Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kembali Ke Laku Patanjala ” Amanat Galunggung” Leuweung Larangan, Kawasan Hutan Yang Harus Di Jaga

Kembali Ke Laku Patanjala ” Amanat Galunggung” Leuweung Larangan, Kawasan Hutan Yang Harus Di Jaga

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
  • visibility 337
  • comment 0 komentar

sabakuningannews.com.Sebelum lahir konsep mengenai batas-batas kawasan hutan konservasi, kita telah mengenal sistem serupa yang berbasis kearifan lokal. Patanjala, salah satunya.

Patanjala mengajarkan manusia agar menjaga kawasan aliran sungai. Hal itu pun terus dilestarikan sekelompok orang hingga kini demi kelangsungan hidup.

Patanjala adalah kearifan lokal Sunda yang telah tertulis dalam naskah kuno Amanat Galunggung, ditemukan di Situs Ciburuy di kaki Gunung Cikuray, Kabupaten Garut.

Berdasarkan catatan sejarah Kerajaan Sunda, naskah-naskah Amanat Galunggung itu dibuat oleh Eyang Prabu Darmasiksa, raja di Kerajaan Sunda, abad ke-13

Patanjala berasal dari kata “patan” yang berarti air, dan “jala” yaitu sungai atau wilayah yang harus dijaga sebagai kabuyutan (situs leluhur).

Leluhur Sunda telah membagi wilayah sungai menjadi empat kawasan, yaitu walungan (sungai induk), wahangan, solokan, dan susukan atau sungai-sungai kecil.Kawasan hutan alam juga dibagi menjadi leuweung larangan, leuweung tutupan, serta leuweung baladahan.

Leuweung (hutan) larangan dan leuweung tutupan adalah area hutan yang tidak boleh dirambah untuk kepentingan apa pun. Sementara, hanya lahan baladahan yang boleh dijadikan area untuk budidaya pertanian.Dalam tradisi Sunda, kabuyutan adalah situs yang harus dipelihara dan dilestarikan.

Dalam naskah Galunggung disebutkan, siapa yang tidak bisa memelihara kabuyutan, derajatnya lebih buruk dari kulit musang yang dibuang di tempat sampah.

Menjaga kelestarianPrinsip menjaga kelestarian itu dijunjung tinggi sejumlah pegiat Patanjala saat ini. para penggiat patanjala berusaha tetap menjaga kawasan leuweung larangan, leuweung tutupan, dan lahan baladahan di seluruh wilayah khusus nya Jawa barat

Leuweung larangan adalah kawasan yang tidak perlu diintervensi oleh manusia. “Dalam konsep Patanjala, leuweung larangan ini akan pulih sendiri tanpa diurusi oleh manusia. Tugas kita adalah menjaga agar kawasan itu tidak dicampuri tangan manusia,” ungkapnya.

Leuweung larangan dan leuweung tutupan punya fungsi sebagai penghasil sumber air yang berkelanjutan selain pengendali iklim mikro.Meski begitu, pada sejumlah area yang ditetapkan leuweung larangan kerap terjadi aktivitas perambahan.

Gondrong menjelaskan, kondisi itu dalam konsep Patanjala dikenal sebagai lara atau kritis.Gondrong berpandangan bahwa dengan batas kewilayahan dari Patanjala, dirinya jadi sadar tentang hak-hak manusia di wilayah hutan alam.

Konsep hutan alam, manusia, dan makhluk di sekitarnya, harus berjalan selaras dan tidak saling mengganggu. “Dari Patanjala, kita tahu sebenarnya hak manusia itu ada di mana. Ketika manusia berusaha menyelaraskan diri dengan alam, maka alam pun akan kembali mengasihi. Saling memberi secara timbal-balik, menjadi keseimbangan dan keselarasan,” jelas gondrong

Gondrong berprinsip menjaga lingkungan sebagai bentuk kesadaran, Keseimbangan alam itu perlu dijaga karena apa yang terjadi di alam juga akan memengaruhi masyarakat.“Jika alam tidak seimbang, pada akhirnya itu juga akan menjadi penyakit di masyarakat. Bisa jadi (penyakitnya) kembali ke masyarakat dalam bentuk bencana banjir atau musibah kekeringan,” ujarnya.

