Ingin Jadi Terminal Wisata Terpadu, Bupati Dian Diskusi Bareng Camat & Para Kepala Desa
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Kecamatan Pasawahan diarahkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan pariwisata Kabupaten Kuningan. Pemerintah Kabupaten Kuningan mendorong pengembangan kawasan wisata secara terpadu dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengatakan, Pasawahan memiliki modal kuat untuk menjadi kawasan wisata unggulan karena hampir seluruh desa di wilayah tersebut memiliki potensi destinasi wisata.
Hal itu disampaikan Dian saat berdiskusi bersama camat dan para kepala desa di Kecamatan Pasawahan. Menurutnya, pengembangan pariwisata Pasawahan sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kuningan yang memperkuat sektor pariwisata.
“Pasawahan merupakan salah satu pusat pembangunan Kuningan ke depan. Ini selaras dengan visi Kuningan dan RPJMD Kuningan untuk memperkuat sektor pariwisata,” kata Dian.
Data yang disampaikan Bupati menunjukkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Kuningan pada 2024 mencapai hampir 3,824 juta orang. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara tercatat sekitar 224 orang dan meningkat menjadi hampir 470 orang pada 2025.

Dian menilai peningkatan tersebut menunjukkan peluang besar bagi Kuningan untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara.
“Saya mendengar dari Direktur BUMDes Iim bahwa sekarang sudah mulai banyak berdatangan wisatawan dari Malaysia dan Turki. Saya yakin ini belum apa-apa kalau kita betul-betul komitmen kuat membangun kepariwisataan Kuningan, khususnya Kecamatan Pasawahan,” ujarnya.
Menurut Dian, tantangan utama pariwisata Pasawahan bukan sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi membuat wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah.
Ia menyebut Pasawahan sudah memiliki pasar wisata. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu mengembangkan pola wisata yang saling terhubung antardesa.
“Jangan hanya datang ke Pasawahan cuma foto-foto terus langsung pulang. Di sini kita rayu bagaimana dia untuk tinggal lama di Kecamatan Pasawahan. Supaya dia belanja, supaya uangnya dibelanjakan di Pasawahan,” katanya.
Pasawahan memiliki beragam destinasi dan potensi alam, antara lain Perkemahan Paniis, Telaga Biru, Telaga Remis, Cibuntu, Balong Kambang, dan Telaga Nilem.
Dian menegaskan, Pasawahan tidak perlu mencari identitas baru karena karakter sebagai kawasan wisata sudah terbentuk. Pemerintah tinggal menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan potensi yang ada.

“Pasawahan itu tidak perlu mencari identitas baru. Sebenarnya identitas itu sudah ada. Tinggal dirawat, dikembangkan, dan kita promosikan,” tutur Dian.
Salah satu gagasan yang disampaikan Bupati adalah mengoptimalkan Terminal Pasawahan sebagai fasilitas pendukung pariwisata.
Dian meminta Camat Pasawahan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan para kepala desa untuk mengembangkan terminal tersebut sebagai rest area wisata.
“Bagaimana mulai hari ini ke depan Terminal Pasawahan kita fungsikan sebagai rest areanya. Teknis operasionalnya saya serahkan kepada Kadishub, Pak Camat, dan kepala desa, bagaimana ini supaya hidup,” ujarnya.
Konsep tersebut dapat dikembangkan dengan menghubungkan wisatawan dari terminal menuju berbagai destinasi wisata di Kecamatan Pasawahan. Dian bahkan membuka gagasan penggunaan kendaraan wisata untuk mengantarkan wisatawan berkeliling kawasan.
“Bagaimana untuk aglomerasi? Satu desa dengan desa lain saling melengkapi. Misalnya berhenti di sini, bisa tidak nanti dijemput dengan mobil terbuka untuk memasuki kawasan-kawasan wisata yang ada se-Kecamatan Pasawahan?” katanya.
Menurutnya, konsep keterhubungan antardestinasi dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dian mengingatkan bahwa pembangunan pariwisata tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur dan destinasi. Faktor manusia menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.
“Pariwisata itu tidak hanya berbicara infrastruktur, tidak hanya berbicara tentang destinasi dan promosi. Yang terpenting adalah sumber manusianya, karena pariwisata itu identik dengan karakter masyarakatnya,” tegasnya.
“Karakternya harus someah, jangan sombong sehingga wisatawan bisa datang kedua kalinya. Bentang alamnya indah, kulinernya enak dan murah-murah,” ujarnya.
Dian juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan dan keramahan merupakan faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang nyaman.
“Saya titip Kecamatan Pasawahan, jaga kebersihannya, jangan kotor. Saya titip masyarakat untuk peduli, tidak membuang sampah sembarangan. Karakternya dipertahankan untuk keramahan,” katanya
Bupati juga menyoroti Gerakan Masyarakat Menuju Pariwisata atau GEMPAR yang menjadi bagian dari semangat pengembangan pariwisata Pasawahan.
Ia berharap GEMPAR tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang konsisten.
“Saya berharap dengan adanya GEMPAR tidak hanya sekadar acara seremonial semata. Jangan sekarang dideklarasikan, pas saya pulang, sepi lagi,” kata Dian.
Ia menilai penerapan Sapta Pesona harus menjadi kebiasaan masyarakat dalam menerima wisatawan. Pasawahan perlu membangun suasana yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan mampu meninggalkan kenangan bagi wisatawan.
Dian optimistis perkembangan pariwisata akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Pariwisata memberikan side effect yang luar biasa. UMKM akan maju, homestay akan maju, kuliner akan maju. Semua sektor akan bergerak karena kedatangan para wisatawan,” ujarnya.
Dian pun meminta momentum Hari Jadi Pasawahan menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif dalam mengembangkan sektor pariwisata.
“Momentum Hari Jadi Pasawahan bisa dijadikan momentum bagi kita untuk kesadaran bersama secara kolektif memajukan Pasawahan dari sektor pariwisata,” pungkasnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-34 Kecamatan Pasawahan dan berharap seluruh masyarakat terus berkontribusi bagi kemajuan wilayah tersebut.( Ri )
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar