Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Ini Hasil Pertemuan Tertutup Bupati dan Kades Penyangga ” Bahas Zona Tradisional

Ini Hasil Pertemuan Tertutup Bupati dan Kades Penyangga ” Bahas Zona Tradisional

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
  • visibility 116
  • comment 2 komentar

sabakunigannews.com.KUNINGAN – Menggantungnya Kepastian Hukum Petani Getah Pinus di zona tradisional kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai akhirnya sampai di meja Bupati Kuningan.

Selasa, 24 Februari 2026, puluhan petani didampingi Kepala Desa penyangga bergerak menuju pendopo, memenuhi undangan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, pertemuan ini diagendakan berlangsung mulai pukul 14:00 WIB.

Bagi petani, ini merupakan kesempatan langka untuk menyuarakan aspirasi, harapan terbentuknya Perjanjian Kerjasama (PKS) Konservasi dan pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) getah, yang tersendat di meja Balai TNGC sekitar 5 tahun terakhir.

Semangat puluhan petani getah untuk mengadukan kepastian hukum secara langsung kepada Bupati, terbatas oleh waktu dan tempat. Sehingga hanya 10 perwakilan yang dizinkan masuk, yaitu perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) HHBK getah pinus, dan 5 Kepala Desa dari 13 KTH se-Kuningan.

Pertemuan berlangsung tertutup, sekira 2 jam aspirasi ini disampaikan, berakhir hingga sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Sejumlah awak media menunggu hasil pertemuan tertutup ini. Namun sayang, tak ada sesi wawancara bersama Bupati setelah pertemuan itu. Padatnya agenda Dr H Dian Rachmat Yanuar, membuat orang nomor satu di Kuningan ini segera beranjak menuju agenda lain.

Meski demikian, konferensi pers bisa digelar bersama perwakilan Kepala Desa, mereka tampil sebagai juru bicara, menyampaikan hasil diskusi sekaligus meluruskan berbagai isu yang berkembang. Termasuk isu ada Demo di pendopo, itu tidak benar!. Kehadiran puluhan petani duduk menunggu diteras bangunan bersejarah tersebut, merupakan bentuk kesabaran warga, dan harapan hasil diskusi membawa kabar menggembirakan.

Dari sudut pandang para kepala desa, kedatangan mereka bukan untuk menekan pemerintah, tetapi memastikan negara hadir, memberi kepastian hukum kepada masyarakatnya.

Kepala Desa Puncak, Tatang Mustofa, menyebut pertemuan itu sebagai langkah awal yang konstruktif.

“Alhamdulillah kami diterima dengan baik. Insyaallah Pak Bupati akan sama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tentu keputusan mengikuti regulasi dari pusat sampai kementerian. Kami berharap PKS ini bisa segera terbit,” ujarnya.

Menurut Tatang, para kepala desa hadir karena menerima undangan resmi. Mereka ingin menyampaikan langsung bahwa yang diperjuangkan bukan perluasan aktivitas, melainkan legalitas atas praktik yang sudah berjalan turun-temurun.

Kepala Desa Pasawahan, Nurpin, mengungkapkan dalam pertemuan tersebut Bupati menegaskan posisinya berada di tengah pro dan kontra yang berkembang, ‘NETRAL’.

“Beliau menyampaikan posisinya netral karena memang ada pro dan kontra. Tapi beliau siap mengawal apabila PKS itu turun. Domain keputusan ada di kementerian melalui Balai TNGC, dan beliau akan mengawal prosesnya,” kata Nurpin.

Ia juga telah menyuarakan seluruh prosedur administratif telah ditempuh, termasuk surat rekomendasi dari Desa kepada Petani yang telah diverifikasi.

“Menurut kami ini sudah di titik akhir. Kami tinggal menunggu PKS saja. Semua tahapan regulasi sudah kami lalui bersama teman-teman KTH,” tegasnya.

Lebih jauh, Nurpin menyebut Bupati berencana melakukan komunikasi langsung dengan pihak TNGC untuk meminta kejelasan progres. Langkah itu dinilai penting agar tidak terjadi konflik horizontal di tengah masyarakat penyangga.

Kepala Desa Cisantana, Ano Suratno, memandang persoalan ini bukan sekadar urusan administratif, tetapi juga soal stabilitas sosial.

“Prinsipnya pemerintah daerah akan mengawal proses ini sampai masyarakat mendapatkan kepastian hukum. Jangan sampai ada ruang abu-abu yang menimbulkan gesekan antara pemerintah, penggiat lingkungan, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ano, kondisi abu-abu itulah yang selama ini memicu stigma negatif terhadap penyadap getah. Padahal, aktivitas tersebut berada di zona tradisional yang secara regulasi memang mengakomodasi hak masyarakat penyangga.

Ia juga mengajak semua pihak menjaga kondusivitas. Pihaknya berterimakasih kepada petani yang sudah bersabar menghadapi gelombang penolakan dari pihak luar, petani tak termakan provokasi seperti itu.

