Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » RSUD Linggajati Kuningan Matangkan Akreditasi, BOR Rawat Inap Naik Jadi 55,9 Persen

RSUD Linggajati Kuningan Matangkan Akreditasi, BOR Rawat Inap Naik Jadi 55,9 Persen

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati Kabupaten Kuningan terus berbenah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar simulasi akreditasi selama dua hari, Senin hingga Selasa (19–20 Oktober 2026), sebagai persiapan menghadapi survei akreditasi sesungguhnya yang direncanakan berlangsung pada November mendatang.

Simulasi tersebut menjadi momentum bagi manajemen rumah sakit untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas, tata kelola, sistem pelayanan, serta penerapan standar keselamatan pasien. Melalui kegiatan ini, RSUD Linggajati berupaya mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum menjalani penilaian akreditasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas RSUD Linggajati, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya menindaklanjuti setiap masukan dan rekomendasi dari tim surveior sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Menurut Kusmana, RSUD Linggajati memiliki potensi strategis untuk berkembang karena berada di wilayah utara Kabupaten Kuningan dan berbatasan langsung dengan Kota serta Kabupaten Cirebon.

Potensi tersebut, kata dia, perlu dioptimalkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan jejaring rujukan, serta kolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit lain dan fasilitas kesehatan swasta.

“Peningkatan pelayanan harus didukung dengan kerja sama yang baik antarfasilitas kesehatan. Selain itu, pemenuhan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian pemerintah daerah, meskipun saat ini dihadapkan pada keterbatasan fiskal,” ujarnya.

Kusmana menambahkan, pemerintah daerah akan mempertimbangkan berbagai rekomendasi terkait kebutuhan dan pengembangan RSUD Linggajati. Hasil evaluasi tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Kuningan agar dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

Ia juga menyoroti perkembangan RSUD Linggajati di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Linggajati, dr. Eva Maya, M.M., terutama dalam upaya memulihkan kepercayaan masyarakat dan meningkatkan pemanfaatan layanan rumah sakit.

BOR Rawat Inap Meningkat, Pemanfaatan Layanan Tunjukkan Perkembangan
Sementara itu, Direktur RSUD Linggajati, dr. Eva Maya, M.M., menjelaskan bahwa simulasi akreditasi bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan rumah sakit dalam memenuhi standar akreditasi.

Melalui kegiatan tersebut, manajemen berharap mendapatkan masukan dan rekomendasi dari tim surveior untuk menyempurnakan berbagai aspek pelayanan, mulai dari tata kelola hingga penerapan standar keselamatan pasien.

Menurut Eva, hasil simulasi akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran rumah sakit dalam mempersiapkan survei akreditasi yang direncanakan berlangsung pada November 2026.

Di sisi lain, RSUD Linggajati mencatat perkembangan positif dalam pemanfaatan layanan rawat inap. Hal ini terlihat dari Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur yang mencapai 55,9 persen pada September 2026, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 30 persen.

Kenaikan BOR tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemanfaatan kapasitas layanan rawat inap dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut merupakan salah satu indikator operasional rumah sakit dan perlu dibaca bersama indikator mutu pelayanan serta keselamatan pasien lainnya.

Manajemen RSUD Linggajati berharap perkembangan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Melalui simulasi akreditasi, RSUD Linggajati menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Evaluasi terhadap kesiapan fasilitas, sistem pelayanan, tata kelola, dan penerapan standar keselamatan pasien menjadi bagian penting dalam mempersiapkan rumah sakit menghadapi survei akreditasi.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, penguatan kerja sama antarfasilitas kesehatan, serta tindak lanjut atas rekomendasi tim surveior diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan.

Dengan berbagai langkah tersebut, RSUD Linggajati berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, aman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Kuningan, khususnya di wilayah utara.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less