Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » Upaya Cegah Stunting ” dr.Agah ” Bagikan 226.337 Saset Susu Pada Balita

Upaya Cegah Stunting ” dr.Agah ” Bagikan 226.337 Saset Susu Pada Balita

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025
  • visibility 116
  • comment 4 komentar

sabakuningannews.com. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Kesehatan terus menguatkan komitmen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program pemeriksaan kesehatan terpadu dan pembagian susu khusus bagi balita stunting usia 1–5 tahun.

Program ini menargetkan sebanyak 3.775 balita stunting dan dilaksanakan secara bertahap mulai 3 November hingga 1 Desember. Ribuan saset susu bergizi dibagikan sebagai bagian dari intervensi gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa emas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, MARS, yang diwakili oleh dr. Agah Nugraha, MKM, selaku Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan dipusatkan di dua rumah sakit rujukan, yakni RSUD 45 Kuningan dan RSUD Linggajati.

“Dari total sasaran, sebanyak 1.997 balita menjalani pemeriksaan di RSUD 45 dan 1.602 balita di RSUD Linggajati. Secara keseluruhan, layanan telah menjangkau 3.599 balita stunting, dengan total bantuan sebanyak 226.337 saset susu,” ujar dr. Agah, Rabu (24/12/2026).

Setiap harinya, kapasitas pelayanan cukup signifikan. Di RSUD 45, petugas kesehatan mampu melayani hingga 96 balita per hari, sementara di RSUD Linggajati sekitar 80 balita per hari, dengan total 21 hari pelayanan efektif. Balita yang telah menjalani pemeriksaan langsung menerima bantuan susu sebagai bagian dari intervensi gizi lanjutan.

Program ini terlaksana berkat sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, petugas gizi, bidan desa, serta pemerintah desa, yang berperan aktif merujuk balita stunting ke rumah sakit rujukan.

Setelah pemeriksaan, setiap balita sasaran menerima susu khusus stunting dengan ketentuan konsumsi 3 kali sehari (3 saset per hari) selama 21 hari berturut-turut.

Kegiatan ini secara khusus menyasar balita stunting usia di atas satu tahun hingga lima tahun, sebagai kelompok usia emas yang membutuhkan intervensi gizi berkelanjutan. Dari hasil pendataan, Kecamatan Cigandamekar dan Garawangi tercatat sebagai wilayah dengan jumlah balita stunting terbanyak dalam program ini.

Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh petugas gizi puskesmas, yang tidak hanya melakukan pemeriksaan status gizi, tetapi juga memberikan pendampingan keluarga serta edukasi pola konsumsi gizi seimbang kepada orang tua balita.

Melalui program pemeriksaan kesehatan dan pembagian susu ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap status gizi balita stunting dapat meningkat secara bertahap. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam menekan angka stunting dan mewujudkan generasi Kuningan yang sehat, kuat, dan berkualitas. (RI)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (4)

Balas Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less