Kurang Dari Dua Minggu, SD Negeri 3 Cihirup Dapat Program Revitalisasi, Bangunan Lama Bakal Dibongkar Total
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN — Kabar baik datang untuk dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. SD Negeri 3 Cihirup yang selama ini memiliki kondisi bangunan memprihatinkan dipastikan mendapatkan program revitalisasi setelah pemerintah memberikan respons dalam kurun waktu kurang dari dua minggu.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Surya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, mulai dari Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan, jajaran direktorat jenderal, hingga Direktur Sekolah Dasar. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang turut mendorong percepatan penanganan kondisi sekolah tersebut.
“Terus terang, ini membuat saya merinding. Luar biasa bagaimana kondisi sekolah yang memang sudah sangat memprihatinkan mendapat respons cepat dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujar Surya.
Menurutnya, keputusan pemberian program revitalisasi tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. Perbaikan sekolah diharapkan dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Sebagai tindak lanjut program tersebut, kepala SD Negeri 3 Cihirup bersama konsultan perencana dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Rabu untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).
Agenda tersebut direncanakan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam persiapan pelaksanaan revitalisasi agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan perencanaan yang telah ditetapkan
Surya menjelaskan bahwa revitalisasi SD Negeri 3 Cihirup direncanakan mencakup pembongkaran bangunan lama secara menyeluruh.
Untuk konstruksi bangunan baru, pihaknya telah menyampaikan arahan kepada kepala sekolah dan konsultan perencana agar menggunakan material yang lebih tahan terhadap risiko kerusakan akibat rayap.
Rencana tersebut mencakup penggunaan rangka atap berbahan besi, penutup atap multiroof, serta kusen aluminium.
“Dibongkar semua, insyaallah. Saya sudah berbicara dengan kepala sekolah dan konsultan perencana bahwa konstruksinya menggunakan besi, mulai dari rangka atap. Penutup atapnya juga multiroof, sedangkan kusennya menggunakan aluminium,” jelasnya.
Pemilihan material tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi mengingat kawasan sekolah memiliki risiko serangan rayap. Dengan perencanaan konstruksi yang sesuai, bangunan baru diharapkan lebih awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Meski demikian, spesifikasi teknis akhir tetap perlu mengikuti hasil perencanaan, ketentuan program revitalisasi, serta standar konstruksi bangunan pendidikan yang berlaku.
Di tengah rencana revitalisasi, keberlangsungan kegiatan belajar mengajar menjadi perhatian penting. Surya menyebutkan bahwa penggunaan lokasi alternatif dapat menjadi solusi agar siswa tetap memperoleh layanan pendidikan selama proses pembangunan berlangsung.
Sejumlah tempat dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran sementara, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Alternatif tersebut antara lain fasilitas koperasi desa, musala, rumah warga, serta bangunan lain yang memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar.
Ia menilai persoalan tempat belajar masih dapat diatasi melalui koordinasi antara pihak sekolah dan masyarakat.
“Alhamdulillah, untuk kegiatan pembelajaran selama ini tidak pernah ada masalah. Banyak tempat yang bisa digunakan, termasuk koperasi desa, musala, rumah warga, dan tempat lainnya. Insyaallah, kalau masalah tempat tidak akan ada kendala yang berarti,” ungkapnya.
Pengaturan lokasi belajar sementara nantinya perlu disesuaikan dengan kesiapan fasilitas, keamanan siswa, kenyamanan belajar, serta jadwal pelaksanaan pembangunan.
Surya juga menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang selama ini turut memberikan perhatian terhadap kondisi pendidikan, khususnya sekolah dasar di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, pemberitaan dan dukungan media turut membantu menyampaikan persoalan pendidikan kepada publik sehingga menjadi perhatian berbagai pihak.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan media terus terjaga untuk mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Dengan adanya program revitalisasi ini, SD Negeri 3 Cihirup diharapkan segera memiliki bangunan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar, rencana perbaikan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga harapan baru agar proses pendidikan dapat berlangsung dengan fasilitas yang lebih memadai.(Ri)
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar