Meriah, Milangkala Desa Pasawahan ke-498 Tampilkan Karnaval Budaya dan Ragam Kostum Unik
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

sabakuningannews.PASAWAHAN — Perayaan Milangkala Desa Pasawahan ke-498 tahun 2026 berlangsung meriah. Masyarakat Desa Pasawahan antusias mengikuti rangkaian pesta rakyat dengan menampilkan beragam kostum adat, kreasi unik, serta seni dan budaya khas Sunda.
Kegiatan diawali dari halaman Kantor Desa Pasawahan pada Sabtu, 26 September 2026. Warga kemudian mengikuti karnaval budaya dengan berjalan kaki menuju Kantor Kecamatan Pasawahan sebelum kembali ke halaman Kantor Desa Pasawahan.
Tahun ini, Milangkala Desa Pasawahan mengusung tema “Sanajan zaman salin rupa, jati diri desa tetep rawat kapiara. Ngarawat tradisi, ngayunan jati diri, mapag Pasawahan nu leuwih maju.”
Karnaval tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk menampilkan kreativitas sekaligus merawat tradisi dan identitas budaya Desa Pasawahan.
Kepala Desa Pasawahan, Nurpin Panuju H., S.T., menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya rangkaian kegiatan Milangkala Desa Pasawahan ke-498.

“Alhamdulillah, di siang hari ini kita bisa melaksanakan tahapan pertama. Kami nanti akan melaksanakan acara sesuai dengan arahan panitia selama dua hari. Jadi hari ini adalah karnaval dan besok adalah acara inti malam, yaitu wayang golek. Kebetulan nanti yang akan mengisi dalang Dadan Sunandar,” ujar Nurpin.
Menurutnya, antusiasme masyarakat pada Milangkala Desa Pasawahan tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.
“Saya merasa bangga selaku Kepala Desa Pasawahan karena saya melihat di tahun ini antusias masyarakat yang begitu besar. Tentunya tak luput dari kerja keras ketua panitia beserta anggota dan pengurusnya yang sudah mempersiapkan acara ini jauh-jauh hari,” katanya.
Nurpin berharap kegiatan Milangkala dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari warisan budaya bagi generasi mendatang.
“Harapan ke depan tentunya acara seperti ini bisa tetap dipertahankan karena memang kita mengangkat budaya asli desa. Apa yang kita laksanakan hari ini ke depan bisa menjadi warisan anak cucu kita,” tuturnya.
Ia juga berharap pelestarian seni dan budaya melalui Milangkala dapat semakin mengangkat nama Desa Pasawahan.
“Harapan saya ke depan adalah bisa mengangkat nama desa, mengangkat harkat dan martabat desa, tentunya di wilayah kecamatan dan umumnya mungkin di kabupaten, bahkan mungkin bisa mewakili Jawa Barat atau nasional,” tambahnya.

Ketua Panitia Milangkala Desa Pasawahan ke-498, Jojo Sumiarjo, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga pendidikan yang berada di wilayah Pasawahan.
“Alhamdulillah pada hari ini, tanggal 26 September, kami dari perwakilan panitia mengadakan berbagai macam rangkaian acara. Rangkaian pertama tadi sudah dimulai dengan karnaval,” ujar Jojo.
Setelah karnaval, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dan budaya dari masyarakat Pasawahan. Sejumlah unsur pendidikan, mulai dari TK, PAUD, SD, SMP hingga SMA, turut mendukung rangkaian kegiatan tersebut.
Jojo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan acara.
“Semua saya ucapkan terima kasih,” katanya.
Rangkaian kegiatan pada 26 September 2026 juga diisi dengan santunan bagi anak yatim piatu dan warga lanjut usia. Setelah itu, masyarakat akan mengikuti istigasah dan doa bersama yang dilanjutkan dengan tablig akbar.
Sementara pada Minggu, 27 September 2026, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan. Setelah salat zuhur, masyarakat akan mengikuti doa bersama sekaligus makan bersama sebagai upaya mempererat ukhuwah dan kekeluargaan warga Pasawahan.
“Supaya ukhuwah kekeluargaan kita makin terasa, makin rukun. Terus istilahnya Pasawahan tetap rukun, makmur, jaya sentosa,” kata Jojo.
Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan adat ruwatan bumi Pasawahan. Puncak Milangkala akan ditutup dengan pagelaran wayang golek yang menampilkan Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya dari Putra Giri Harja 3 Bandung.
Tidak Ada Penilaian dalam Karnaval
Jojo menegaskan bahwa karnaval budaya yang digelar dalam Milangkala Desa Pasawahan ke-498 bukan merupakan ajang perlombaan.
“Ini sama sekali tidak ada penilaian. Ini kita menampilkan budaya-budaya dan kreasi seluruh masyarakat Pasawahan,” jelasnya.
Dengan demikian, setiap peserta memiliki ruang untuk menampilkan kreativitas, pakaian adat, kostum unik, serta berbagai bentuk ekspresi seni dan budaya tanpa berorientasi pada kompetisi.
Mengandalkan Partisipasi Masyarakat
Jojo menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan Milangkala tahun ini sebagian besar berasal dari partisipasi masyarakat Desa Pasawahan, termasuk warga yang tinggal di luar wilayah Pasawahan.
“Untuk sumber dana, alhamdulillah kami dari masyarakat Pasawahan, semua 100 persen dari masyarakat Pasawahan, yang ada di wilayah Pasawahan maupun yang ada di luar Pasawahan yang termasuk donatur-donatur, dan ada beberapa dari sponsor,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap kegiatan pelestarian budaya Sunda.
“Harapan ke depan untuk pemerintahan baik di desa, kecamatan, kabupaten maupun provinsi untuk mendukung acara kami ini untuk melestarikan budaya Sunda,” ujarnya.
Menurut Jojo, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu panitia menyelenggarakan kegiatan budaya secara berkelanjutan tanpa membebani masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan kami dari panitia bisa melaksanakan acara budaya ini tidak memungut biaya kepada masyarakat,” pungkasnya.
Milangkala Desa Pasawahan ke-498 menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga keberlangsungan seni, tradisi, dan budaya lokal. Semangat tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar identitas budaya Desa Pasawahan tetap hidup di tengah perubahan zaman.( Ri )
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar