Siswa SD Korban Luka Bakar Dirawat di RSU Juanda, Kabid SD Surya Datangi dan Beri Dukungan
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Kepedulian terhadap kondisi siswa yang mengalami luka bakar ditunjukkan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Surya. Ia mendatangi RSU Juanda Kuningan untuk menjenguk FA, siswa SDN 1 Cipakem, Kecamatan Maleber, yang tengah menjalani perawatan akibat luka bakar.
Surya tiba di Kamar Nemo 2 Ruang Anak RSU Juanda Kuningan sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (7/10/2026). Kedatangannya disambut keluarga FA yang saat itu mendampingi korban selama menjalani perawatan.
FA tampak masih terbaring lemas setelah menjalani tindakan medis akibat luka bakar pada bagian wajah dan leher. Kondisinya membuat Surya merasa prihatin dan memberikan dukungan kepada keluarga agar tetap fokus pada proses pemulihan.
Selain menyampaikan keprihatinan dan mendoakan kesembuhan FA, Surya juga menggali informasi mengenai kronologi kejadian yang mengakibatkan siswa tersebut mengalami luka bakar.
Menurut Surya, peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama pelajar lain bermain api. Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kejadian tersebut bukan merupakan tindakan pembakaran yang disengaja maupun perundungan.
“Korban bukan dibakar, tetapi tidak sengaja terbakar karena disiram bensin. Biasa anak-anak sedang bermain api. Jadi tidak ada bullying atau penganiayaan,” ujar Surya.
Surya menambahkan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Keluarga korban dan keluarga pelajar yang terlibat dalam kejadian tersebut telah dipertemukan.
Menurutnya, keluarga pihak yang terlibat juga telah menunjukkan tanggung jawab terhadap biaya pengobatan FA. Selain itu, kejadian tersebut berlangsung di luar jam sekolah.
“Karena sudah clear, sekarang fokus pada penyembuhan korban,” kata Surya.
Ia berharap kondisi FA segera membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Dukungan keluarga serta perhatian terhadap keselamatan anak, menurutnya, menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak terulang.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar