MUBES KKB 2026: 76 Komunitas Bersatu, Maman Akung” Terpilih Aklamasi Pimpin Kuningan Bersatu 5 Tahun ke Depan
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Sen, 30 Mar 2026
- visibility 162
- comment 0 komentar

Img 20260330 182302
sabakuningannews.com.KUNINGAN-Komunitas Kuningan Bersatu (KKB) kembali mencatat sejarah penting dengan menggelar Musyawarah Besar (MUBES) ke-1 yang mempertemukan puluhan komunitas dan paguyuban se-Kabupaten Kuningan. Agenda utama MUBES ini adalah pemilihan ketua koordinator dan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031.
Sebanyak 76 komunitas dan paguyuban yang tergabung dalam KKB hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum strategis tersebut. Acara berlangsung khidmat di Saung Karuhun 2, sekaligus menjadi momentum serah terima jabatan dari ketua sebelumnya, Erwin Setiadi, kepada pemimpin baru.
Dalam proses yang berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan, Maman Hermansyah resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Koordinator KKB periode 2026–2031. Sosok yang dikenal sebagai pentolan Paguyuban Barakuda ini dinilai mampu merangkul seluruh elemen komunitas untuk semakin solid dan berdaya.
MUBES KKB turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kuningan serta berbagai tokoh komunitas dan paguyuban, di antaranya Ida Widan, H. Sidik, Eti, Fery, dan Heny. Selain itu, perwakilan dari berbagai komunitas seperti KOMDAS, KPSK, SAKU, GPS, LENTERA, SSK, RPMK, AKUA, WSA, YMJ, KUPAS, hingga MJM turut meramaikan forum.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan menyampaikan pesan kuat tentang persatuan. Ia mengajak seluruh komunitas untuk meninggalkan perbedaan, terutama yang berkaitan dengan dinamika politik masa lalu.
“Cerita yang lalu biarlah berlalu. Perbedaan pandangan itu biasa, sekarang saatnya kita bersatu, membangun Kuningan, dan bersinergi dengan pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KKB terpilih, Maman “Abah Akung”, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran komunitas dalam pembangunan daerah. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan komunitas dan paguyuban.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah menghidupkan kembali perayaan Hari Jadi Kuningan di perantauan, yang sempat terhenti akibat pandemi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan solidaritas antar komunitas agar dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan kepengurusan baru ini, KKB diharapkan menjadi motor penggerak kolaborasi lintas komunitas di Kabupaten Kuningan, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui kebersamaan dan aksi nyata. (RI)
- Penulis: sabakuningannews









Saat ini belum ada komentar