Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kuningan: Jangan Biarkan Usia Muda Berlalu Tanpa Karya

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kuningan: Jangan Biarkan Usia Muda Berlalu Tanpa Karya

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengajak generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam membangun bangsa melalui karya, inovasi, prestasi, dan kepedulian sosial. Pesan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.

Bupati Dian menegaskan, semangat Sumpah Pemuda yang lahir dari tekad untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan tetap relevan sebagai landasan perjuangan generasi muda di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, para pemuda terdahulu telah memberikan teladan luar biasa dengan mengesampingkan perbedaan suku, daerah, bahasa, dan kepentingan kelompok demi mewujudkan persatuan bangsa Indonesia.

Semangat tersebut, kata dia, harus terus diwariskan dan diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama ketika generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Jangan biarkan usia muda berlalu tanpa karya, usia muda dilakukan banyak hal yang tidak bermanfaat, dan jangan biarkan masa depan kita ditentukan oleh orang lain ketika kita sendiri memiliki kesempatan untuk membangunnya,” pesan Dian.

Bupati Kuningan menilai perjuangan generasi muda masa kini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan perjuangan pemuda pada masa penjajahan.

Jika dahulu pemuda berjuang menghadapi kolonialisme, kini generasi muda dituntut mampu menghadapi persaingan global, perkembangan teknologi, serta perubahan dunia kerja akibat kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Selain itu, berbagai persoalan sosial juga menjadi tantangan serius, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penyalahgunaan narkoba, perundungan, pengangguran, kemiskinan, hingga melemahnya empati dan kepedulian terhadap sesama.

Menurut Dian, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk membangun lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkarakter.

Ia mengingatkan bahwa pemuda tidak cukup hanya menyampaikan aspirasi atau mengkritik keadaan. Lebih dari itu, generasi muda harus mampu menawarkan solusi, menciptakan inovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perjuangan hari ini bukan semata-mata tentang siapa yang paling kuat atau siapa yang paling keras berbicara, tetapi siapa yang paling siap belajar, berani berinovasi, dan mampu bekerja sama. Tentu yang paling penting adalah berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dian menuturkan, Sumpah Pemuda memiliki makna mendalam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Ikrar yang menyatukan pemuda dari berbagai latar belakang tersebut menjadi bukti bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam membangun masa depan bangsa.

Karena itu, semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga, terutama di tengah situasi yang ditandai dengan derasnya arus informasi, perbedaan pandangan, dan kecenderungan sebagian masyarakat untuk saling menghujat.

Ia mengajak generasi muda untuk memperkuat rasa kebangsaan, menumbuhkan empati, serta menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pemuda harus menjadi bagian dari solusi dengan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, membantu sesama, menjaga persatuan, serta terus mengembangkan kemampuan diri agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pada momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, Bupati Kuningan mengajak seluruh generasi muda untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dan waktu yang dimiliki.

Ia mendorong pemuda agar terus belajar, berani mencoba hal baru, mengembangkan potensi, serta menghasilkan karya yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah.

Dian juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat, memperkuat tekad, dan memulai langkah nyata dengan penuh optimisme serta doa.

“Luruskan niat, tekadkan bulat, mulai bergerak, tentu diiringi doa. Semoga alam semesta, insyaallah, akan memudahkan jalannya,” ujarnya.

Menutup pesannya, Bupati Kuningan menyampaikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Ia berharap generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan memiliki empati terhadap sesama.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diperingati melalui seremoni tahunan. Semangat itu harus hadir dalam tindakan, diwujudkan melalui prestasi, dan dibuktikan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, serta Indonesia.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, unsur Forkopimda atau perwakilannya, Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, Ketua TP PKK, pimpinan instansi vertikal, serta organisasi masyarakat Pemuda Pancasila kabupaten Kuningan dan lainya .(Ri)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less