Kuningan Kabupaten Angklung ? Desa Cibuntu Sudah Lama Jadi Pusat Pelestarian Angklung ‘ Wisatawan Sampai ikut Belajar
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sen, 30 Mar 2026
- visibility 66
- comment 1 komentar

Img 20260330 175537
sabakuningannews.com.PASAWAHAN – Kabupaten Kuningan semakin mantap digadang-gadang sebagai “Kabupaten Angklung”. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab alat musik tradisional angklung diyakini berasal dari Desa Citangtu, Kuningan, sebelum kemudian berkembang pesat di Kota Bandung dan dikenal luas hingga mancanegara.
Kini, semangat pelestarian angklung terus hidup dan berkembang di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan. Desa wisata yang telah dikenal luas ini menjadikan angklung sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik utama bagi wisatawan.
Setiap momen penting di Desa Cibuntu hampir selalu diwarnai dengan pertunjukan seni musik angklung. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kuat komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Direktur BUMDes Desa Cibuntu, Adang Sukanda, mengungkapkan bahwa pelestarian angklung dilakukan secara serius dan terstruktur. Saat ini, Desa Cibuntu memiliki sekitar 700 unit angklung yang aktif digunakan dalam berbagai kegiatan.
“Alhamdulillah, hampir seluruh pemuda dan pemudi di Desa Cibuntu bisa memainkan angklung. Mereka sudah dikenalkan sejak dini dan rutin berlatih dua kali dalam seminggu dengan pelatih dari warga sendiri,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari BUMDes Desa Cibuntu yang secara nyata mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat musik, termasuk angklung, gitar, dan drum guna menunjang kegiatan seni.
Menariknya, angklung di Desa Cibuntu tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman langsung bagi wisatawan. Kesenian ini telah dikemas sebagai paket wisata edukatif, di mana pengunjung diajak belajar memainkan angklung bersama masyarakat setempat.
Konsep ini terbukti efektif dalam menarik minat wisatawan sekaligus memperkenalkan budaya lokal secara interaktif.
“Setiap ada acara besar desa, angklung selalu menjadi penampilan andalan. Bahkan wisatawan pun kami ajarkan agar ikut merasakan langsung,” tambah Adang.
Ke depan, masyarakat berharap angklung benar-benar menjadi ikon Kabupaten Kuningan. Tidak hanya di Desa Cibuntu, tetapi juga dapat dilestarikan secara luas di desa-desa lain sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, Kuningan optimistis mampu mengangkat angklung ke panggung yang lebih besar sebagai warisan budaya yang mendunia. (RI)
- Penulis: sabakuningannews









That’s a great point about evolving game design! Platforms like 789win01 seem to be really focusing on streamlined registration & verification – crucial for building trust with players in Vietnam’s growing market. It’s exciting to see innovation!
1 April 2026 9:51 am