Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Pemerintah Desa, PUTR, dan Pelaku Wisata Bergerak Cepat Atasi Limpasan Air di Jalur Wisata Ipukan

Pemerintah Desa, PUTR, dan Pelaku Wisata Bergerak Cepat Atasi Limpasan Air di Jalur Wisata Ipukan

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

sabakuningannews.com.CIGUGUR-Cisantana kembali menunjukkan semangat gotong royong dalam menjaga kawasan wisata dan lingkungan. Hasil musyawarah bersama yang melibatkan pemerintah desa, pihak kecamatan, PUTR, BPD, pelaku usaha wisata, hingga masyarakat menghasilkan keputusan penting terkait percepatan normalisasi drainase di jalur menuju Ipukan.

Langkah cepat ini diambil menyusul tingginya curah hujan yang menyebabkan limpasan air meluap ke jalan dan mengganggu akses wisata maupun aktivitas masyarakat.

Hasil musyawarah tersebut, Kepala Desa cisantana Ano Suratno menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan pengerjaan normalisasi drainase di ruas jalan kabupaten. Sementara itu, Pemerintah Desa akan fokus menangani drainase di jalan lingkungan sesuai kewenangannya.

Lanjut Kades Ano Normalisasi drainase jalur menuju Ipukan direncanakan mulai dikerjakan dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh pihak secara bersama-sama. Drainase desa nantinya akan disambungkan ke saluran drainase kabupaten agar aliran air dapat tertampung lebih maksimal,Ujar kades Ano

“Semua pihak punya tanggung jawab yang sama dalam menjaga lingkungan, merawat jalan, dan memastikan drainase berfungsi dengan baik,” ujar nya

Musyawarah tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan wisata alam dan wisata buatan di kawasan Palutungan dan Ipukan. Beberapa di antaranya adalah PPGC Palutungan Pendakian, Highland Ipukan, Orchid Palutungan, De Lamping Kidang, BPD Palutungan, pihak PUTR, Camat, perangkat desa, hingga unsur RT dan RW,Terang Kades

Menurut kades Ano,Kehadiran para pelaku wisata menunjukkan tingginya kepedulian terhadap keberlangsungan kawasan wisata Cisantana yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kuningan.

Dari hasil evaluasi lapangan, ditemukan beberapa faktor penyebab meluapnya air saat hujan deras terjadi. Salah satunya adalah kapasitas drainase yang sudah tidak memadai.

Beberapa saluran yang seharusnya memiliki kedalaman sekitar 50 sentimeter kini mengalami pendangkalan. Selain itu, ditemukan juga titik drainase yang menyempit akibat pemasangan gorong-gorong pada akses jalan menuju rumah warga.Ujar nya

Tiga titik aliran besar dari arah Buper, Blok Masjid, dan jalur Ipukan-Lamping Kidang diketahui bermuara ke satu saluran drainase utama. Namun kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air tinggi saat hujan ekstrem.

Karena itu, revitalisasi drainase dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah banjir limpasan kembali terjadi di kawasan wisata dan permukiman warga.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa kawasan wisata Cisantana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha.Tegas kades ano

Kawasan wisata di Cisantana sendiri terdiri dari wisata alam yang berada di kawasan Taman Nasional seperti Buper Lamping Kidang, Buper Ipukan, Buper Palutungan, hingga Lempong Balong.

Sementara wisata buatan meliputi Highland, Orchid Palutungan, Arunika, Sarae Lands, hingga Pondok Cai Pinus. Sedangkan wisata berbasis tanah kas desa di antaranya Sukageuri View dan Ekowisata Cisantana Curug Sawer.

Masyarakat berharap langkah normalisasi drainase ini menjadi awal perbaikan kawasan wisata secara menyeluruh sehingga lingkungan tetap terjaga, akses jalan aman, dan aktivitas wisata kembali berjalan normal.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimiliki bersama. Jangan semuanya bergantung kepada pemerintah. Semua pihak harus ikut merawat apa yang sudah dimiliki bersama,” ungkap Kades Ano .(RI)

  • Penulis: sabakuningannews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less