan keselarasan,” jelas gondrong

Gondrong berprinsip menjaga lingkungan sebagai bentuk kesadaran, Keseimbangan alam itu perlu dijaga karena apa yang terjadi di alam juga akan memengaruhi masyarakat.“Jika alam tidak seimbang, pada akhirnya itu juga akan menjadi penyakit di masyarakat. Bisa jadi (penyakitnya) kembali ke masyarakat dalam bentuk bencana banjir atau musibah kekeringan,” ujarnya.

Begitu pula kawasan hutan alam yang berfungsi menjadi sistem penyangga kehidupan. Kearifan lokal itu perlu dijaga sebagai pengetahuan bersama sehingga kawasan hutan tetap terjaga. ( RI)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Img 20250725 094056

    Jum’ at Bersih,” Puluhan Satgas Baladhika Bersihkan Eceng Gondok” Ketua Beni Pun Terjun Ikut Bersihkan

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 197
    • 1Komentar

    sabakuninganmews.com.DARMA– Satgas Baladhika kembali menunjukkan kepedulian sosial dan lingkungan melalui kegiatan Bakti Sosial yang digelar di kawasan sagara cipaku Kawah Manuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, pada Jumat (25/07/2025). Dalam kegiatan ini, puluhan anggota satgas Baladhika turut serta membantu warga membersihkan eceng gondok yang menutupi permukaan air Sagara Cipaku Kawah Manuk. Ketua DPD Korpri Beni Prihayatno,.S.,Sos., […]

  • 6619607caf9f0694dd371eb9b59c152fd3b3c56a2355ca3c0c178c6431594664.0

    Lagi lagi Kasus Penganiayaan Anak Terulang Kembali ” Kini Di Desa Rajawetan” Sungguh Terlalu !!!

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 162
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.PANCALANG – Warga Desa Rajawetan, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, dibuat geram oleh seorang perempuan yang kerap menganiaya anak tirinya, sebut saja Mawar (13). Konon, penganiayaan sudah berjalan lama. Bahkan, korban kerap dijadikan budak. Di lansir dari inilahkuningan.com.” Seorang Pelaku Ialah ML (49), pendatang asal Jakarta, berstatus Ibu Tiri korban. Terakhir menganiaya diketahui warga semalam (14/5/2025) […]

  • Img 20250617 155047

    Pemda Kuningan akan berikan Reward kepada desa terbaik dan terburuk

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 388
    • 1Komentar

    sabakuningannews.com. KUNINGAN -Ke pemimpinan bupati Kuningan dan wakil bupati Kuningan banyak gebrakan gebrakan yang memukau’ Dalam membangun kabupaten Kuningan agar semakin maju dan melesat ‘ Tentu nya pemerintah daerah ingin ber sama sama membangun kabupaten Kuningan ‘ melalui desa , kecamatan,kelurahan dan kota mari bersama sama memikirkan kemajuan pembangunan daerah yang kita cintai, Tentu nya […]

  • Img 20250609 083306

    Idul Adha Tahun Ini ” Bapekis BRI Salurkan 961 Hewan Qurban

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 212
    • 1Komentar

    sabakuningannews.COM.- Jakarta – Semangat berbagi menjadi bagian dari nilai-nilai perusahaan, termasuk karyawan BRI yang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan berkurban pada perayaan Idul Adha 1446 H yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Kegiatan berkurban oleh Insan BRILiaN atau karyawan BRI tersebut dilakukan melalui Badan Kerohanian Islam (Bapekis) BRI yang kembali menyelenggarakan kegiatan pemotongan dan […]

  • Img 20250821 182437

    TMMD Skala Nasional ke-125/2025 Resmi Ditutup, Brigjen TNI A.M. Suharyadi: “Jaga dan Pelihara Hasil TMMD”

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 109
    • 1Komentar

    sabakuningannews.com, KUNINGAN – Upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Skala Nasional ke-125 Tahun 2025 wilayah Kodim 0615/Kuningan digelar di Lapangan Bola Desa Sindang Jawa, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Kamis (21/08/2025). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapok Sahli Pangdam III/SLW Brigjen TNI Albertus Magnus Suharyadi, S.I.P., M.Si. secara resmi menutup kegiatan TMMD yang telah berlangsung selama […]

  • Img 20250801 174901

    Priiitttt !!!, ” Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2025 ” Di Mulai ” Bangkit kan Kembali Persepak bolaan Kab.Kuningan

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 182
    • 2Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Para pemain berbakat dari berbagai kecamatan siap bertanding membela kehormatan wilayahnya dalam Turnamen Sepak Bola Antar Kecamatan Bupati Cup. Opening ceremony kick off berlangsung meriah di Lapangan Putra Mayana, Desa/Kec. Kadugede oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., ditandai dengan tendangan pertama sebagai simbol dimulainya turnamen pada Jumat (1/8/2025). Bupati Dian […]

expand_less