Wujudkan Indonesia Emas 2045, Guru Madrasah Didorong Menjadi Sosok Inspiratif
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sab, 25 Apr 2026
- visibility 190
- comment 0 komentar

Bupati Kuningan 1
sabakuningannew.com.KUNINGAN – Dalam sebuah acara lokakarya yang dihadiri oleh para pengurus PGMNI, Bupati Kuningan Dr.H.Dian Rachmat Yanuar,M.,Si menekankan pentingnya transformasi peran guru dari sekadar pengajar kurikulum menjadi guru inspiratif. Hal ini dinilai krusial guna menghadapi tantangan zaman digital dan menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Adaptasi Teknologi dan Interaksi Digital
Guru madrasah saat ini dituntut untuk meninggalkan metode konvensional yang hanya mengandalkan ceramah satu arah. Di era “Digital Native” ini, siswa membutuhkan interaksi melalui multimedia dan platform digital yang relevan. Guru yang tidak mampu beradaptasi dengan teknologi informasi dan memperkaya kompetensi ilmunya akan sulit berkembang di masa depan.
90% Guru di Indonesia saat ini dikategorikan sebagai “Guru Kurikulum”, yaitu guru yang hanya terpaku pada aturan, SOP, dan pemenuhan materi sesuai perintah atasan.
Dibutuhkan lebih banyak “Guru Inspiratif”, yakni sosok yang mampu memberikan pencerahan dan motivasi. Guru tipe inilah yang diyakini mampu melahirkan pemimpin masa depan yang membawa perubahan fundamental.
Karakter yang Tak Tergantikan Teknologi
Meski teknologi berkembang pesat, bupati Dian menegaskan bahwa ada aspek kemanusiaan yang tidak akan bisa digantikan oleh mesin, di antaranya:

Pembentukan karakter dan rasa empati.
Sikap tolong-menolong dan saling menghargai (ngajenan).
Penanaman nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil Alamin.
Sinergi dan Kesejahteraan Guru
Selain kompetensi, keharmonisan antara Kepala Madrasah dan guru juga menjadi sorotan. Ketidakkompakan di lingkungan sekolah dianggap akan menghambat terciptanya lingkungan belajar yang sehat bagi murid.
Pemerintah juga menyadari bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru, yang pada akhirnya harus dibarengi dengan perhatian terhadap kesejahteraan mereka, termasuk melalui skema P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
Menutup arahannya, Bupati Dian menitipkan pesan kepada pengurus PGMNI Kuningan agar organisasi ini tidak hanya megah secara seremoni pelantikan, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. PGMNI diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi dan roda penggerak inovasi pendidikan di Kuningan dan daerah lainnya.(RI)
- Penulis: sabakuningannews









Saat ini belum ada komentar