Breaking News
light_mode
Beranda » Potensi Desa » Komisi IV DPRD Rosalina Devi Sambut Baik Jika Terminal Paniis Jadi Terminal Wisata Terpadu

Komisi IV DPRD Rosalina Devi Sambut Baik Jika Terminal Paniis Jadi Terminal Wisata Terpadu

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN — Jika Terminal Paniis Menjadi Terminal Terpadu di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, disambut positif Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PDI Perjuangan, Rosalina Devi Yanti, S.ST. Ia menilai keberadaan terminal terpadu dapat menjadi pintu masuk untuk mendorong geliat pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Rosalina juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-34 untuk Kecamatan Pasawahan. Ia berharap momentum tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk semakin kompak dalam membangun wilayah.

“Selamat ulang tahun kepada Kecamatan Pasawahan yang ke-34. Semoga semakin jaya, semakin sukses, dan semakin kompak masyarakatnya. Ini bukan usia yang muda lagi. Ketika masyarakatnya kompak, maka kecamatan dan desanya semakin maju,” ujar Rosalina.

Menurutnya,Jika Keberadaan terminal Wisata Terpadu dinilai dapat membuat kawasan tersebut semakin ramai, terutama dengan adanya akses kendaraan besar menuju kawasan wisata.

“Saya sebenarnya sangat senang dengan jika adanya terminal terpadu ini, Pasti nya semakin ramai, tetapi keramaiannya harus fokus kepada terminal yang nantinya menjadi tempat bermuaranya akses kendaraan,” katanya.

Rosalina membayangkan kendaraan pariwisata berukuran besar nantinya dapat dipusatkan di terminal, sementara wisatawan melanjutkan perjalanan menuju objek wisata menggunakan kendaraan lokal seperti odong-odong.

Menurut dia, konsep tersebut bukan hanya mempermudah akses wisatawan, tetapi juga dapat menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik.

“Ketika nanti aksesnya menggunakan mobil odong-odong ke tempat wisata, itu semakin menarik. Bisa menjadi tontonan anak-anak, bahkan anak-anak sekolah bisa menyambut para wisatawan ketika melewati desa-desa yang ada di Kecamatan Pasawahan,” tuturnya.

Rosalina juga memberikan perhatian terhadap keberadaan pelaku UMKM di sekitar terminal. Ia berharap ruang usaha yang tersedia dapat diprioritaskan bagi pelaku usaha asal Kecamatan Pasawahan.

“Saya harap UMKM-nya tidak dari luar Kecamatan Pasawahan. Di Kecamatan Pasawahan juga banyak UMKM, banyak gorengan, keripik-keripik, dan buah-buahan. Ketika wisatawan berkunjung ke sini, mereka bisa berbelanja produk masyarakat lokal,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan UMKM lokal akan membuat manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menilai terminal terpadu jangan hanya menjadi tempat transit wisatawan, tetapi juga harus menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Kecamatan Pasawahan.

“Dan saya rasa nanti Kecamatan Pasawahan semakin maju lagi,” katanya.

Dalam pengembangan sektor pariwisata, Rosalina juga menyoroti kebutuhan penginapan. Ia mengatakan pembangunan hotel bukan satu-satunya pilihan karena Kecamatan Pasawahan dan wilayah sekitarnya sudah memiliki potensi homestay yang dapat dikembangkan.

“Untuk penginapan seperti di Cibuntu itu sudah ada homestay. Sebenarnya kita tidak usah membangun hotel, karena kita gunakan wilayah-wilayah setempat. Di Cibuntu sudah ada homestay, kemudian di Kaduela juga bisa seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Rosalina, pengembangan homestay dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih langsung kepada desa dan masyarakat setempat.

Ia membandingkan manfaat tersebut dengan pembangunan hotel yang memang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi belum tentu seluruh tenaga kerja yang terserap berasal dari masyarakat asli Kecamatan Pasawahan.

“Ketika kita nanti membuat hotel, saya rasa itu membantu PAD, tetapi belum tentu yang bekerja adalah anak-anak asli Pasawahan,” katanya.

Selain UMKM dan homestay, Rosalina meminta agar tenaga kerja yang nantinya dibutuhkan di Terminal Terpadu Pasawahan dapat diprioritaskan bagi masyarakat setempat.

“Saya harap juga yang bekerja di terminal ini adalah anak-anak asli dari Kecamatan Pasawahan. Itu keinginan saya sebenarnya. Mudah-mudahan Pak Bupati dan jajaran terkait juga setuju dengan apa yang saya ucapkan ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemerintah desa dilibatkan dalam proses penyerapan tenaga kerja maupun pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan terminal.

Rosalina menekankan agar istilah “orang terdekat” tidak dimaknai sebagai kedekatan personal, melainkan masyarakat yang memang tinggal dan berada di wilayah sekitar.

“Kepada kepala desa juga bisa dibantu. Jangan sampai kita mengutamakan ‘terdekat’, tapi mengutamakan orang-orang terdekat di wilayah sini, bukan ‘kedekatan’. Maksud saya begitu,” tegasnya.

Ia berharap jika Terminal Terpadu Pasawahan jadi ke depan dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata, UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan ekonomi desa.

Dengan demikian, keberadaan terminal tidak hanya menjadi infrastruktur transportasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat Kecamatan Pasawahan.(Ri)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less