Dulu Imam Tajug Sering Terabaikan ” Kini Imam Tajug Jadi Bagian Perhatian Pemerintah” Bupati Dian Berikan Insentif
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sab, 28 Mar 2026
- visibility 52
- comment 1 komentar

Img 20260328 152157
sabakuningannews.com.KUNINGAN – Momentum pasca Idul Fitri dimanfaatkan para imam tajug se-Kabupaten Kuningan untuk mempererat silaturahmi dalam kegiatan Halal Bihalal bersama Bupati Kuningan. Mengusung tema “Menguatkan Niat, Menyatukan Gerak, Menebar Manfaat”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan peran imam tajug di tengah masyarakat.
Dalam laporan panitia, Asep menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh 12 anggota Majelis Pimpinan Daerah (MPD), 32 Majelis Pimpinan Kecamatan (MPK), serta 30 koordinator desa (kordes) dari Dapil 3. Ia juga menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan Komunitas Imam Tajug (KOMIT) dilakukan secara terstruktur agar program yang dijalankan tepat sasaran.
Ketua KOMIT Kabupaten Kuningan, Ustadz Sayyid Sabiq, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa gerakan imam tajug berawal dari niat tulus karena Allah. Ia menyoroti bahwa selama ini peran imam tajug kerap terabaikan, padahal mereka bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kami berikhtiar untuk mengangkat peran imam tajug agar lebih diperhatikan. Alhamdulillah, saat ini sudah menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah, bahkan Bupati Kuningan telah menganggarkan insentif bagi imam tajug. Ini menjadi sejarah baru di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perjalanan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Namun dengan semangat kebersamaan, pihaknya terus berupaya menghadirkan program-program nyata, salah satunya gerakan bersih-bersih dan perawatan tajug di seluruh wilayah.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Minal Aidzin Wal Faidzin kepada para kyai dan imam tajug yang hadir. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian kepada para imam tajug meski kondisi anggaran saat ini masih terbatas.
“Kami memohon doa dari para kyai dan imam tajug agar pemerintah daerah dapat terus berupaya memberikan yang terbaik. Peran imam tajug sangat penting dalam membina masyarakat,” ungkapnya.
Bupati juga mendorong agar pengurus di tingkat daerah hingga kordes dapat mengembangkan program pemberdayaan imam tajug melalui sektor ekonomi kreatif. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian komunitas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyinggung dampak dinamika global, seperti konflik Iran-Israel, yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara pengimpor minyak turut terdampak, sehingga berimbas pada peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang pada akhirnya juga dirasakan hingga ke daerah.
Kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan para imam tajug dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan yang lebih harmonis di Kabupaten Kuningan. (RI)
- Penulis: sabakuningannews









RTP analysis is fascinating – seeing how platforms like jl5 club balance player enjoyment with responsible gaming is key. JL5’s focus on secure, verified accounts & diverse games (slots and fishing!) seems smart for the PH market. Good stuff!
30 Maret 2026 8:14 am