Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Hadir di Suganangan, Nyimas Lenggangherang Jilid 5 Berlangsung Meriah
- account_circle RI gondrong
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- comment 3 komentar
- print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN — Gelaran kebudayaan dan olahraga bertajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval” di Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, berlangsung meriah. Kegiatan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dan Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn.
Kehadiran dua pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat Desa Suganangan dalam melestarikan kebudayaan lokal sekaligus mengembangkan potensi desa melalui kegiatan olahraga, seni, tradisi, dan keagamaan.
Memasuki pelaksanaan yang kelima, Nyimas Lenggangherang tahun ini mengusung subtema “Lebih Klasik, Lebih Spektakuler.” Beragam kegiatan disajikan untuk masyarakat, mulai dari karnaval kolosal, jalan santai, Senam Kuningan Melesat, hingga tabligh akbar.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara kearifan lokal, kebugaran jasmani, kebersamaan masyarakat, dan nilai-nilai spiritualitas.
Ketua Penyelenggara Nyimas Lenggangherang Jilid 5, Jahidin, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Kuningan secara bersamaan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran kedua pimpinan daerah memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat Desa Suganangan untuk terus menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi desa.
“Mudah-mudahan ini menjadi cikal bakal Desa Suganangan untuk lebih maju lagi dan menyokong Kuningan Melesat sampai dengan Jabar Istimewa,” ujar Jahidin.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Kuningan masih terdapat kekurangan. Namun, pihaknya berharap hal tersebut tidak mengurangi rasa hormat dan penghargaan masyarakat kepada kedua pimpinan daerah yang telah hadir.
Jahidin menambahkan, masyarakat dan panitia berharap Nyimas Lenggangherang dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi salah satu agenda budaya yang mampu memperkuat identitas Desa Suganangan.
Bahkan, panitia mengusulkan agar kegiatan tersebut dapat masuk ke dalam kalender kegiatan resmi Kabupaten Kuningan, sehingga keberadaannya semakin dikenal dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Bupati Dian: Budaya Sunda Tidak Pernah Redup oleh Zaman
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Suganangan, panitia, dan seluruh masyarakat yang konsisten menyelenggarakan Nyimas Lenggangherang hingga memasuki tahun kelima.
Menurut Bupati Dian, keberlanjutan kegiatan tersebut menunjukkan komitmen dan kerja keras masyarakat dalam merawat tradisi sekaligus mengemas seni budaya lokal agar tetap kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Sesuai subtema yang diusung, kegiatan hari ini membuktikan bahwa budaya tradisional Sunda tidak pernah redup oleh zaman,” ujar Bupati Dian saat membuka acara secara resmi di Desa Suganangan, Kamis (10/9).
Bupati Dian juga mengingatkan filosofi penting yang melandasi kegiatan syukuran panen dan tradisi masyarakat di Tatar Pasundan. Ia mengutip pesan bijak Sunda:
“Sedekah panen lain ngan ukur tradisi, ieu téh pangéling-ngéling kana silih tulungan, silih ajenan, jeung silih bagikeun.”

Menurutnya, pesan tersebut mengingatkan masyarakat bahwa setiap syukuran dan gelaran budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai penting dalam menjaga kebersamaan.
“Budaya jangan hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu untuk ditonton, tetapi pegangan hidup untuk dijalani,” tuturnya.
Bupati Dian menegaskan bahwa nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh harus terus menjadi fondasi dalam membangun masyarakat Kuningan yang maju tanpa kehilangan jati diri serta akar sejarahnya.
Ia berharap momentum Nyimas Lenggangherang Jilid 5 dapat terus memantik semangat gotong royong, mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menggerakkan potensi ekonomi dan pariwisata daerah.
Dengan konsistensi masyarakat Desa Suganangan dalam menjaga tradisi, Nyimas Lenggangherang diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi salah satu ikon budaya desa yang turut memperkuat identitas Kuningan Melesat.(RI)
- Penulis: RI gondrong
- Editor: RI gondrong




My relatikves aalways saay thaat I amm wwsting mmy timke ere
aat net, howeer I know I amm gettinng experiene daily byy readin thes fastidious content.
xnxx
Herre is mmy blopg post; xnxx mirror
11 September 2026 7:13 pmThe atmosphere is electric and the games are truly engaging. I’ve had a few big wins here and the withdrawal process was a breeze. phfierycasino is the real deal!
11 September 2026 3:01 pmThe atmosphere is electric and the games are truly engaging. I’ve had a few big wins here and the withdrawal process was a breeze. phfierycasino is the real deal!
11 September 2026 3:00 pm