Begitu pula kawasan hutan alam yang berfungsi menjadi sistem penyangga kehidupan. Kearifan lokal itu perlu dijaga sebagai pengetahuan bersama sehingga kawasan hutan tetap terjaga. ( RI)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Img 20250810 164019

    Peternak Entok Asal Linggajati Ngefans Berat Sama KDM, Ingin Sekali Bertemu

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 353
    • 12Komentar

    sabakuningannews.com, CILIMUS – Menjelang purna bakti sebagai perangkat Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Fajar memilih untuk fokus menggeluti usaha beternak entok. Usaha ini ia jalani sebagai kegiatan di masa tua yang tetap bisa menghasilkan, meskipun tidak besar.Peternak Entok Asal Linggajati Ngefans Berat Sama KDM, Ingin Sekali Bertemu Awalnya, Fajar hanya memelihara beberapa ekor entok. […]

  • Img 20250625 100721

    SMP N 1 Cilimus Deklarasikan Diri Sekolah Bersinar ” Tolak Narkoba Sejak Dini

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 506
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.CILIMUS — Dalam semangat menjaga generasi muda dari bahaya narkoba, SMP Negeri 1 Cilimus menggelar Deklarasi Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba), Rabu (25/6). Kegiatan ini berlangsung di lapangan olah raga sekolah, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf, serta dihadiri oleh BNN kabupaten Kuningan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan di wakil kan oleh Kabid SMP ‘ […]

  • KKMI Kab.Kuningan Sukses Menggelar POSSMAD” Hasil Kan Bibit Unggul Bidang Olah Raga

    KKMI Kab.Kuningan Sukses Menggelar POSSMAD” Hasil Kan Bibit Unggul Bidang Olah Raga

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 349
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH, M.Kn menghadiri sekaligus membuka POSSMAD (Pekan Olahraga Seni dan Sains Madrasah) 2025, bertempat di MI PUI Desa Cikaso. Kamis (22/05/2025) Dalam kesempatan tersebut wabup Tuti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si. Turut hadir pula Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ahmad Hadiman […]

  • Img 20250717 Wa0040

    Satgas TMMD Kodim 0615/KNG ‘ Bantu Warga Sindang Jawa’ Dapatkan Pasokan Air Bersih” Dengan Di Bor

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 250
    • 1Komentar

    sabakuningannews.com.KADUGEDE – Memasuki minggu kedua pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) skala nasional ke-125 Tahun Anggaran 2025, Satgas TMMD Kodim 0615/Kuningan terus melaksanakan pengeboran sumur air dalam di Desa Sindang Jawa, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan. Pengeboran sumur ini direncanakan berlangsung selama 20 hari, dengan total kedalaman perkiraan mencapai 65 meter per titik. Kegiatan ini diharapkan […]

  • Img 20250724 175631

    Kades Sindang Jawa’ Oom ‘ Ungkap Rasa Syukur ‘ Desa Nya Jadi Tempat TMMD ke-125

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 224
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Skala Nasional Tahun 2025 resmi dibuka pada Rabu (23/7/2025), bertempat di Lapangan Sepak Bola “Putra Mayana” Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan. Pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dengan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan […]

  • Img 20250824 183757

    Pohon Setinggi 13 Meter Tumbang, ” Jalur Ciawigebang–Kuningan Terputus

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 240
    • 3Komentar

    sabakuningannews.com – Kuningan, Minggu (24/8/2025) – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon berukuran sekitar 13 meter tumbang di Jalan Raya Ciputat–Kapandayan, Desa Ciputat, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut sempat membuat jalur utama Ciawigebang menuju Kuningan Kota terputus total. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. […]

expand_less