Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Festival Linggarjati 2026 Ditutup, Wakil Bupati Tuti Andriani: “The Soul of Linggarjati” Harus Terus Hidup

Festival Linggarjati 2026 Ditutup, Wakil Bupati Tuti Andriani: “The Soul of Linggarjati” Harus Terus Hidup

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN — Rangkaian Festival Linggarjati Tahun 2026 resmi mencapai penghujung kegiatan. Mewakili Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menegaskan bahwa penutupan festival bukanlah akhir dari semangat untuk menjaga sejarah, budaya, serta berbagai potensi Linggarjati dan Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Tuti Andriani menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Festival Linggarjati 2026, berbagai kegiatan telah terselenggara dengan melibatkan masyarakat dan pelajar, di antaranya lomba cerdas cermat tingkat SMP/MTs, lomba puisi tingkat SD/MI, serta lomba mewarnai tingkat TK/RA se-Kabupaten Kuningan.“Memang hari ini kita sampai pada penghujung rangkaian festival, namun sesungguhnya penutupan sebuah festival bukanlah akhir dari sebuah semangat. Justru dari sinilah kita berharap lahir semangat baru untuk terus menjaga, melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki oleh Linggarjati dan Kabupaten Kuningan secara keseluruhan,” ujar Tuti.

Linggarjati Bukan Sekadar Kawasan WisataMenurutnya, Festival Linggarjati memiliki arti penting karena Linggarjati bukan hanya dikenal sebagai kawasan dengan keindahan alam dan kesejukan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi bangsa Indonesia.Linggarjati menyimpan jejak perjalanan sejarah bangsa yang mengingatkan masyarakat bahwa kemajuan dan persatuan Indonesia dibangun melalui proses panjang, perjuangan diplomasi, serta semangat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Nilai sejarah tersebut, kata Tuti, menjadi identitas penting Linggarjati yang kemudian diangkat melalui tema Festival Linggarjati 2026, yakni “The Soul of Linggarjati” atau “Jiwa Linggarjati.”“Ketika kita menyelenggarakan Festival Linggarjati, sesungguhnya kita tidak hanya sedang menyelenggarakan sebuah perlombaan. Kita sedang menghidupkan kembali semangat sejarah, memperkenalkan kebudayaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kebanggaan terhadap daerah kita sendiri,” katanya.

Perkenalkan Sejarah kepada Generasi MudaTuti juga menyoroti tantangan pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Globalisasi dan kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat, namun di sisi lain dapat membuat generasi muda semakin jauh dari akar budaya dan sejarahnya.Karena itu, kegiatan Festival Linggarjati dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk memperkenalkan sejarah dan budaya kepada generasi muda.“Melalui kegiatan seperti ini, kita perkenalkan sejarah kepada anak-anak kita yang telah mengikuti berbagai lomba di gedung yang sangat bersejarah ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah festival tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara. Lebih dari itu, keberhasilan dapat dilihat dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat, tingkat keterlibatan masyarakat, nilai budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya, serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.Evaluasi dan Gotong Royong Jadi KunciWakil Bupati Kuningan mengajak seluruh pihak untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Festival Linggarjati. Berbagai hal yang telah berjalan baik diharapkan dapat dipertahankan, sementara kekurangan yang masih ditemukan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan berikutnya.“Apa yang sudah baik mari kita pertahankan, apa yang masih kurang mari kita perbaiki, apa yang menjadi kekuatan mari kita kembangkan, dan apa yang menjadi tantangan mari kita hadapi bersama dengan semangat gotong royong,” ungkapnya.Pada kesempatan tersebut,

Tuti Andriani juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan melalui Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno, yang telah mendukung pelaksanaan Festival Linggarjati 2026 melalui Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya Tahun 2026.Ia juga mengapresiasi dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat terhadap berbagai kegiatan kebudayaan di Kabupaten Kuningan, termasuk kegiatan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Cipari, khususnya di Museum Cipari.“Terima kasih Ibu Retno. Tentunya kehadiran Ibu dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat memberikan sesuatu yang sangat dikenang oleh warga masyarakat Desa Cipari. Hatur nuhun, Ibu Retno,” ucap Tuti.

Penutupan Festival Linggarjati 2026 diharapkan menjadi momentum untuk terus menghidupkan “The Soul of Linggarjati”. Semangat tersebut tidak berhenti ketika festival berakhir, tetapi terus tumbuh melalui pelestarian sejarah, pengembangan kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, promosi potensi daerah, serta penguatan kebanggaan masyarakat terhadap Kabupaten Kuningan.(RI)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less