Rumah Nyaris Ambruk, Warga Menjerit Minta Tolong: Dinas Terkait Hanya Survey Saja Tak Ada Respon yang Jelas
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sel, 31 Mar 2026
- visibility 60
- comment 0 komentar

Img 20260331 110608
sabakuningannews.com.Kuningan, 31 Maret 2026 – Nasib memprihatinkan dialami warga Blok Parenca RT 03 RW 02, Desa Kertawangunan, Kabupaten Kuningan. Sebuah rumah milik Nana Suharna kini berada di ambang kehancuran, namun hingga saat ini belum juga mendapatkan penanganan konkret dari pihak pemerintah setempat.
Kondisi rumah yang kian membahayakan tersebut memicu kekhawatiran serius. Ironisnya, respons dari pihak terkait dinilai masih sebatas formalitas. Meski survei telah dilakukan, belum ada tindakan nyata yang bisa menyelamatkan bangunan maupun penghuninya.
“Dari kemarin hanya survei saja. Dari pihak desa tidak ada respons yang jelas, dari kecamatan juga belum ada. Katanya bulan ini, tapi sampai sekarang belum ada kabar apa-apa,” ungkap Nana Suharna kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Situasi semakin memprihatinkan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sedikitnya 25 genteng dilaporkan jatuh, memperparah kerusakan dan meningkatkan risiko rumah roboh sewaktu-waktu.

Minimnya bantuan juga menjadi sorotan. Hingga kini, Nana hanya menerima bantuan sebesar Rp2 juta dari Baznas—jumlah yang dinilai jauh dari cukup untuk memperbaiki kerusakan berat pada rumahnya.
Kondisi ini pun menuai kritik dari masyarakat. Penanganan yang hanya berhenti pada tahap pendataan tanpa aksi nyata dianggap mencerminkan lambannya respons birokrasi terhadap kondisi darurat warga.
“Takutnya ambruk. Kemarin saja genteng sudah banyak yang jatuh. Jangan sampai menunggu kejadian yang lebih buruk baru ada tindakan,” tambah Nana dengan nada penuh harap.
Dalam kondisi terdesak, Nana bahkan menyampaikan permohonan langsung kepada pihak pemerintah kecamatan. Dengan suara penuh harap, ia memohon perhatian dan bantuan segera.
“Bu Camat… Amih Tuti… tolong saya,” ucapnya lirih.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kehadiran pemerintah tidak seharusnya berhenti pada seremonial semata. Dibutuhkan langkah cepat, konkret, dan berpihak pada keselamatan warga, terutama dalam situasi genting seperti ini.
Warga berharap pemerintah daerah, kecamatan, hingga instansi terkait segera turun tangan sebelum kondisi ini berubah menjadi bencana yang tidak diinginkan.(Red)
- Penulis: sabakuningannews









Saat ini belum ada komentar