Atlet Renang Cilik Asal Kuningan” Myesha Ukir Prestasi Juara 3 se-Jawa Barat:Bupati Berikan Penghargaan
- account_circle RI gondrong
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
- comment 5 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda asal Kabupaten Kuningan. Myesha Aqeela Rafanda, siswi kelas 6 SDN 17 Kuningan, berhasil meraih juara 3 tingkat Jawa Barat pada ajang O2SN cabang olahraga renang nomor gaya dada 50 meter.
Atas prestasi tersebut, Bupati Kuningan memberikan penghargaan kepada Myesha sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi atlet muda yang membawa nama Kabupaten Kuningan di tingkat provinsi.
Myesha menunjukkan semangat luar biasa dalam pertandingan. Bahkan, ketika mengikuti perlombaan, kondisi tubuhnya sedang kurang sehat dan mengalami demam. Namun, keadaan tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap bertanding hingga berhasil membawa pulang medali perunggu.
“Alhamdulillah, putri kami yang bungsu ini sekarang kelas 6 SD di SDN 17 Kuningan. Pada O2SN cabor renang gaya dada 50 meter mendapatkan perunggu, jadi juara 3 se-Jabar. Saat itu sebenarnya sedang tidak sehat, sedang demam, tetapi masih bisa mendapatkan penghargaan walaupun perunggu,” ungkap sang ibu.
Perjalanan Myesha menjadi atlet renang berprestasi bermula dari keinginan sederhana untuk bisa berenang. Bakatnya kemudian terlihat oleh pelatih yang merupakan mantan atlet.
Pelatih tersebut kemudian mengarahkan Myesha untuk mengikuti berbagai perlombaan. Dari kompetisi demi kompetisi, kemampuan Myesha terus berkembang hingga akhirnya mampu menembus ajang O2SN tingkat Jawa Barat.
“Awalnya cuma ingin bisa berenang. Kebetulan pelatihnya mantan atlet. Mungkin dilihat bakatnya ada, jadi diarahkan untuk ikut lomba-lomba dan alhamdulillah bisa sampai ke O2SN,” tutur sang ibu.

Kegigihan itu kini membuahkan hasil. Selain prestasi di O2SN, Myesha juga terus mengumpulkan medali dari berbagai kejuaraan renang.
Pada perlombaan di Sumedang, Myesha berhasil meraih 3 medali perak dan 1 medali perunggu. Sebelumnya, saat bertanding di Majalengka, ia bahkan sukses membawa pulang 5 medali emas.
Setiap ada kejuaraan, Myesha dan tim berusaha mengikutinya, terutama kompetisi yang masuk dalam rangkaian Jabar Series maupun pertandingan yang berkaitan dengan persiapan menuju Porprov dan O2SN.
Di balik prestasinya, Myesha menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas latihan. Selama ini ia berlatih di kolam renang Pepabri dan Sanggar Riang. Namun, kedua kolam tersebut memiliki panjang sekitar 25 meter, sementara pertandingan renang nomor 50 meter membutuhkan adaptasi terhadap lintasan yang lebih panjang.
“Selama ini latihan kalau tidak di Pepabri, di Sanggar Riang. Cuma Sanggar Riang baru 25 meter, Pepabri juga sama. Sementara standarnya minimal 50 meter,” jelas sang ibu.
Bahkan untuk berlatih menggunakan kolam 50 meter, Myesha harus pergi ke Bima. Jadwal latihan yang tersedia membuat keluarga harus berangkat sejak dini hari.
“Kalau mau latihan di kolam 50 meter, kita mesti ke Bima. Dari rumah berangkat sebelum subuh, jam 4. Karena jadwal kolam di Bima penuh, jadi mulai latihan renang jam 5 pagi,” ujarnya.
Myesha sendiri menjalani latihan hampir setiap hari, kecuali hari Minggu
Kondisi tersebut mendorong keluarga dan insan olahraga Kabupaten Kuningan berharap pemerintah dapat menghadirkan fasilitas kolam renang yang memenuhi standar pertandingan.
Menurut keluarga Myesha, keberadaan kolam renang standar 50 meter akan sangat membantu atlet dalam meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
“Harapannya semoga Kuningan punya kolam renang yang sesuai standar internasional, supaya atlet-atlet renang lebih giat berlatih dan bisa memenuhi standar. Kabupaten/kota lain sudah memiliki kolam renang standar, sementara Kuningan belum,” harapnya.
Keterbatasan fasilitas tidak hanya dirasakan Myesha. Cabang olahraga akuatik Kuningan juga melihat potensi besar dari anak-anak yang memiliki bakat renang.
Dalam sebuah event, tercatat lebih dari 100 atlet muda Kuningan yang mengikuti kegiatan olahraga akuatik.
“Calon-calon anak-anak dari SD ini sudah di atas 100-an. Alangkah sayangnya ketika bakat-bakat ini bisa kita bangkitkan, tetapi karena fasilitas kurang akhirnya terpendam,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan Kabupaten Kuningan memiliki kolam renang yang dapat digunakan untuk pembinaan atlet sekaligus menggelar kompetisi berskala lebih besar.
Meski masih duduk di bangku kelas 6 SD, Myesha sudah memiliki pesan sederhana untuk teman-temannya sesama atlet renang.
“Tetap semangat, jangan menyerah. Walaupun kemarin saya sedang sakit, alhamdulillah saya bisa menjadi juara 3 tingkat Jawa Barat,” pesan Myesha.
Prestasi Myesha menjadi bukti bahwa Kabupaten Kuningan memiliki bibit-bibit atlet muda potensial. Dukungan keluarga, pelatih, pemerintah, organisasi olahraga, serta ketersediaan sarana latihan menjadi bagian penting untuk menjaga agar talenta-talenta muda tersebut terus tumbuh dan mampu mengharumkan nama Kuningan di tingkat Jawa Barat bahkan nasional.(RI)
- Penulis: RI gondrong
- Editor: RI gondrong
- Sumber: https://sabakuninanews.com/



