Unpas dan Pemkab Kuningan Kolaborasi dengan Philipina, Sulap Limbah Ternak Jadi Sumber Ekonomi Baru
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sen, 11 Mei 2026
- visibility 86
- comment 3 komentar

Kolaborasi Unpas Pemda Kuningan
sabakuningannews.com-KUNINGAN-Universitas Pasundan melalui Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggandeng Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema Kemitraan Komunitas Internasional: Memperkuat Lembaga Koperasi Peternakan melalui Transfer Pengetahuan Philipina-Indonesia tentang Pengendalian Kotoran Hewan (KOHE), Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Grage Hotel Sangkan tersebut diikuti para penyuluh pertanian dan peternakan, pengurus koperasi Saluyu, Larasati, Karya Nugraha, serta peternak sapi dan petani di Kabupaten Kuningan.
Acara menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, Kepala Bidang Pengendalian, Pemulihan dan Penegakan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, hingga narasumber internasional dari Philipina.
Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Lia Muliawaty menjelaskan, kegiatan PKM ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, koperasi, dan komunitas internasional dalam membangun sistem peternakan berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Sementara itu, Kaprodi Administrasi Publik FISIP Unpas, Dr. Ine Mariane menilai pengelolaan kotoran hewan (KOHE) kini menjadi isu penting dalam pengembangan sektor peternakan modern.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kapasitas koperasi peternakan agar tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, H. Toni Kusumanto mengungkapkan perkembangan positif Koperasi Produsen Karya Nugraha Jaya Kuningan sepanjang tahun 2025.
Menurutnya, jumlah anggota aktif koperasi meningkat menjadi 876 orang atau bertambah 29 anggota dibanding tahun sebelumnya. Produksi susu juga mengalami kenaikan signifikan mencapai 9,29 juta liter atau naik 24,75 persen dibanding 2024 dan berhasil melampaui target anggaran.
Selain itu, produksi pakan konsentrat meningkat menjadi 5,73 juta kilogram.
“Koperasi saat ini tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi anggota, tetapi juga menjadi motor peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah di Kabupaten Kuningan,” kata Toni.
Ia menambahkan, penguatan koperasi juga dilakukan melalui layanan kesehatan ternak, inseminasi buatan, hingga program kredit anggota guna meningkatkan populasi sapi induk laktasi dan produktivitas susu.

Kepala Bidang Pengendalian, Pemulihan dan Penegakan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Rismunandar menegaskan pentingnya pengelolaan KOHE untuk mendukung pengendalian lingkungan hidup.
Menurutnya, limbah peternakan yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini dapat diolah menjadi pupuk organik dan produk pertanian ramah lingkungan bernilai ekonomi.
“Pengelolaan KOHE menjadi solusi untuk mengurangi pencemaran limbah peternakan sekaligus mendukung ekonomi hijau berbasis masyarakat,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah “Kuningan Melesat” dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan menekan emisi lingkungan.
Dalam sesi internasional yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, narasumber dari Philipina, Prof. Dr. Norberto Paranga Jr. memaparkan pentingnya transformasi digital dan inovasi teknologi dalam tata kelola organisasi modern, termasuk sektor peternakan dan pengelolaan limbah berbasis masyarakat.
Ia menjelaskan, di Philipina, kotoran hewan telah diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti biogas rumah tangga, pupuk cair, pupuk padat organik, hingga briket bahan bakar alternatif.
Menurutnya, pemanfaatan KOHE mampu membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap gas elpiji sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian organik.
“Pengelolaan KOHE yang tepat dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Prof. Norberto menegaskan, penerapan teknologi, pemanfaatan data, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, koperasi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas di era modern.(*)
- Penulis: sabakuningannews









This collaboration perfectly illustrates the power of a circular economy model. Turning animal waste into an economic asset requires not just knowledge transfer, but robust supply chain management and digital platforms to scale the impact. Sustainable resource utilization is key to modern development, much like how reliable access to resources, such as the ph777 app download, is vital for community engagement.
14 Mei 2026 5:05 amThis collaboration perfectly illustrates the power of a circular economy model. Turning animal waste into an economic asset requires not just knowledge transfer, but robust supply chain management and digital platforms to scale the impact. Sustainable resource utilization is key to modern development, much like how reliable access to resources, such as the ph777 app download, is vital for community engagement.
14 Mei 2026 5:05 amHonestly, the math behind these games is key. Checking out legend link game really clarified the expected value. It’s less luck, more strategy. Worth a look if you want deeper insights.
12 Mei 2026 5:38 am