Proton Super Cup” Jaring Atlet Futsal Kuningan, Menuju Liga Jabar
- account_circle RI gondrong
- calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
- comment 4 komentar
- print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Kompetisi Proton Super Cup Qualifiers 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi pembinaan dan pencarian bibit atlet futsal pelajar di Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang seleksi bagi para pemain muda untuk mendapatkan kesempatan mewakili Kabupaten Kuningan pada tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ketua Bidang Kompetisi, Aris Doray, mengatakan Kabupaten Kuningan menjadi salah satu daerah peserta dalam rangkaian kualifikasi yang digelar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
“Kebetulan di Asosiasi Provinsi Jawa Barat mengadakan kualifikasi di 27 kabupaten. Kuningan salah satu peserta di Jawa Barat. Dengan adanya Proton Super Cup Qualifiers Pelajar 2026, juara di sini nantinya akan mewakili Kabupaten Kuningan ke tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Garut,” ujar Aris.
Ia menjelaskan, kompetisi tersebut diikuti peserta dari lima kategori. Untuk kategori SD terdapat 15 peserta, SMP putri 8 peserta, SMA putri 9 peserta, SMP putra 19 peserta, serta SMA putra sebanyak 18 peserta.
Aris berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan pemain-pemain muda potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu membawa nama Kuningan ke tingkat regional hingga nasional.

“Harapannya pemain Kuningan bisa mewakili di tingkat regional maupun nasional. Nantinya akan ada pembinaan lebih khusus. Kebetulan Kuningan juga memiliki klub di Liga 1 futsal. Semoga itu menjadi salah satu wadah bagi pemain-pemain Kuningan untuk masuk kualifikasi Proton hingga ke Liga 1 atau liga profesional,” tuturnya.
Presiden Proton, Thony Indra Gunawan, menyampaikan bahwa perkembangan futsal Kabupaten Kuningan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang membanggakan.
Menurutnya, pada 2025 futsal Kuningan berhasil membuktikan diri dan mulai tampil di panggung yang lebih besar di tingkat Jawa Barat.
“Pada tahun 2025, kita Futsal Kabupaten Kuningan membuktikan dan menulis sejarah bahwa futsal Kuningan bisa ada di panggung yang lebih besar di Provinsi Jawa Barat,” kata Thony.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kuningan yang terus memberikan dukungan terhadap perkembangan futsal di daerah.
“Terima kasih saya haturkan kepada Pak Bupati yang selalu memberikan support kepada kita semua, memperbesar energi yang akan kami bawa ke pentas yang lebih besar,” ujarnya.
Thony turut meminta doa dan arahan untuk para atlet yang akan berlaga pada berbagai ajang berikutnya, termasuk Kejurda Piala Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dan Porprov 2026.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengapresiasi antusiasme masyarakat dan peserta yang memenuhi GOR dalam kegiatan tersebut.
“Saya tidak menyangka masuk ke GOR ini kok penuh. Saya kira pertandingan ini belum mencapai final, tapi tahun ini sudah seperti final saja. Mudah-mudahan pertandingan final menampilkan pertandingan terbaik,” kata Bupati.
Bupati berpesan kepada atlet yang meraih kemenangan agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, kemenangan harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan karena perjalanan seorang atlet masih panjang.
“Yang menang jangan jumawa. Yang menang jadikan motivasi untuk terus berlatih, karena ini merupakan tahap permulaan. Ada fase-fase berikutnya. Tetap berlatih. Proses tidak akan pernah mengkhianati hasil,” tegasnya.
Ia menambahkan, kedisiplinan, kerja keras, ketangguhan dan sportivitas menjadi karakter penting yang harus dimiliki seorang atlet.
Bagi peserta yang belum berhasil meraih kemenangan, Bupati berpesan agar tidak menyerah. Kekalahan harus dijadikan pengalaman sekaligus motivasi untuk kembali berlatih dan tampil lebih baik.
“Yang belum beruntung itu adalah kemenangan yang tertunda. Ini merupakan cambuk bagi kita untuk terus berlatih. Di dunia olahraga tidak boleh gampang menyerah, putus asa, atau balik kanan,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa futsal bukan sekadar permainan untuk mengejar kemenangan. Olahraga tersebut membutuhkan kerja sama tim, strategi, stamina, kecerdasan, ketangguhan serta kedisiplinan.
“Futsal merupakan permainan kolektif-kolegial. Ada strategi, ada stamina, ada ketangguhan, ada kecerdasan, dan yang terpenting kalian adalah tim yang harus bekerja sama. Tidak boleh ada yang merasa pemain bintang. Ikuti saran pelatih,” pesannya.
Menurut Bupati, futsal kini semakin diminati generasi muda Kuningan. Kehadiran Proton di Liga 1 nasional dinilai turut meningkatkan semangat atlet muda untuk menekuni olahraga tersebut.
Ia menilai Proton tidak hanya menjadi klub, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan dan penyaringan atlet-atlet muda potensial yang nantinya dapat memperkuat tim Kuningan.
“Proton telah mengangkat kebanggaan Kuningan. Selama ini mungkin futsal tidak begitu diminati, tetapi semenjak Proton masuk ke Liga 1 nasional, ini menambah spirit atlet-atlet yang lain,” ungkapnya

Kepada para atlet pelajar yang akan bertanding, Bupati berpesan agar mereka menyadari bahwa perjuangan di lapangan bukan hanya membawa nama pribadi, klub maupun keluarga, tetapi juga membawa kebanggaan Kabupaten Kuningan.
“Kalian bukan kebanggaan diri sendiri dan klub saja, tetapi sudah menjadi kebanggaan Kabupaten Kuningan. Bertanding maksimal, tampilkan yang terbaik dan tetap junjung tinggi sportivitas,” pesannya.
Bupati optimistis dari ajang Kejurda, Popda maupun berbagai kompetisi pembinaan lainnya akan lahir atlet-atlet muda yang mampu memperkuat Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi bagian dari tim nasional.
Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan pendidikan dan olahraga bagi para pelajar. Menurutnya, generasi muda harus mengembangkan kemampuan berpikir, olah rasa, olah raga, olah hati dan olah pikir.
“Olahraga merupakan salah satu faktor penentu. Selain membuat jiwa sehat dan bugar, olahraga juga membentuk karakter yang sportif, mengakui keunggulan lawan dan memperbaiki diri ketika kita masih kurang atau lemah,” pungkasnya.
Dengan berlangsungnya Proton Super Cup Qualifiers 2026, Kabupaten Kuningan diharapkan tidak hanya mampu melahirkan juara di tingkat daerah, tetapi juga mencetak generasi atlet futsal yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kuningan di tingkat Jawa Barat hingga nasional. (RI)
- Penulis: RI gondrong
- Editor: RI gondrong
- Sumber: https://sabakuninanews.com/



