Angka Stunting Garawangi Tertinggi, Program MBG Jadi Alternatif Solusi Cegah Stunting
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sen, 13 Apr 2026
- visibility 102
- comment 2 komentar

Kepala Puskesmas Garawangi Dr.asikin
sabakuningannews.com. GARAWANGI– Kasus stunting di Kecamatan Garawangi menjadi perhatian serius setelah tercatat mencapai sekitar 528 kasus dan menempati urutan pertama di wilayah tersebut. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral sebagai langkah strategis penanganan jangka panjang.
Kepala Puskesmas Garawangi, dr. Asikin, menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan tantangan besar ke depan yang tidak bisa dilakukan secara parsial. “Upaya pencegahan stunting harus dilakukan bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektoral yang benar-benar optimal,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai intervensi sebenarnya sudah berjalan, namun masih membutuhkan penguatan dari sisi koordinasi dan optimalisasi. Salah satunya melalui program pemberian makanan tambahan (TNT) yang selama ini menyasar gizi kurang dan berat badan rendah, meskipun dalam praktiknya juga menyentuh kelompok stunting.
“Dari total sekitar 528 kasus, lebih dari 100 sasaran sudah mendapatkan TNT. Pemberiannya bervariasi, mulai dari dua minggu hingga beberapa bulan, bahkan untuk ibu hamil bisa mencapai empat bulan. Namun karena stunting merupakan masalah gizi kronis, penanganannya harus berkelanjutan dan tidak cukup hanya dengan intervensi jangka pendek,” jelasnya.
Sebagai alternatif solusi, Program MBG (Makan Bergizi Gratis) dinilai memiliki potensi besar dalam menekan angka stunting jika dijalankan secara tepat. Program ini memungkinkan pemberian asupan gizi secara rutin, bahkan hingga lima kali dalam seminggu, dengan komposisi yang sesuai kebutuhan gizi.
“Program MBG ini sangat potensial. Jika dioptimalkan, bisa menjadi solusi berkelanjutan karena berjalan terus-menerus, tidak seperti kegiatan yang sifatnya sesaat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program CSR untuk menutup kekurangan intervensi yang belum terjangkau pemerintah. Sinergi ini dinilai penting agar program berjalan konsisten dan berdampak nyata.
Selain itu, peran masyarakat juga menjadi kunci. Melalui gerakan PKK, warga didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi, seperti menanam sayuran dan memenuhi kebutuhan protein secara mandiri.
“Mindset masyarakat juga harus berubah. Jangan hanya bergantung pada bantuan, tetapi harus mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tegasnya.
Pemerintah pun diharapkan terus mengoptimalkan program yang sudah ada, termasuk memperkuat pelaksanaan MBG melalui pengaturan menu yang tepat serta kesiapan SPPG dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat.
Dengan langkah kolaboratif dan berkesinambungan, diharapkan angka stunting di Kecamatan Garawangi dapat ditekan secara signifikan dalam kurun waktu satu tahun ke depan, meskipun tantangannya tidak mudah mengingat stunting merupakan masalah kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang.(RI)
- Penulis: sabakuningannews









Interesting read! Seeing more platforms prioritize compliance-like SG77’s PAGCOR licensing & RNG certifications-is a huge step for player trust. Is sg77 legit for responsible gaming too? Good to see transparency increasing at the tables.
20 April 2026 8:32 pmInteresting read! Seeing more platforms prioritize compliance-like SG77’s PAGCOR licensing & RNG certifications-is a huge step for player trust. Is sg77 legit for responsible gaming too? Good to see transparency increasing at the tables.
20 April 2026 8:32 pm