Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Tradisi Gotong Royong Sadamantra Masih Kental, Jalan Lingkungan Dibangun Swadaya Warga

Tradisi Gotong Royong Sadamantra Masih Kental, Jalan Lingkungan Dibangun Swadaya Warga

  • account_circle RI gondrong
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

sabakuningannews.SADAMANTRA, KUNINGAN — Tradisi gotong royong masyarakat Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, masih terjaga kuat. Semangat kebersamaan itu terlihat dari pembangunan jalan lingkungan yang dilakukan secara swadaya oleh warga.

Jalan lingkungan yang menghubungkan RT 10 dengan RT 11 RW 05, Dusun Pahing, Desa Sadamantra, kini rampung dicor. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, termasuk menuju kawasan wisata desa dan lahan pertanian.

Kepala Desa Sadamantra, M. Dimyati, mengatakan pembangunan jalan tersebut menghabiskan biaya sekitar Rp11 juta yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat, tanpa menggunakan anggaran APBDes.

“Perbaikan jalan ini murni swadaya masyarakat. Warga bergotong royong mengerjakannya selama dua hari. Ini asli non-APBDes,” ujar M. Dimyati.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat RT 10 dan RT 11 yang telah menyumbangkan harta, tenaga, serta waktu untuk memperbaiki akses jalan tersebut.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat RT 10 dan RT 11 yang sudah rela menyumbangkan hartanya, tenaga dan waktunya untuk memperbaiki jalan tersebut,” katanya.

Menurutnya, kondisi keuangan desa saat ini menjadi salah satu tantangan dalam melaksanakan berbagai pembangunan. Namun, kepedulian dan keikhlasan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri sehingga pembangunan di Desa Sadamantra tetap dapat dilakukan secara bertahap.

“Dengan kesadaran dan keikhlasan warga Sadamantra, pembangunan di desa bisa sedikit demi sedikit dilakukan,” ungkapnya.

M. Dimyati menilai kuatnya tradisi gotong royong di tengah masyarakat menjadi contoh positif yang dapat ditularkan kepada desa lainnya. Menurutnya, komunikasi, kolaborasi, dan kebersamaan menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, tradisi gotong royong masyarakat Desa Sadamantra masih kuat. Ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain. Dengan komunikasi, kolaborasi dan kebersamaan, apa pun bisa terlaksana,” pungkasnya. (RI)

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less