Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dari 800 Tim Regional,Di Ambil 64 Tim Sepak Bola dari 38 Provinsi’PESIK Kuningan Berhasil Masuk Liga 3 Nasional

Dari 800 Tim Regional,Di Ambil 64 Tim Sepak Bola dari 38 Provinsi’PESIK Kuningan Berhasil Masuk Liga 3 Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • comment 14 komentar
  • print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain, pelatih, manajemen, dan pengurus Pesik Kuningan atas keberhasilan menembus babak final Liga 4 Nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi sejarah baru sekaligus bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

Bupati Dian mengatakan keberhasilan Laskar Ciremai merupakan capaian yang berada di luar dugaan banyak pihak. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Kuningan merupakan daerah dengan berbagai keterbatasan, sehingga banyak yang meragukan kemampuan Pesik saat memulai perjuangan di Liga 4.

“Dari sekitar 800 klub yang mengikuti kompetisi tingkat regional di seluruh Indonesia, hanya 64 tim yang lolos ke putaran nasional dan akhirnya hanya enam tim yang berhak naik kasta ke Liga 3. Pesik Kuningan berhasil menembus babak final. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurut Dian, keberhasilan tersebut diraih melalui proses panjang, kerja keras, kekompakan, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh tim sepanjang kompetisi.

Ia juga mengenang masa ketika menjadi Manajer Pesik pada tahun 2010. Saat itu Pesik juga berhasil mencapai babak final meski harus mengakui keunggulan Persikab.

“Dari sepak bola saya belajar bahwa kemenangan bukan semata-mata ditentukan oleh uang, tetapi oleh kerja sama, kekompakan, disiplin, dan ikatan batin sebagai sebuah keluarga. Itulah modal terbesar yang dimiliki Pesik,” katanya.

Bupati Dian mengungkapkan, keberhasilan Pesik semakin istimewa karena diraih tanpa dukungan dana APBD. Seluruh kebutuhan tim dipenuhi melalui gotong royong dan dukungan para sponsor yang dihimpun secara bertahap.

“Ketiadaan dan keterbatasan tidak boleh membuat kita menyerah. Justru banyak kesuksesan lahir dari keterbatasan,” tegasnya.

Bupati Dian mengaku tengah menyiapkan langkah strategis guna meningkatkan kualitas olahraga, khususnya sepak bola di Kabupaten Kuningan. Dalam waktu dekat, dirinya akan bertolak ke Jakarta untuk mencari dukungan dalam pembangunan fasilitas olahraga.

“Saya membawa proposal untuk mencari dukungan peningkatan fasilitas fisik olahraga. Saya bercita-cita mengembalikan kejayaan sepak bola Kuningan sehingga mampu bersaing dari tingkat regional hingga nasional,” ungkapnya.

Ia juga meminta pelatih dan seluruh jajaran manajemen terus melakukan pembinaan pemain muda secara berkelanjutan.

“Saya optimistis. Pepatah leutik-leutik Kuda Kuningan benar adanya. Meski kecil, kita mampu menunjukkan prestasi besar.”

Bupati Dian mengaku bangga terhadap mental bertanding para pemain Pesik Kuningan yang mampu tampil konsisten meski menghadapi tekanan berat di kandang lawan.

“Saya melihat determinasi, daya juang, dan mental baja yang dimiliki para pemain. Bermain di bawah cuaca panas dan tekanan suporter lawan tidak membuat kalian kehilangan semangat hingga peluit akhir.”

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim pelatih, termasuk pelatih fisik dan manajemen yang dinilai berhasil menjaga kondisi pemain selama kompetisi berlangsung.

Menurutnya, meski belum berhasil menjadi juara, proses yang telah dilalui menjadi modal penting untuk menghadapi Liga 3.

Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan tim, Bupati Dian memberikan bonus sebesar Rp50 juta kepada Pesik Kuningan.

Ia juga mengajak para pengusaha, anggota DPRD, serta masyarakat untuk bersama-sama mendukung perkembangan sepak bola Kabupaten Kuningan melalui partisipasi dan gotong royong.

Bupati Dian menegaskan keberhasilan Pesik harus menjadi momentum kebangkitan sepak bola Kabupaten Kuningan. Ia meminta Askab PSSI Kuningan bekerja lebih profesional dalam melakukan pembinaan.

“Pasukan Laskar Ciremai sekarang bukan lagi cacing, tetapi sudah menjadi naga. Ini menjadi tantangan besar bagi Askab PSSI Kuningan untuk menjaga dan meningkatkan prestasi yang sudah diraih.”

Ia menargetkan Pesik tidak sekadar menjadi peserta pada kompetisi Liga 3 mendatang, tetapi mampu kembali menembus babak final bahkan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Bupati Dian berharap keberhasilan Pesik menjadi inspirasi bagi seluruh cabang olahraga di Kabupaten Kuningan untuk terus berprestasi melalui kerja keras, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah.(RI)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less