Sedekah Bumi Cibuntu Jadi Momentum, Kuningan Trail Run & Wellness Festival 2027 Resmi Diperkenalkan
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Tradisi Sedekah Bumi di Desa Cibuntu, Kabupaten Kuningan, menjadi momentum diperkenalkannya Kuningan Trail Run & Wellness Festival 2027. Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Barisan 8 Center menggelar soft launching festival tersebut pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebagai langkah awal mengembangkan potensi olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Festival yang direncanakan berlangsung pada Mei 2027 ini mengusung konsep yang menghubungkan olahraga dengan pengalaman wisata alam, kebugaran, serta kehidupan masyarakat desa. Melalui konsep tersebut, Kabupaten Kuningan berupaya memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Soft launching tersebut disampaikan oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Ketua Umum Barisan 8 Center, Andrio Caesario, dan Ketua DPW Jawa Barat, Rahmat Sulaeman.
Momentum ini menandai dimulainya rangkaian persiapan menuju penyelenggaraan Kuningan Wellness Festival 2027, sebuah agenda yang dirancang untuk mempertemukan penggemar olahraga, wisatawan, pelaku industri kreatif, dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.
Kuningan Wellness Festival 2027 dirancang tidak sekadar menghadirkan kompetisi lari lintas alam atau trail run. Festival ini juga menggabungkan potensi wisata alam, pengalaman kebugaran, atraksi budaya, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Kabupaten Kuningan memiliki potensi wisata alam dan kekayaan budaya yang dapat dikembangkan melalui pendekatan sport tourism dan wellness tourism. Kedua konsep tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas daya tarik daerah melalui kegiatan olahraga dan pengalaman wisata yang lebih menyeluruh.
Tradisi Sedekah Bumi di Desa Cibuntu menjadi salah satu konteks budaya yang mengiringi pengenalan festival ini. Kehadiran tradisi tersebut memperlihatkan pentingnya menempatkan kebudayaan lokal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah.

Melalui perpaduan olahraga, alam, dan budaya, festival ini diharapkan dapat menarik minat peserta serta wisatawan dari berbagai daerah untuk mengenal Kabupaten Kuningan lebih dekat.
Salah satu konsep yang dikembangkan dalam Kuningan Wellness Festival 2027 adalah Live in the Village. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung merasakan pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat desa.
Pengalaman tersebut dapat mencakup pengenalan tradisi lokal, kuliner khas, aktivitas keseharian masyarakat, serta potensi wisata berbasis komunitas.
Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penonton kegiatan pariwisata, melainkan sebagai bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.
Dengan keterlibatan masyarakat, festival diharapkan mampu memperkenalkan identitas lokal sekaligus memperluas kesempatan bagi warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata.
Selain mengembangkan sektor olahraga dan pariwisata, penyelenggara juga merencanakan area tenant bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Area tersebut akan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan mereka kepada peserta maupun pengunjung festival.
Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dari konsep kegiatan karena perputaran ekonomi diharapkan tidak hanya berlangsung pada sektor pariwisata, tetapi juga menjangkau usaha kuliner, produk lokal, kerajinan, dan industri kreatif.
Penyelenggara juga merencanakan unsur hiburan untuk memperluas jangkauan festival kepada masyarakat umum, termasuk pengunjung yang tidak mengikuti kompetisi trail run.
Dengan demikian, festival ini diarahkan menjadi ruang pertemuan antara kegiatan olahraga, rekreasi, promosi produk lokal, dan pengenalan budaya daerah.
Penyelenggaraan Kuningan Wellness Festival 2027 dikoordinasikan oleh Said Abdullah Abri, Kepala Biro Industri dan Perekonomian DPP Barisan 8 Center.
Dalam peran tersebut, Said mengoordinasikan persiapan kegiatan dan pengembangan konsep festival, khususnya dalam mengintegrasikan sektor olahraga, pariwisata, industri kreatif, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Soft launching pada 17 Oktober 2026 menjadi tahap awal pengenalan program kepada publik dan para pemangku kepentingan.
Selanjutnya, penyelenggara merencanakan grand launching pada November 2026. Tahap ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep acara secara lebih luas, termasuk rencana program, keterlibatan mitra, serta peluang kerja sama dengan sponsor dan pelaku usaha.
Adapun penyelenggaraan utama Kuningan Wellness Festival 2027 direncanakan berlangsung pada Mei 2027. Persiapannya akan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Kuningan Wellness Festival 2027 diharapkan dapat berkembang menjadi agenda yang memberikan manfaat lebih luas bagi Kabupaten Kuningan.
Melalui perpaduan olahraga, wisata alam, kebugaran, budaya, dan aktivitas ekonomi, festival ini berpotensi memperkenalkan destinasi daerah kepada khalayak yang lebih luas sekaligus membuka ruang promosi bagi produk lokal.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Barisan 8 Center menjadi bagian dari upaya membangun kegiatan yang menghubungkan berbagai sektor dalam satu platform festival.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan bergantung pada persiapan yang matang, koordinasi antarpemangku kepentingan, serta keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Dengan rencana penyelenggaraan pada Mei 2027, Kuningan Wellness Festival diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dari jalur lintas alam hingga tradisi desa, Kuningan Wellness Festival 2027 membawa gagasan untuk menjadikan olahraga, budaya, dan potensi lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata yang saling terhubung .(Red)
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar