Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintah » Bupati Kuningan Ungkap Alasan Tugu Bola Dunia Diganti Tugu Kuda : Banyak Masukan Dari Masyarakat

Bupati Kuningan Ungkap Alasan Tugu Bola Dunia Diganti Tugu Kuda : Banyak Masukan Dari Masyarakat

  • account_circle RI gondrong
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • comment 6 komentar
  • print Cetak

sabakuningannews.KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mengganti tugu bola dunia dengan tugu kuda sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus menghadirkan ikon yang lebih mudah dipahami dan merepresentasikan kekhasan Kabupaten Kuningan.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menjelaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari masyarakat. Menurutnya, keberadaan tugu bola dunia sebelumnya memang menjadi bagian dari pembangunan daerah dan merupakan bantuan melalui program CSR Bank BJB.

“Banyak masukan dari masyarakat, kok ini tugu kudanya tidak ada?” ujar Dian saat menjelaskan alasan perubahan tugu tersebut.

Dian menuturkan, saat proses pembangunan tugu bola dunia berlangsung, dirinya masih menjabat sebagai Kepala Bappeda. Namun, setelah dilakukan berbagai diskusi dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, pemerintah akhirnya memilih tugu kuda sebagai ikon yang dinilai lebih mencerminkan karakter Kuningan.

Ia menegaskan, keberadaan berbagai tugu dan ikon daerah yang sudah ada tetap akan dipelihara. Menurutnya, Kuningan memiliki sejumlah simbol yang mencerminkan kekayaan budaya dan potensi lokal, sehingga pembangunan ikon baru harus tetap memperhatikan kearifan lokal.

“Yang penting kearifan lokal mencerminkan kekhasan Kuningan, ya kita laksanakan,” tegasnya.

Selain tugu kuda, pemerintah juga tengah menyiapkan sarana di kawasan depan yang nantinya akan dilengkapi dengan tugu kesenian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter ruang publik melalui simbol-simbol yang memiliki keterkaitan dengan budaya dan identitas Kuningan.

Terkait sumber pembiayaan pembangunan berbagai sarana dan ikon daerah, Bupati Dian menjelaskan bahwa pembiayaan dapat berasal dari APBD maupun non-APBD.

Ia menilai keterlibatan pihak non-APBD tetap diperlukan karena pemerintah memiliki keterbatasan anggaran. Namun, setiap bentuk dukungan pembangunan harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Ada yang APBD, ada non-APBD. Kalau semua non-APBD ya bagaimana? Semua juga yang menyumbang ada keterbatasan,” jelasnya.

Dian menegaskan, penggunaan APBD maupun dukungan non-APBD tidak menjadi persoalan selama pembangunan tersebut benar-benar ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan kepentingan publik.

“Yang penting APBD, non-APBD, APBD pun kalau untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik kan enggak masalah. Asal tercatat, aturannya jelas, SOP-nya jelas,” pungkasnya.

Pergantian tugu bola dunia menjadi tugu kuda diharapkan tidak sekadar menjadi perubahan visual, tetapi juga mampu memperkuat identitas Kuningan melalui ikon-ikon yang dekat dengan sejarah, budaya, kesenian, serta kearifan lokal masyarakat.( RI)

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less