Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Bupati Respon Serius Terkait Kasus Kekerasan Siswa,Disdik Koordinasi Langsung Ke Provinsi

Bupati Respon Serius Terkait Kasus Kekerasan Siswa,Disdik Koordinasi Langsung Ke Provinsi

  • account_circle RI gondrong
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. merespons serius kasus kekerasan dan bullying yang menimpa seorang pelajar di Kabupaten Kuningan. Ia menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera berkoordinasi dengan sekolah terkait dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Bupati Dian menegaskan, penanganan kasus tersebut tidak cukup hanya menyelesaikan persoalan setelah kejadian. Menurutnya, seluruh ekosistem pendidikan harus diperbaiki, mulai dari pengawasan siswa hingga penguatan pendidikan karakter.

“Tadi malam saya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi dengan sekolah setempat, baik sekolah yang anaknya menjadi korban maupun sekolah asal pelaku. Kita juga berkoordinasi dengan provinsi supaya kejadian-kejadian ini tidak terulang kembali,” tegas Bupati Dian.

Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi korban yang mengalami kekerasan secara berulang hingga harus mendapatkan penanganan medis serius.

“Saya ingin ini kejadian terakhir. Harus ada tindakan tegas supaya tidak menjadi insiden ke depannya,” ujarnya.

Bupati Dian juga menilai kasus tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Ia menduga kasus kekerasan terhadap anak bisa saja lebih banyak terjadi namun belum terungkap atau tidak terliput.

“Saya sudah berpikir ini mungkin fenomena gunung es. Saya yakin kejadian seperti ini banyak, mungkin tidak terliput saja dan mungkin tidak kita ketahui,” katanya.

Bupati meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap siswa, khususnya selama proses pembelajaran dan pada jam-jam sekolah.

Menurutnya, sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap kecerdasan intelektual siswa. Pendidikan juga harus membangun kecerdasan spiritual, sosial, emosional, serta karakter peserta didik.

“Betul-betul mengawasi siswanya dalam proses pembelajaran, terutama di jam-jam sekolah. Berikan juga pendidikan karakter. Di samping kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, sosial, emosional dan pendidikan karakter menjadi sangat penting,” jelasnya.

Ia menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anak seusia SMP terhadap temannya. Terlebih, korban masih berusia sekitar 15 tahun dan harus menghadapi tindakan kekerasan yang dinilai sudah di luar batas.

Bupati menyebut persoalan hubungan pertemanan dan kecemburuan diduga menjadi salah satu pemicu. Namun, alasan tersebut tidak dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap anak.

Bupati Dian mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait, Rumah Sakit Linggajati dan Dinas Kesehatan untuk membantu proses pengobatan korban.

Ia mengetahui kondisi ekonomi keluarga korban yang disebut cukup terbatas karena ayah korban bekerja sebagai tukang ojek. Karena itu, Pemkab Kuningan akan membantu biaya penanganan medis korban.

“Pemerintah daerah akan membantu. Kita akan membantu kesembuhan seperti sediakala yang bersangkutan, supaya bisa bersekolah kembali,” tegasnya.

Tak hanya pemulihan fisik, Pemkab Kuningan juga menyiapkan pendampingan psikologis melalui DPPKBP3A. Pendampingan tersebut diperlukan untuk mengatasi trauma yang dialami korban akibat kekerasan.

Bupati menegaskan bahwa pemulihan korban harus dilakukan secara menyeluruh.

“Ini kompleks, tidak hanya fisik saja, tetapi juga perasaan dan kejiwaan harus kita bereskan, harus kita sembuhkan,” pungkasnya.

Bupati berharap kasus tersebut menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan, pendidikan karakter dan sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan sehingga tidak ada lagi korban bullying dan kekerasan di sekolah.(RI)

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less