“Kita semua harus bersabar dan mengikuti aturan yang ada. Kami berharap media memberitakan secara berimbang agar tidak ada pihak yang merasa disudutkan,” katanya.

Secara argumentatif, persoalan ini memperlihatkan tantangan klasik tata kelola kawasan konservasi, bagaimana menjaga kelestarian tanpa memutus mata pencaharian yang telah mengakar secara historis. Para kepala desa menegaskan, jumlah penyadap tidak besar dan aktivitasnya berada dalam kerangka kemitraan konservasi, bukan eksploitasi liar.

Pertemuan tertutup di Pendopo diharapkan menjadi sinyal, pemerintah daerah mulai mengambil peran sebagai penengah. Meski keputusan akhir berada di tingkat kementerian melalui BTNGC, komitmen pengawalan dari kepala daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat keputusan Perjanjian Kerjasama.

Diberitakan sebelumnya, Kemitraan Konservasi bersama masyarakat di TNGC, memiliki landasan hukum yang jelas dan kuat jika dilaksanakan. Yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.43/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 Tahun 2017 tentang Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Kemudian Peraturan Direktur Jenderal KSDAE Nomor P.6/KSDAE/SET/KUM.1/6/2018 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Aturan juga diperkuat dengan keberadaan Zona Tradisional di Ciremai. (*)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (2)

  • caliente nfl

    For NFL betting, caliente nfl never fails. They always have great odds, and a bunch of prop bets on offer! If NFL is your thing, take a shot at caliente nfl

    Balas7 Maret 2026 8:03 am
  • caliente nfl

    For NFL betting, caliente nfl never fails. They always have great odds, and a bunch of prop bets on offer! If NFL is your thing, take a shot at caliente nfl

    Balas7 Maret 2026 8:03 am

Balas Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Advokasi Percepatan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah di Jawa Barat, Bunda Ela : Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

    Hadiri Advokasi Percepatan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah di Jawa Barat, Bunda Ela : Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 432
    • 0Komentar

    sabakuningannews.com. BANDUNG- Dalam rangka mendukung percepatan implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah menggelar kegiatan Advokasi dan Pendampingan Percepatan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Wilayah Provinsi Jawa Barat. Acara yang berlangsung di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Jumat (23/5/2025) ini, […]

  • Img 20250605 173417

    Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia” Bupati Dian Luncurkan Program ” SAPUKU “

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Bupati Dian pimpinan Apel ” Hari Peringatan Lingkungan Hidup Sedunia

  • Img 20260313 085235

    “Heboh! Pasar Murah OPADI Dipadati Warga, Ribuan Antre Dapatkan Sembako Murah”

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 100
    • 4Komentar

    sabakuningannews.com.CILIMUS – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Operasi Pasar Murah Bersubsidi Kebutuhan Pokok Masyarakat (OPADI Kepokmas) di halaman Kantor Kecamatan Cilimus, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri. Program OPADI merupakan inisiatif Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa […]

  • Img 20260330 175537

    Kuningan Kabupaten Angklung ? Desa Cibuntu Sudah Lama Jadi Pusat Pelestarian Angklung ‘ Wisatawan Sampai ikut Belajar

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 56
    • 1Komentar

    sabakuningannews.com.PASAWAHAN – Kabupaten Kuningan semakin mantap digadang-gadang sebagai “Kabupaten Angklung”. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab alat musik tradisional angklung diyakini berasal dari Desa Citangtu, Kuningan, sebelum kemudian berkembang pesat di Kota Bandung dan dikenal luas hingga mancanegara. Kini, semangat pelestarian angklung terus hidup dan berkembang di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan. Desa wisata yang telah […]

  • Img 20250830 165638

    GPM Serentak, Dinas Pertanian Siap Bantu ‘ Jika Desa Desa Ingin Gelar Gerkan Pangan Murah

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 336
    • 5Komentar

    sabakuningannews.com. KUNINGAN – Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak kembali digelar di seluruh Indonesia, Sabtu (30/08/2025). Tercatat sebanyak 7.625 kecamatan se-Indonesia, 625 kecamatan se-Jawa Barat, dan 32 kecamatan se-Kabupaten Kuningan ikut berpartisipasi dalam program nasional ini. Untuk Kabupaten Kuningan, kegiatan dipusatkan di Kelurahan Cijoho, Kecamatan Kuningan, dan diikuti masyarakat secara langsung. Acara ini juga terhubung melalui […]

  • 20260101 063941 0000

    Kinerja PEMDA Kabupaten Kuningan Tahun 2025, Visi MELESAT Berbuah Prestasi Nyata

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle sabakuningannews
    • visibility 162
    • 1Komentar

    sabakuningannews.com.KUNINGAN – Kendati belum genap satu tahun memimpin, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si bersama Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn. berhasil menorehkan berbagai capaian strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat. Mengusung visi Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh), duet kepemimpinan ini menunjukkan kinerja pemerintahan yang solid, terukur, dan berorientasi […]

expand_less