Kelompok Tani Mekarsari Teken MoU Strategis, Permodalan hingga Hasil Panen Dijamin PT Rumah Tani Nusantara”
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sel, 31 Mar 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar

Img 20260331 202657
sabakuningannews.com.KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama operasional penyediaan dan pengelolaan pangan antara PT Rumah Tani Nusantara dan Kelompok Tani Mekarsari di Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Selasa (31/03/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Silvi Sumanti, Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar, serta jajaran pejabat daerah dan para petani.
Direktur Utama Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari program besar pengembangan komoditas jagung seluas 2.500 hektare di Kabupaten Kuningan. Hingga saat ini, realisasi tanam telah mencapai 435 hektare dan akan segera bertambah 50 hektare melalui kemitraan tersebut.

“Ini bukan sekadar MoU, tetapi awal dari gerakan besar untuk petani. Target kami 2.500 hektare, dan Kuningan menjadi salah satu fokus utama,” ujarnya.
Ia menegaskan, jagung memiliki nilai strategis tinggi, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai sumber energi alternatif seperti bioetanol. Melalui kemitraan ini, petani akan mendapatkan berbagai kemudahan mulai dari akses permodalan, penyediaan benih dan pupuk, hingga jaminan pembelian hasil panen oleh offtaker.
“Petani tidak perlu lagi khawatir soal pemasaran. Kami memastikan hasil panen terserap dengan sistem pembayaran langsung agar arus kas petani tetap stabil,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan daerah.
“Ini bukan kerja sama biasa, melainkan bagian dari upaya besar membangun sistem pangan dari hulu hingga hilir. Pangan menyangkut masa depan dan stabilitas daerah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi serta mendorong petani untuk lebih modern dan profesional. Menurutnya, peningkatan nilai tambah melalui pengolahan hasil pertanian menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kita tidak hanya bicara produksi, tapi juga bagaimana hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Silvi Sumanti menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani merupakan kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Ketahanan pangan tidak bisa dicapai sendiri-sendiri. Harus ada sinergi kuat antara semua pihak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi petani di tengah menurunnya jumlah petani di Indonesia. Kepastian pasar dan jaminan harga dinilai menjadi faktor penting untuk menarik generasi muda terjun ke sektor pertanian.
Dengan adanya kerja sama ini, Kabupaten Kuningan diharapkan semakin kokoh sebagai lumbung pangan daerah, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (*)
- Penulis: sabakuningannews









Saat ini belum ada komentar