Jurus Jitu ‘Solusi Anak Kurangi main HP, Pemdes Cilimus Hadirkan Taman Literasi
- account_circle sabakuningannews
- calendar_month Jum, 8 Mei 2026
- visibility 121
- comment 2 komentar

Kepala Desa Cilimus
sabakuningannews com.CILIMUS-Desa Cilimus kembali menghadirkan inovasi positif bagi dunia pendidikan dan perkembangan anak. Pemerintah Desa (Pemdes) Cilimus resmi menghadirkan Taman Literasi Desa Cilimus sebagai solusi agar anak-anak tidak terus menerus menghabiskan waktu bermain handphone.
Keberadaan taman literasi ini langsung menjadi perhatian masyarakat karena dinilai mampu menciptakan ruang belajar yang nyaman, edukatif, dan bermanfaat bagi pelajar di wilayah Cilimus.
Berada di Lokasi Strategis Dekat Sekolah
Taman Literasi Desa Cilimus di tempatkan di sebuah menara depan bale desa cilimus,tempat ini sangat strategis karena berada di lingkungan yang dikelilingi berbagai sekolah, mulai dari SD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP, SMA hingga SMK. Selain itu, lokasinya juga menyatu dengan kawasan Taman Cilimus yang sudah ramai dikunjungi masyarakat.
Kondisi tersebut membuat taman literasi mudah dijangkau para pelajar saat jam istirahat maupun setelah pulang sekolah.

Kepala Desa Cilimus, H. Mulyadin menyampaikan bahwa taman ini pertama kali dibuka pada bulan Februari lalu dan peresmian resminya direncanakan berlangsung pada Sabtu besok.
“Taman literasi ini memanfaatkan ruangan yang ada di menara untuk dijadikan sarana yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak,” ujar H. Mulyadin.
Menurut H. Mulyadin, keberadaan taman literasi menjadi salah satu langkah nyata Pemdes Cilimus dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dan permainan handphone.
Di tempat ini, anak-anak dapat mengisi waktu dengan membaca buku, berdiskusi, maupun belajar bersama teman-temannya.
Koleksi buku yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari buku sejarah, pendidikan, pengetahuan umum hingga buku musik.
“Koleksi buku berasal dari Perpustakaan Kabupaten dan juga sumbangan masyarakat sekitar yang memberikan buku-buku yang sudah tidak mereka baca lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ikbal mengatakan kehadiran taman literasi mendapat respon sangat positif dari masyarakat dan kalangan pelajar.
Menurutnya, taman ini membantu anak-anak memiliki aktivitas yang lebih bermanfaat dibanding hanya bermain HP.
“Alhamdulillah dengan adanya taman literasi ini sangat membantu sekali buat anak-anak sekolah ya, lebih bermanfaat buat anak-anak sekolah,” ujarnya.
Selain menjadi tempat membaca, taman literasi juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca, menambah wawasan, serta membangun kebiasaan belajar yang positif bagi generasi muda di Desa Cilimus.
Dengan hadirnya Taman Literasi Desa Cilimus, Pemerintah Desa berharap budaya membaca dapat tumbuh sejak dini di kalangan anak-anak dan remaja.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa ruang publik bisa dimanfaatkan menjadi sarana edukasi yang menarik, nyaman, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Ke depan, Pemdes Cilimus juga berharap semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi menyumbangkan buku agar koleksi bacaan semakin lengkap dan bervariasi.( RI )
- Penulis: sabakuningannews









Seeing the RTP details was really helpful! It makes understanding the math behind the fun much clearer. For more insights, check out legend link club. Great breakdown!
12 Mei 2026 5:39 amThis initiative beautifully highlights the necessity of physical, intentional ‘friction’ in learning. Countering digital drift requires designing compelling real-world systems. It reminds us that even complex digital agents need strong, persistent identity frameworks, much like the structure found in a physical community hub. A great model for human-AI interaction design: openclaw.
12 Mei 2026 4:00 am