Sidak Gudang Bolog, Stok Beras 2025 Melimpah, Harus Segera Di Distribusi kan,Tegas H.R A & Wabup Tuti
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sel, 28 Apr 2026
- visibility 70
- comment 1 komentar

Img 20260428 201817
sabakuningannews.com.Kuningan – Di tengah tantangan geopolitik global dan perubahan iklim yang ekstrem, ketahanan pangan menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia. Hal ini ditegaskan dalam kunjungan kerja anggota DPR RI, H. Rokhmat Ardyan bersama Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani ke Gudang Bulog Bandorasa wetan
Kunjungan ini bertujuan memastikan ketersediaan cadangan beras nasional tetap aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.
H. Rokhmat Ardyan menyampaikan bahwa Bulog memegang peranan strategis sebagai pengelola aset cadangan beras nasional yang saat ini mencapai kurang lebih 12,5 juta ton. Stok ini dipersiapkan untuk menghadapi berbagai risiko, mulai dari dampak perang luar negeri hingga musim kemarau panjang yang bisa mengganggu produksi.
“Penduduk kita terus bertambah, otomatis kebutuhan akan beras juga meningkat. Kita harus punya stok yang memadai untuk menjaga stabilitas,” ujar Ardyan di sela-sela peninjauan gudang.
Dalam kesempatan tersebut, Ardyan memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menyebutkan bahwa Indonesia kini kembali memasuki era Swasembada Pangan, khususnya beras, sebuah pencapaian yang sangat dinantikan setelah puluhan tahun.
Salah satu indikator keberhasilan ini adalah kemampuan Indonesia untuk melakukan ekspor beras, setelah sebelumnya selama bertahun-tahun bergantung pada impor.

Ardiyan juga mengatakan, Kesejahteraan Petani Meningkat sekarang harga gabah Rp6.500/kg, Selain stok yang aman, pemerintah juga fokus pada kesejahteraan petani melalui kebijakan harga:
Harga Gabah Jika dahulu harga tertinggi hanya di angka Rp4.500, kini harga gabah termurah di tingkat petani mencapai Rp6.500/kg.Ujar nya
Lanjut Ardiyan Pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20%, yang secara langsung meringankan beban biaya produksi petani.
Berkat bantuan bibit dan arahan teknis dari pemerintah pusat, petani di Kuningan kini dapat melakukan panen hingga 3-4 kali dalam setahun.ujar nya

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriyani juga menyoroti pentingnya kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Ia meminta pihak Bulog untuk segera menyalurkan stok beras tahun 2025 agar kualitas rasa, warna, dan aromanya tetap terjaga dengan baik.
“Kami memastikan beras yang keluar dari Bulog adalah beras yang sehat dan layak.
Sinergi dengan koperasi desa juga akan ditingkatkan agar ekonomi mulai berputar dari desa-desa yang mandiri dan berdaulat,” pungkasnya.
Dengan pengawasan berkala yang dilakukan setiap semester, diharapkan ketersediaan pangan di wilayah Kuningan dan sekitarnya tetap terkendali, sekaligus mendukung target nasional menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.(RI)
- Penulis: sabakuningannews









https://shorturl.fm/wa3S4
2 Mei 2026 6:47 am