Upaya Tekan Pengangguran di Kuningan, Disnakertrans Gandeng Binalavotas Kemenaker RI
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar

Bupati Kuningan Membuka Acara Sosialisasi
sabakuningannews.com.KUNINGAN– Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka pengangguran. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), kegiatan sosialisasi Bursa Kerja dan Pemagangan dalam negeri maupun luar negeri digelar dengan menghadirkan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari 120 kepala SMA/SMK/MA yang tergabung dalam MKKS serta 80 pimpinan perusahaan dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Kabupaten Kuningan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi konkret mempertemukan dunia pendidikan, pelatihan, dan industri.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan, Toto Toharuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya membangun sinergi nyata antar stakeholder ketenagakerjaan.
“Kami ingin memastikan program ini benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja. Karena itu, kami dorong kolaborasi konkret antara sekolah, pelatihan, dan industri,” ujarnya.
Menurutnya, Disnakertrans telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai perusahaan dan LPK guna memetakan kebutuhan riil tenaga kerja, termasuk jenis keterampilan yang dibutuhkan industri saat ini.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah menyamakan persepsi dengan seluruh pihak dalam mengatasi persoalan pengangguran. Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran Sekretaris Ditjen Binalavotas Kemenaker RI, Memey Meirita Handayani, sebagai putra daerah yang membawa informasi strategis terkait peluang kerja dan pengembangan SDM.
“Kita harus memaksimalkan peluang kerja yang ada agar tidak terjadi mismatch antara tenaga kerja dan kebutuhan industri,” tegasnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Kuningan mulai dilirik investor. Hal ini menuntut kesiapan SDM yang kompeten dan sesuai standar industri. Ia mendorong sekolah kejuruan dan perguruan tinggi untuk lebih adaptif dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja.

Tak hanya itu, Pemkab Kuningan juga telah menyiapkan kawasan industri di wilayah Kuningan Timur dengan luasan representatif. Didukung Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kepastian zonasi, langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi dan membuka lapangan kerja baru.
Di sisi lain, Sesditjen Binalavotas Kemenaker RI, Memey Meirita Handayani, menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan peran utama dunia usaha dan industri.
“Industri adalah pencipta lapangan kerja. Pemerintah hadir untuk menyiapkan SDM melalui pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri,” jelasnya.
Ia juga menyatakan kesiapan Kemenaker untuk berkolaborasi dengan Pemkab Kuningan dalam mengembangkan pelatihan vokasi berbasis potensi daerah, seperti sektor pariwisata, pertanian, dan kehutanan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kuningan menegaskan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui pendekatan terpadu, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, program pemagangan, hingga fasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan pemberi kerja.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, Kuningan optimistis mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.(RI)
- Penulis: sabakuningannews









Saat ini belum ada komentar