Lomba MTQ ke-50 Dimulai Besok, Bupati Dian: Dewan Hakim dan Panitera Harus Berpegang pada Prinsip OJA
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- comment 7 komentar
- print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 akan resmi digelar pada 21–22 Juli 2026 di Kecamatan Sindangagung. Menjelang pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengukuhkan sekaligus memberikan orientasi kepada Dewan Hakim dan Panitera agar pelaksanaan MTQ berjalan profesional, objektif, dan berintegritas.
Ketua Penyelenggara, U. Kusmana, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pengukuhan dan orientasi bertujuan memastikan kesiapan seluruh dewan hakim dan panitera dalam menjalankan tugas selama MTQ berlangsung.
“Orientasi ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai standar penilaian di setiap cabang lomba sekaligus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi dewan hakim serta panitera,” ujarnya.
Sebanyak 107 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 3 Koordinator Dewan Hakim, 70 Dewan Hakim, dan 34 Panitera.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si menegaskan bahwa tugas dewan hakim bukan sekadar menilai aspek teknis seperti tajwid atau kualitas suara peserta, melainkan memikul amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

“Tugas dewan hakim hari ini bukan hanya soal tajwid atau suara, tetapi menjaga amanah. Penilaian harus benar-benar objektif, proporsional, dan penuh tanggung jawab spiritual,” tegas Bupati Dian.
Bupati memperkenalkan prinsip OJA (Objektif, Jujur, dan Adil) sebagai pedoman utama bagi seluruh dewan hakim dan panitera dalam menentukan hasil perlombaan.
“Hindari segala bentuk subjektivitas. Kualitas juara MTQ Kabupaten Kuningan berada di tangan Bapak dan Ibu semua. Karena itu, pegang teguh prinsip OJA: Objektif, Jujur, dan Adil,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Kuningan MELESAT, khususnya nilai Agamis dan Tangguh.
Menurutnya, MTQ harus menjadi momentum membumikan Al-Qur’an secara lebih luas di tengah masyarakat serta melahirkan generasi Qur’ani yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, kedamaian, dan semangat tabayun dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ harus menjadi momentum membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Kuningan, melahirkan generasi Qur’ani yang sejuk, berakhlak mulia, dan mengedepankan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: admin



