Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Dorongan Sekdis H.Pipin ” SMPN 1 Mandirancan Hadirkan Program “Sekolah Hijau & Dapur Sehat” yang Jadi Daya Tarik Baru

Dorongan Sekdis H.Pipin ” SMPN 1 Mandirancan Hadirkan Program “Sekolah Hijau & Dapur Sehat” yang Jadi Daya Tarik Baru

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

sabakuningannews.com.MANDIRANCAN – Tantangan untuk menciptakan identitas sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Kuningan mulai dijawab dengan langkah nyata. SMP Negeri 1 Mandirancan, yang berada di wilayah perbatasan Kuningan–Cirebon, tampil sebagai pelopor inovasi pendidikan melalui program unggulan berbasis lingkungan dan kesehatan.

Gagasan ini berawal dari dorongan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, H. Pipin Mansyur Aripin, M.Pd, yang menekankan pentingnya sekolah di wilayah utara memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri agar mampu bersaing dan diminati masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Kepala SMPN 1 Mandirancan, Moh. Bunasir, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan konsep “Sekolah Hijau menuju Sekolah Dapur Sehat” sebagai identitas utama sekolah.

“Program ini akan terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran seperti IPA, IPS, Agama, hingga olahraga. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik di lapangan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, sekolah memanfaatkan berbagai lahan yang tersedia, mulai dari taman hingga balkon, untuk kegiatan bercocok tanam. Siswa dilibatkan secara aktif mulai dari proses penyemaian bibit, perawatan, hingga panen. Hasil panen tersebut kemudian diolah sebagai bagian dari edukasi dapur sehat di lingkungan sekolah.

Tak hanya fokus pada penghijauan, inovasi ini juga menyentuh aspek pengelolaan lingkungan. Staf Tata Usaha, Sukarso, mengungkapkan bahwa pihak sekolah turut mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi bahan yang lebih bermanfaat.

“Kami bekerja sama dengan Kang Deden asal Cirebon, seorang tenaga ahli pengelolaan sampah lulusan Belanda. Selain itu, kami juga mengumpulkan sampah plastik seperti botol bekas air mineral untuk diolah, termasuk menjalin kerja sama dengan perusahaan air mineral yang sudah bermitra dengan kantin sekolah,” jelasnya.

Langkah inovatif ini menjadi bukti bahwa sekolah di wilayah perbatasan tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga bisa menjadi contoh dalam pengembangan pendidikan berbasis lingkungan dan praktik nyata.

Dengan konsep yang unik dan berkelanjutan, SMPN 1 Mandirancan diharapkan mampu menarik minat siswa baru sekaligus mencetak generasi yang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan sejak dini.(RI)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less