“Bunda Ketapang” Hj. Ela Tinjau Panen Ubi di Desa Bojong Cilimus: Bukti Nyata Upaya Pemberdayaan Petani Kuningan
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sel, 7 Okt 2025
- visibility 172
- comment 4 komentar

1 20251007 112022 0000
sabakuningannews.com – KUNINGAN.
Dalam upaya nyata memberantas kemiskinan melalui sektor pertanian, BP Taskin Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Hj. Ela Helayati, atau yang akrab disapa Bunda Ketapang, melaksanakan program peningkatan produktivitas pertanian melalui budidaya ubi jalar dan bawang merah.
Salah satu lokasi yang kini memasuki masa panen adalah lahan di Blok Pahing, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, dengan luas sekitar 1.400 meter persegi (100 bata). Setelah melalui masa tanam sekitar 120 hari, hasil panen perdana itu menjadi bukti keberhasilan kerja sama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan kelompok tani.
Turut hadir dalam kegiatan panen tersebut, Kepala Desa Bojong Hj. Nurul Komariyah, Camat Cilimus Cece Hendra Krissianto, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sanusi, Ketua DPP Bakti Taskin Sharul Zakki, serta para petani dan undangan lainnya.
Dorong Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani
Dalam sambutannya, Bunda Ketapang Hj. Ela Helayati menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas semangat gotong royong seluruh pihak yang telah terlibat dalam program ini.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat petani untuk terus mengembangkan pola budidaya yang produktif dan berkelanjutan. Panen ini bukan sekadar hasil pertanian, tapi simbol sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan kelompok tani untuk mewujudkan kemandirian pangan serta peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Hj. Ela.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, BP Taskin Pusat, Pemerintah Kecamatan Cilimus, Pemerintah Desa Bojong, serta kelompok tani atas dukungan dan kolaborasi yang baik.
“Semoga semangat gotong royong ini menjadi modal penting untuk memperluas program budidaya ubi jalar di wilayah Kabupaten Kuningan. Mari jadikan momentum ini sebagai langkah bersama menuju ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berdaya saing,” tambahnya.
Arah ke Pasar Ekspor: Hongkong dan Taiwan
Sementara itu, Ketua DPP Bakti Taskin, Sharul Zakki, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada panen lokal, namun juga diarahkan ke pasar ekspor.
“Data awal dari Dinas Pertanian menunjukkan produksi ubi jalar mencapai 26 ton per hektar. Saat ini Bunda Ela tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa eksportir. Insya Allah, awal tahun depan kita akan menjalin MOU dengan Hongkong dan Taiwan untuk ekspor ubi jalar asal Kuningan,” ungkapnya.
Pertanian Jadi Kunci Penanggulangan Kemiskinan
Dari sisi pemerintah, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan, Sanusi, mengakui bahwa sektor pertanian memiliki peran besar dalam menekan angka kemiskinan.
“Mayoritas masyarakat Kuningan adalah petani, sehingga strategi pemberantasan kemiskinan memang harus menyentuh sektor ini. Melalui kerja sama dengan BP Taskin, hasil panen ubi jalar kini terbukti meningkat. Menggunakan varietas lokal ‘Asban’, produktivitasnya bahkan bisa mencapai 66 ton per hektar,” jelasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi pertanian seperti ini, Kabupaten Kuningan terus menunjukkan langkah nyata menuju kemandirian pangan dan pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal — sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkeadilan dan berdaya saing.(RI)
- Penulis: sabakuningannews


https://shorturl.fm/KGYs1
15 Oktober 2025 5:20 amhttps://shorturl.fm/QnPex
14 Oktober 2025 5:03 pmhttps://shorturl.fm/WPYC6
13 Oktober 2025 8:59 pmhttps://shorturl.fm/lVki1
12 Oktober 2025 3:11 am