Banyak Dapur MBG di Kuningan Jadi Sorotan, Damkar Minta Wajib Pelatihan Kebakaran dan APAR Standar SNI
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- comment 9 komentar
- print Cetak

Animasi Gambar Damkar Sedang Pemadam An Api.png
sabakuningannews com.KUNINGAN – Menjamurnya dapur MBG di Kabupaten Kuningan kini menjadi perhatian serius pihak Pemadam Kebakaran (Damkar). Tingginya aktivitas memasak dengan penggunaan kompor gas dan instalasi listrik berdaya besar dinilai meningkatkan potensi risiko kebakaran jika tidak diimbangi dengan sistem keselamatan yang memadai.
Kepala UPTD Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menegaskan bahwa pihak pengelola dapur MBG tidak boleh bersikap pasif terhadap aspek keselamatan kerja. Ia meminta yayasan atau pengelola dapur untuk lebih proaktif dalam melindungi para pekerjanya.
“Dapur itu identik dengan api. Jangan hanya fokus pada operasional, tetapi keselamatan pekerja juga harus menjadi prioritas utama,” tegas Andri.
Ia mengimbau agar setiap dapur MBG wajib menggelar pelatihan dan simulasi kebakaran bagi seluruh pekerja. Hal ini penting agar mereka memiliki pemahaman dan kesiapsiagaan saat menghadapi situasi darurat.

“Kami menghimbau agar seluruh dapur MBG mengadakan pelatihan kebakaran. Dengan begitu, para pekerja bisa memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran,” ujarnya.
Selain itu, Andri juga meminta agar pihak dapur MBG dapat menerima dengan baik kehadiran tim Damkar saat melakukan kunjungan atau pembinaan ke lokasi.
“Kami harap saat tim Damkar datang ke dapur MBG, bisa diterima dengan baik. Ini demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, Damkar akan memberikan sejumlah materi penting, di antaranya pemahaman bahaya kebakaran, teknik penanganan yang tepat, hingga identifikasi potensi risiko yang berasal dari penggunaan kompor gas maupun instalasi listrik bertegangan tinggi.
Tak hanya itu, Damkar juga menekankan pentingnya ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap dapur MBG. Kebutuhan APAR harus disesuaikan dengan luas bangunan dan tingkat risiko kebakaran, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Setiap dapur MBG wajib memiliki APAR yang bersertifikasi SNI. Ini sangat penting sebagai langkah awal penanganan kebakaran,” jelas Andri.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa masih banyak dapur MBG yang sudah memiliki APAR, namun belum memahami cara penggunaannya secara teknis. Oleh karena itu, pelatihan penggunaan APAR menjadi hal yang wajib dilakukan.
“Percuma punya APAR kalau tidak tahu cara menggunakannya. Maka dari itu, pelatihan ini sangat penting dan wajib diikuti,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kesiapan dari pengelola dapur MBG, diharapkan risiko kebakaran dapat diminimalisir serta keselamatan para pekerja lebih terjamin.(RI)
- Penulis: sabakuningannews



