Inovasi Menu Sehat Berbasis Pangan Lokal, Ketua TP PKK Kuningan Ajak Keluarga Wujudkan Generasi Sehat
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Kreativitas mengolah pangan lokal menjadi menu sehat, bergizi, dan menarik menjadi salah satu upaya membangun keluarga berkualitas. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Lomba Cipta Menu dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 dengan tema “Inovasi Menu Sehat Berbasis Potensi Lokal”.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus.
Menurutnya, perhatian terhadap makanan yang dikonsumsi keluarga merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang dapat diwujudkan melalui penyediaan pangan yang sehat, bergizi, dan aman.
“Sebagai seorang ibu sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, saya meyakini bahwa salah satu bentuk kasih sayang terbesar kepada keluarga adalah memastikan orang-orang yang kita cintai mendapatkan makanan yang baik, bergizi, dan aman,” ungkap Hj. Ela Helayati dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa menyiapkan makanan bukan sekadar rutinitas rumah tangga. Di balik setiap hidangan, terdapat keputusan penting yang berpengaruh terhadap kesehatan, tumbuh kembang anak, serta kualitas kehidupan keluarga pada masa mendatang.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memandang pangan dan gizi sebagai bagian penting dari tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
Melalui Lomba Cipta Menu B2SA, TP PKK Kabupaten Kuningan mendorong para kader untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Beragam potensi pangan lokal, seperti ubi jalar, talas, jagung, pisang, dan aneka sayuran, dapat diolah menjadi hidangan yang menarik, lezat, serta memiliki nilai gizi yang baik.
Menurut Hj. Ela, inovasi pangan tidak harus selalu menggunakan bahan yang mahal atau teknik pengolahan yang rumit. Kreativitas dalam memanfaatkan bahan sederhana justru dapat menjadi solusi untuk menghadirkan makanan sehat yang lebih mudah dijangkau keluarga.
Ia berharap kegiatan lomba tidak hanya menghasilkan sajian yang menarik saat perlombaan, tetapi juga melahirkan gagasan dan resep yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai menu yang kreatif hanya tampil cantik di meja perlombaan, tetapi tidak pernah dipraktikkan kembali di rumah. Justru keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika resep dan gagasan dari kegiatan ini dapat diterapkan oleh masyarakat luas,” pesannya.
Dengan demikian, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat.
Hj. Ela juga menekankan pentingnya peran kader TP PKK dalam menyebarluaskan edukasi pangan dan gizi kepada masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, kelompok dasawisma, hingga masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.
Ia berharap para kader tidak hanya menghasilkan sajian yang menarik saat perlombaan, tetapi juga melahirkan gagasan dan resep yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai menu yang kreatif hanya tampil cantik di meja perlombaan, tetapi tidak pernah dipraktikkan kembali di rumah. Justru keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika resep dan gagasan dari kegiatan ini dapat diterapkan oleh masyarakat luas,” pesannya.
Dengan demikian, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat.
Hj. Ela juga menekankan pentingnya peran kader TP PKK dalam menyebarluaskan edukasi pangan dan gizi kepada masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, kelompok dasawisma, hingga masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.
Ia berharap para kader tidak hanya berpartisipasi dalam kegiatan perlombaan, tetapi juga menjadi pelopor kebiasaan makan sehat di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, edukasi tidak harus selalu dilakukan melalui pertemuan formal. Praktik sederhana, seperti menyajikan menu bergizi
dengan bahan pangan lokal, dapat menjadi contoh nyata yang mudah ditiru keluarga lainnya.
Upaya tersebut juga berkaitan dengan pembentukan kebiasaan makan anak sejak dini. Dengan mengenalkan beragam bahan pangan dan memperhatikan kebutuhan gizi, keluarga dapat berkontribusi dalam mendukung tumbuh kembang anak serta upaya pencegahan stunting.
Selain memperhatikan kandungan gizi, masyarakat juga perlu membangun kebiasaan menghargai makanan. Anak-anak perlu dibiasakan mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang telah diambil, dan menghindari pemborosan pangan.
Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu mengelola pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Ela turut mengajak para kader PKK menghidupkan semangat berkarya melalui program TATAPAKAN JATI dengan menyesuaikan pemanfaatan pekarangan terhadap kondisi setiap keluarga.Masyarakat dapat memulai kegiatan produktif dari lingkungan rumah, misalnya dengan menanam cabai, tomat, dan aneka sayuran menggunakan pot atau polybag.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan tidak harus menunggu tersedianya lahan luas atau fasilitas lengkap. Kemauan, kreativitas, dan konsistensi menjadi modal penting untuk memulai kegiatan tersebut.
Selain membantu menyediakan bahan pangan, aktivitas berkebun juga dapat mempererat kebersamaan keluarga, mengajarkan kemandirian kepada anak-anak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia meyakini bahwa kekuatan TP PKK terletak pada kedekatannya dengan keluarga dan masyarakat. Dengan jaringan kader yang menjangkau kecamatan, desa, hingga kelompok dasawisma, TP PKK memiliki peluang untuk memperluas edukasi mengenai pangan, gizi, dan pemanfaatan potensi lokal.
Karena itu, momentum Hari Pangan Sedunia diharapkan menjadi penggerak kegiatan edukasi yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial atau perlombaan tahunan.
Kegiatan Lomba Cipta Menu dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke-46 ini dihadiri oleh Bupati Kuningan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat yang diwakili kepala bidang, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kuningan.
Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuningan, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan.
Sejumlah pemangku kepentingan lainnya turut hadir, di antaranya Kepala Bank BJB Cabang Kuningan, Direktur Utama Bank Kuningan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan, para pengurus TP PKK Kabupaten Kuningan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Camat Kadugede, para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Kuningan, serta Kepala Desa Windujanten.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan yang mengangkat isu pangan, gizi, dan pemanfaatan potensi lokal.
Menutup pesannya kepada para peserta, Hj. Ela menyampaikan harapan agar lomba menjadi kesempatan untuk menampilkan kreativitas terbaik sekaligus memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan membangun generasi sehat tidak hanya bergantung pada sekolah atau fasilitas kesehatan, tetapi juga dimulai dari rumah melalui perhatian, kasih sayang, dan kebiasaan baik yang ditanamkan dalam keluarga.
Melalui inovasi menu sehat berbasis pangan lokal, masyarakat Kabupaten Kuningan diharapkan semakin kreatif memanfaatkan kekayaan pangan daerah sekaligus membangun kebiasaan konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.(Red)
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar