Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Warga Berlarian Di Taman Kota, Ada Apa Ya !! Ini Dia Penjelasan IB 👇👇👇

Warga Berlarian Di Taman Kota, Ada Apa Ya !! Ini Dia Penjelasan IB 👇👇👇

  • account_circle sabakuningannews
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

sabakuningannews.com.KUNINGAN – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukasi dan simulasi di pusat taman kota Kuningan

Acara tahun ini mengusung tema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”.

Kepala BPBD Indra Bayu menjelaskan bahwa peringatan tahun ini difokuskan pada upaya preventif melalui optimalisasi edukasi kepada masyarakat kuningan, kegiatan dipusatkan di area Car Free Day (CFD) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (LH), komunitas relawan, hingga masyarakat umum.

Berbeda dengan daerah lain yang mungkin menggelar apel siaga, BPBD kali ini lebih menekankan pada strategi sosialisasi melalui media sosial dan aksi nyata di lapangan. Beberapa poin utama dalam kegiatan tersebut meliputi:

Penyampaian Pesan Mitigasi: Mengedukasi masyarakat bahwa mencegah dan bersiap jauh lebih baik daripada menangani dampak bencana yang sudah terjadi.

Simulasi Peringatan Dini: Penekanan pada pentingnya tanda bahaya, seperti bunyi sirene, kentongan, atau alat peringatan dini lainnya sebagai simbol kesiapsiagaan.

Latihan Evakuasi: Melakukan simulasi evakuasi sederhana untuk memberikan gambaran langkah yang harus diambil saat situasi darurat.

Selain simulasi teknis, BPBD juga mengajak masyarakat melakukan langkah mitigasi bencana yang paling sederhana namun berdampak besar, yaitu aksi plogging atau lari santai sambil memungut sampah.

“Harapannya dengan peringatan HKB ini, masyarakat menjadi lebih waspada (aware) terhadap potensi bencana di sekitar mereka. Langkah nyata seperti menjaga kebersihan lingkungan adalah cara termudah yang bisa kita lakukan bersama,” ujar Kepala BPBD Indra Bayu

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat meningkat sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalisir secara signifikan,Pungkas nya

Hadir Dalam kegiatan tersebut , Rumah Sakit Umum 45, dari LH ,BPBD Satpol PP, Camat Kuningan, Relawan penggiat lingkungan Dll

Bupati Dian Menyampaikan rasa bersyukur hari ini dapat bersilaturahmi dengan teman-teman pemerhati lingkungan, dengan teman-teman yang mencintai olahraga, dengan teman-teman yang mencintai hidup sehat.

Hari ini tanggal 26 kita menyelenggarakan kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana. Intinya, teman-teman, saudara-saudara, kita harus mengenal bumi kita, harus mengenal rumah kita, di samping itu juga kita harus mengenal lingkungan kita.

Dengan mengenal lingkungan kita, kita harus juga memahami bahwa Kuningan itu punya bentang alam yang indah. Di samping bentang alam yang indah, kita juga punya potensi yang sangat membahayakan, yakni bencana alam,Ujar bupati

Di sebelah selatan longsor, di sebelah timur banjir. Untuk itu, dengan mencintai rumah, mencintai lingkungan, kita juga harus siaga terhadap segala kemungkinan yang ditimbulkan dari bencana. Alam mengajarkan kepada kita

Lamun urang heman ka alam, alam ogé heman ka urang. Lamun urang ngajaga alam, alam ogé bakal ngajaga urang. > (Jika kita sayang pada alam, alam juga sayang kepada kita. Jika kita menjaga alam, alam juga akan menjaga kita),Pesan bupati Dian

Itu prinsip falsafah Sunda yang harus kita jaga dari waktu ke waktu. Hari ini kita memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana. Kita sepakat, membangun itu tidak hanya fisik, membangun itu tidak hanya angka-angka statistik, tapi membangun juga kesiapsiagaan manusia untuk menghadapi segala kemungkinan, termasuk bencana.

Kalau kita lengah, pembangunan yang kita bangun bertahun-tahun akan hancur luluh lantah gara-gara bencana hanya sedetik, karena ketidaksiapan kita,

ketidak siap siagaan kita untuk menghadapi bencana. Untuk itu, momentum ini menyadarkan kita kembali, di tengah bentang alam yang indah, ada juga ancaman alam yang ada di sekeliling kita untuk kita siaga, untuk kita siap. Karena korban itu muncul karena kita tidak siap, karena kita tidak siaga.

Terima kasih BPBD, terima kasih kawan-kawan runners, terima kasih para relawan yang selalu mengingatkan kita menjaga alam, tubuh sehat, dan kita siaga terhadap segala kemungkinan akibat yang ditimbulkan dari bencana.

Saya dari Pemerintah Daerah sebagai Bupati akan men-support segala kegiatan yang menjaga alam, segala kegiatan yang betul-betul meningkatkan kualitas kita untuk menjaga agar korban tidak lebih besar lagi akibat yang ditimbulkan oleh bencana,Tutup bupati.(RI)

  • Penulis: sabakuningannews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Img 20250926 095715

    Kartu Kesejahteraan Keluarga, PKH, BNPT ” Di Launching Kan, ” Bupati Dian Berharap Manfaat Kan Sebaik Baiknya

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • visibility 1.191
    • 7Komentar

    sabakuningannews.com. KUNINGAN – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui Launching Pendistribusian Kartu Kesejahteraan Keluarga, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Ciawi Gebang, Jumat (26/9/2025). Acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. […]

  • Whatsapp Image 2025 10 19 At 17.48.22 750x500 1

    MUNAS Amtsilatik ke-XI Ponpes Nurul Ilmi Ciomas’ Resmi Dibuka Wabup Tuti

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • visibility 754
    • 5Komentar

    sabakuningannews.com.CIAWIGEBANG-Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.E., M.Si. secara resmi membuka Musyawarah Nasional (MUNAS) Amtsilatik ke-XI yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Minggu (19/10/2025). Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah, terdiri dari santri, ustaz, pengasuh pondok pesantren, serta perwakilan Amtsilatik se-Indonesia. Turut mendampingi Wakil […]

  • SDN Kaliaren Lepas Lulusan 2026, Cetak Generasi Berprestasi dan Berjiwa Qur’ani

    SDN Kaliaren Lepas Lulusan 2026, Cetak Generasi Berprestasi dan Berjiwa Qur’ani

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • visibility 8.705
    • 0Komentar

    “Pendidikan di sini tidak hanya mencetak siswa pandai berhitung dan membaca, tetapi juga mencetak generasi yang mencintai Al-Qur’an.” — Iwan Hermawan, M.Pd.

  • PEMBUKAAN PAMERAN PORTOFOLIO 2026 “LUMINEXUS”,WABUP TUTI:WADAH KREATIVITAS DAN INOVASI

    PEMBUKAAN PAMERAN PORTOFOLIO 2026 “LUMINEXUS”,WABUP TUTI:WADAH KREATIVITAS DAN INOVASI

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • visibility 11.749
    • 0Komentar

    “Kreativitas adalah cahaya yang menghubungkan gagasan dengan kenyataan, imajinasi dengan solusi, serta generasi muda dengan masa depan yang mereka cita-citakan.” — Tuti Andriani, Wakil Bupati Kuningan.

  • Img 20250919 090913

    Bupati Dian Hadiahkan Seragam Baru untuk Personel Dishub Kuningan di Peringatan Harhubnas 2025

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • visibility 1.488
    • 22Komentar

    sabakuningan.com, KUNINGAN – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Kabupaten Kuningan berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kuningan, Kamis (18/9/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, sekaligus membacakan sambutan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi. Dalam sambutannya, Menhub menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan transportasi darat, laut, dan udara yang […]

  • Img 20250812 191042

    Warga Sampora Resah, Gabah Padi Sering Hilang,” Apa ada Pencuri ?

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • visibility 1.159
    • 6Komentar

    sabakuningannews.com.SAMPORA – Warga Desa Sampora, Kecamatan Cilimus kini dibuat gusar akibat maraknya pencurian gabah padi, yang terjadi tidak hanya pada malam hari, tetapi juga di siang bolong. Dalam sebulan terakhir, puluhan karung gabah milik warga dilaporkan hilang. Modus pelaku cukup nekat. Pada malam hari mereka memanfaatkan situasi gelap dan sepi, sementara di siang hari beraksi […]

expand_less